Tour de Merapi Untuk Kenalkan Obyek Wisata Sleman

Sleman – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan kegiatan Tour de Merapi yang akan digelar kembali di Kabupaten Sleman dimaksudkan untuk mengenalkan obyek wisata dan lingkungan di Kabupaten Sleman dan juga untuk mengajak peserta untuk menikmati obyek wisata dan alam Sleman.

“Dengan kegiatan ini diharapkan peserta memiliki kesan terhadap wisata dan alam Sleman sehingga di lain waktu para peserta bisa mengajak anggota keluarga dan handai taulan yang lain untuk berame-rame kembali menikmati destinasi wisata di Sleman,” kata Ayu kepada wartawan di RM Pecel Blora Sleman, Kamis (21/5).

Tour de Merapi 2015 akan digelar hari Minggu 7 Juni 2015 mendatang. Tour de Merapi kali ini mengambil start di destinasi wisata baru Sindu Kusuma Edupark (SKE) Jl Jambon Mlati Sleman dan finish di Gardu Pandang Kaliurang Sleman. Pendaftaran peserta dibuka sejak awal Mei dan ditutup hingga 1 Juni 2015. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY.

“Terget peserta Tour de Merapi sebanyak 500 motor dan hingga saat ini sudah ada 100 lebih pendaftarnya,” kata Ayu.

Jarak tempuh Tour de Merapi 2015 kurang lebih sepanjang 70 km melewati berbagai destinasi wisata di Sleman, diantaranya desa wisata Brayut, desa wisata Tanjung, desa wisata Kembangarum, desa wisata Pulesari, desa wisata Ledoknongko, Agrowisata Salak Pondoh, desa wisata Grogol, Sentra Kuliner Belut Godean, desa wisata religi Mlangi, Monumen Jogja Kembali, jalur kuliner Jalan Palagan, Candi Kimpulan di UII, desa wisata Pentingsari, kawasan Volcano Tour Cangkringan dan Kawasan Kaliurang.

Rute yang akan ditempuh akan melewati 9 wilayah kecamatan se Kabupaten Sleman yaitu Kecamatan Sleman, Ngaglik, Turi, Tempel, Seyegan, Godean, Gamping, Cangkringan dan Pakem. Sehingga rally motor wisata ini sangat cocok bagi kalangan remaja dan keluarga yang ingin refreshing sekaligus berwisata ke berbagai obyek Sleman melalui rute jalur jalan yang eksotis menghubungkan antar destinasi wisata.

“Bahkan yang lebih menarik jalur yang akan ditempuh melewati jalur yang menarik di kawasan bekas terimbas erupsi Merapi di kawasan Cangkringan,” tutur Ayu.

Ini lanjutnya akan menjadi tantangan dan kesan tersendiri bagi para peserta. Mereka akan dapat menjadi saksi terhadap program recovery yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan kondisi riil hingga saat ini.***




Jelajah Wisata Untuk Promosikan Obyek Wisata Sleman

Sleman – Jelajah wisata ini telah menjadi agenda rutin di Kabupaten Sleman dengan lokasi yang berbeda-beda. Hal ini diharapkan dapat memperkenalkan dan mempromosikan obyek-obyek wisata di Kabupaten Sleman kepada masyarakat. Diharapkan setelah mengikuti jelajah wisata di lereng Merapi-Dewi Pule ini,  keindahan dan pesona Merapi dan desa Wisata Pulesari Wonokerto Kecamatan Turi ini dapat diceritakan kepada teman dan saudara-saudara yang belum pernah mengunjungi Sleman.

Sehingga semakin banyak lagi wisatawan baik domestik maupun manca negara yang mengunjungi obyek-obyek wisata di Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika melepas peserta jelajah wisata lereng Merapi di Desa wisata Pulesari Wonokerto Turi, Minggu (24/8).

Dikatakan Sri Purnomo, bahwa kawasan Lereng Merapi adalah tempat yang sangat menarik sebagai lokasi penyelenggaraan jelajah wisata, karena para peserta dapat menikmati suasana dan pemandangan alam yang sangat natural. Selain itu melalui event ini diharapkan dapat menggugah dan menumbuhkan rasa kepedulian masayarakat terhadap alam dan lingkungan.

Di daerah-daerah lain, trekking juga berkembang menjadi salah satu paket wisata yang dicari, yang dipadukan dengan olahraga lainnya, seperti jungle trekking dan mountain climbing. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyediakan wahana rekreasi sekaligus berolah raga yang menarik bagi warga masyarakat dari berbagai kalangan, sehingga akan dapat meningkatkan kesehatan, kebugaran.  Penyelenggaraan Jelajah Wisata ini juga merupakanwahana yang sangat tepat untuk menerapkan pelestarian lingkungan secara konkrit kepada masyarakat.

Hal ini dikarenakan suatu pelestarian lingkungan akan lebih berdampak jika masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi yang diberikan oleh alam dan lingkungan melalui pengelolaan yang bertanggungjawab. Untuk itu, program pendidikan lingkungan hidup memang seharusnya diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat.

“Aktivitas jelajah wisata yang kita lakukan dengan berjalan kaki ini selain dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata juga sebagai upaya untuk semakin memperhatikan dan mempedulikan lingkungan sekitar,” kata Sri Purnomo.

Mengingat tujuan kegiatan ini adalah untuk menikmati keindahan alam dan menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian kita kepada alam lingkungan. Marilah kita pertahankan prestasi-prestasi lingkungan yang telah diraih baik oleh masyarakat, institusi-institusi pendidikan maupun pemkab Sleman.

Sedangkan Kepala Dinas Budpar Ir AA Ayu Lakmidewi TP MM menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut antara lain  sebagai sarana untuk lebih menggairahkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor andalan di DIY, juga untuk lebih meramaikan kembali dan mempromosikan desa wisata yang ada di wilayah Turi, utamanya  kawasan desa wisata Pulesari. Serta  sebagai sarana  rekreasi sekaligus olah raga  yang menarik bagi warga masyarakaat dari berbagai kalangan, sehingga dapat meningkatkan kesehatan, kebugaran dan memupuk sportifitas/disiplin.

Sehingga diharapkan dengan kegiatan jelajah wisata dapat meningkatkan kesadaaean masyarakat untuk mencintai dan ikut melestarikan alam dan lingkungan. Lebih lanjut disampaikaan Ayu bahwa rute jelajah wisata tersebut menyusuri wilayah kecamatan Turi dengan menempuh jarak 9 km dengan memperebutkan  door prize utama sepeda motor dan beberapaa pendukungh lainnya.