Pasca Longsor, Obyek Wisata Kaliurang/Tlogo Putri Tidak Ditutup

Sleman – Terkait longsor di kawasan Tlogo Putri Kaliurang yang terjadi Selasa (11/10) malam, kawasan obyek wisata Kaliurang Tlogo Putri tidak ditutup. Sehingga pengunjung wisata Kaliurang pada hari Kamis (13/10) tetap bisa menikmati keindahan obyek wisata tersebut.

“Tidak ditutupnya kawasan Kaliurang/Tlogo Putri pasca longsor  terungkap saat rapat koordinasi di Posko Utama Pakem Kamis(13/10). Hadir pada pertemuan tersebut antara lain dari BPBD Sleman, Balai TNGM Jogja, PDAM Sleman, Dinas SDAEM Sleman, Kepala Desa Hargobinangun Pakem, Kepala Desa Umbulharjo Cangkringan dan pejabat terkait lainnya,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti, Kamis (13/10).

Dikatakan Sri Winarti, sebelumnya memang ada berita jika obyek wisata Kaliurang ditutup dan itu tidak semuanya benar. Memang diakui Sri Winarti, infornmasi dari pihak TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) Jogja bahwa yang ditutup hanya  Obyek Wisata Alam Muncar di Air Terjun karena terjadi longsor.

“Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan semata-mata untuk keselamatan pengunjung,” kata Sri Winarti.

Sedangkan terkait Air bersih yang bersumber dari  mata air di sekitar Kaliurang yang berdampak putusnya saluran air/peralon milik PDAM Sleman yang berakibat terganggunya pelanggan PDAM, mulai Kamis ini sudah normal kembali, hanya debitnya memang belum maksimal, direncanakan Kamis sore ini sudah normal seperti semula hingga konsumen tidak perlu kawatir.

Sedangkan longsor yang terjadi di  tebing sisi barat jembatan Plunyon Kali Kuning selebar 5 meter dengan tinnggi 18 meter saat ini sudah dilakukan perbaikan dengan membersihkan  material longsoran dan alur sungai tidak tertutup material longsoran dan untuk irigasi tidak terganggu.

Sementara longsor yang terjadi di Kaliurang ada 3 lokasi yaitu longsor di area wisata air terjun muncar dan oleh TNGM memang ditutup untuk sementara waktu, Untuk longsor di area wisata arah Pronojiwo ada 4 titik, dan longsor diatas bekas kolam renang Tlogo Putri ada 1 titik.

“Dari beberapa titik longsor tersebut saat ini sudah dilakukan pembersihan material longsoran,” tutur Sri Winarti.




Sleman Miliki Obyek Wisata Baru

Lava Bantal BerbahSleman – Beragam objek wisata baru mulai bermunculan di Kabupaten Sleman. Antara lain bukit Sunrise Sumberwatu Kecamatan Prambanan, situs Lava Bantal Kecamatan Berbah, Monumen Plataran Selomartani Kecamatan Kalasan, Blue Lagoon di Kecamatan Ngemplak dan wisata sepeda di Turi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman , Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM  mengatakan, munculnya objek wisata baru itu tak lepas dari peran dan kreativitas masyarakat sekitar. 

“Dulu orang tidak peduli dengan situs Lava Bantal. Tapi setelah ditetapkan sebagai situs Geoheritage, kini oleh masyarakat dijadikan obyek wisata,” kata Ayu, Minggu (15/3).

Menurut Ayu, Lava Bantal yang merupakan produk dari gunung api purba tersebut kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Hal itu tak lepas dari peran masyarakat sekitar yang mau mengelola situs tersebut. Selain dikelola, ternyata obyek tersebut juga mampu menjadi sumber perekonomian bagi masyarakat itu, Ayu menjelaskan bukit sunrise Sumberwatu ialah sebuah bukit yang lokasinya tidak jauh dari candi Ratu Boko. Potensi alamnya cukup menarik untuk dikunjungi terlebih saat matahari terbit. Sedangkan Blue Lagoon ialah wisata air yang berada di Desa Widodomartani Ngemplak.

“Tak mau kalah, sebuah desa wisata yang ada di Kecamatan Turi juga menyajikan wahana menarik yakni berpetualang dengan sepeda. Sedangkan monumen plataran ialah monumen peninggalan sejarah perjuangan,” jelasnya.




Pasar Prambanan Akan Dikembangkan Sebagai Obyek Wisata

Sleman – Pembangunan tahap pertama rehab pasar Prambanan telah dimulai tahun 2013 lalu. Saat ini telah terbangun satu blok yang dulu sebagai pasar burung di sebelah selatan, bangunan ini telah menelan anggaran sebesar Rp8 miliar lebih dari APBD Provinsi Rp4,7 miliar dan Kabupaten.

Rencana ke depan pasar Prambanan yang mempunyai luas sekitar meter persegi tersebut, akan dibuat tiga lantai dengan beberapa kelengkapan di antaranya akan dibangun taman kuliner yang menjajakan makanan di lantai 3 dengan view yang sangat mempesona.

Yaitu sebelah utara Gunung Merapi, dan candi Prambanan sesekali terlihat pesawat terbang melintas, sebelah timur langsung ke stasiun kereta api Prambanan, dan sebelah selatan Candi Boko. Disamping itu juga dibangun fasilitas umum seperti Mushola dan MCK.

Pembangunan tahap kedua ini akan merelokasikan pedagang sebelah bangunan yang baru akan dipindah ke pasar hewan yang sekarang digunakan untuk pasar ayam di sebelah barat Pasar induk sekitar bulan Mei.

Hal ini disampaikan Nia, Kasi pengembangan Dinas Pasar Kabupaten Sleman didampingi staf dan pengurus paguyuban Pasar Prambanan saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Kamis (6/3).

Samsul Bakri, SE. MM Ketua Komisi B didampingi anggota Komisi, Jaka Purwanta, Subandi, Farchan Hariem, SE dan Endri Nugaraha mengatakan, bahwa dengan dibangunnya pasar Prambanan ini diharapkan tetap terjaga stabilitas pedagang sampai pada relokasi pada tempat penampungan sementara jangan sampai pedagang merasa dirugikan.

Sementara Sigit, Wakil paguyuban pasar Prambanan, didampingi Pengurus Zainudin Ketua dan Sulistyo Sekretaris, dalam keterangannya mengatakan bahwa pedagang yang jumlahnya sekitar 600 orang, sedangkan yang menjadi prioritas adalah pedagang lama.

Menurut keterangannya pedagang sebagian besar dari luar prambanan mencapai 60%, sedangkan warga Prambanan hanya sekitar 10%.