Mengolah Ikan dengan Cara yang Benar

Sleman – Pelatihan keterampilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman kembali dilaksanakan pada Selasa (26/9) hingga Rabu (27/9) mulai pukul WIB. Pelatihan yang diikuti oleh 30 anggota dan pengurus DWP Kabupaten Sleman ini digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Pelatihan dilaksanakan dengan mengusung tema pengolahan ikan. Tema ini diusung dikarenakan ikan memiliki banyak manfaat, hal ini dituturkan oleh Noor Lisnani Arif Haryono selaku Ketua Bidang Pendidikan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dalam sambutannya.

Pelatihan ini diselenggarakan agar para anggota dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada khususnya ikan, menciptakan kreativitas pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, dan juga meningkatkan ekonomi keluarga sesuai dengan isi Panca Dharma Wanita yang ke-4, yakni wanita sebagai pencari nafkah tambahan.

Endang Untoro Budiharjo selaku Wakil Ketua DWP Kabupaten Sleman menambahkan tujuan dari dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk menambah ilmu dari para peserta terkait cara mengolah ikan. “Ibu-ibu Dharma Wanita yang rawuh (hadir-red) hari ini bisa menyerap semua ilmu dari cara memasak ikan yang benar dan yang bergizi,” jelasnya saat diwawancarai di sela-sela pelatihan.

Dalam pelatihan memasak olahan ikan ini, selain para peserta melihat bagaimana pengisi materi Yati Pratiwi perwakilan dari ASPPIN (Asosiasi Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan) melakukan demo, peserta juga diajak terjun langsung mepraktekan proses pembuatan adonan nugget dan siomay ikan tuna.

Dengan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, Endang menaruh harapan agar pelatihan kali ini dapat memberi manfaat positif bagi ibu-ibu DWP Kabupaten Sleman. “Harapannya bagi ibu ibu yang sudah mempunyai background di bidang memasak ikan itu bisa nanti meningkatkan usahanya di bidang yang digeluti tadi,” tutur Endang.

 




Kudapan Ini Andalkan Manfaat Baik Tanaman Kelor

Sleman – Setiap tahun Kabupaten Sleman memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober. Untuk tahun ini Hari Pangan Sedunia ke-37 digelar oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Ada beberapa agenda yang dirancang Dinas Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam rangka memeriahkan Hari Pangan Sedunia ini, seperti mengadakan pameran, bazar, dan aneka lomba olahan makanan. Salah satu olahan kudapan yang menjadi perbincangan pokok adalah yang berbahan dasar tanaman kelor.

Menu, Ketua Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Pa-Ri Merapi Sembada, Kecamatan Pakem menuturkan bahwa acara ini diikutinya secara rutin setiap tahun.

“Untuk olahan daun kelor sendiri, dipelopori oleh Dinas Pertanian. Nah, karena itu saya mengajak teman-teman untuk mengolah daun kelor. Ini juga baru mulai sekitar 5 bulan yang lalu, untuk olahannya sendiri ada cendol kelor, puding kelor, dan juga pepes kelor,” terang Menu

Untuk olahan lain yang dapat diolah dari daun kelor, yakni botok, pasta kelor ayam, kue tar kelor, permen kelor, nugget, stik daun kelor, puding, pepes, dan kue bawang kelor.

Menu mengakui bersemangat dalam melakukan inovasi produknya karena mengetahui bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat baik. Hal ini juga diamini oleh Prof. Dr. Nurfina Aznam. SU. Apt, yang di kesempatan yang sama berlaku sebagai narasumber dalam Sarasehan Manfaat Daun Kelor.

“Manfaat daun kelor begitu banyak, bahkan di luar negeri pun membuat obat dengan bahan kelor tersebut, dan kita dengan bangganya malah membeli dengan harga yang mahal. Ya maka dari itu sebisa mungkin kita mengolah tanaman ini dengan baik lagi,” ungkap dosen Jurusan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Nurfina menuturkan bahwa selain daun kelor yang mempunyai banyak manfaat, bunga, maupun akar kelor pun bisa dijadikan obat-obatan dan vitamin. Tak hanya itu, tumbuhan kelor juga berguna antara lain sebagai anti inflamasi, pencahar, pengobatan luka, obat sakit kepala, rubefacient, vesicant, penyakit mata, pencegah tumor, kanker maupun bisul, dan penyeimbang gula darah. Fungsi dari tumbuhan yang kaya akan vitamin C, D, B1, B2, B12 dan E pun juga ada kaitannya dengan perawatan kesuburan baik bagi pria maupun wanita.

Di event yang berlangsung sejak pukul WIB ini, olahan daun kelor milik KWT Sekar Melati maju sebagai juara setelah bertarung dengan 22 KWT lain yang ada di Kabupaten Sleman. Pemenang berhak mendapatkan hadiah dan trofi yang diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.