Batik Parijoto Salak, Oleh-Oleh Libur Lebaran

Sleman – Libur Lebaran kali ini banyak dimanfaatkan para pemudik untuk berwisata dan berburu oleh – oleh. Jika ingin mencari oleh-oleh khas Sleman yang berbeda dan menarik, ada alternatif lain cobalah datang ke Dusun Plapangan Desa Pandowoharjo Sleman. Di dusun yang tak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sleman ini, pemudik bisa mendapatkan batik bermotif sinom parijoto salak karya Kelompok Batik Ayu Arimbi.
Motif karya warga Pakem yang menjadi pemenang lomba desain batik Sleman tahun 2012, Susilo Radi Yunianto, tersebut memang terinsipirasi tanaman parijoto, tanaman dedaunan yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan. Adapun perajin yang mengupayakan kerajinan ini ialah kumpulan ibu-ibu rumah tangga di Plapangan. Di lokasi tersebut, tersedia batik cap dan tulis yang dapat menjadi pilihan.
“Kalau batik tulis itu lama dan harganya lebih mahal. Batik cap lebih terjangkau masyarakat,” kata Sri Arumiyati, Ketua Kelompok Batik Ayu Arimbi, Kamis (31/7). Meski hanya batik cap, Sri menjamin konsumen akan menemukan keunikan tersendiri. Coletan warnanya membedakannya dengan batik cap pada umumnya. Prosesnya pun hampir mirip dengan batik tulis, seperti beberapa corak yang harus diperjelas dengan lilin sebelum diwarnai.
“Itu biar memberikan warna lain pada coletannya,” tambah Tatik Susilowati, wakil ketua Kelompok Batik Ayu Arimbi. Selama ini lanjut Sri, tak ada strategi khusus dalam promosi produk kelompok binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Sleman tersebut. Mereka hanyamengandalkan pameran yang disele Hanya melalui pameran-pameran yang diselengarakan Pemkab Sleman. Namun, ternyata itu sangatmenguntungkan. Batik sinom parijoto salak itu jadi favorit pejabat Pemkab Sleman sebagai oleh-oleh bagi tamu luar daerah. “Jadinya produk ini sudah sampai luar Jawa. Ada yang ke Kalimantan, Bali, dan Padang,” tutur Sri.
Dalam sehari, Sri mengatakan kelompoknya mampu membuat batik cap sebanyak 8 lembar dengan ukuran masing-masing 2,5 meter. “Kalau cuma warna dasaran, bisa 50 lembar per hari. Kalau batik tulisnya lama, bisa satu bulan cuma selembar,” ungkap Sri. Batik-batik karya ibu-ibu di Plalangan ini bisa cukup terjangkau untuk masuk daftar oleh-oleh liburan di Jogja. Batik cap dijual dengan kisaran harga Rp hingga Rp per lembarnya. Batik tulis dijual mulai Rp . “Sangat terjangkau karena batik tulis bisa mencapai jutaan rupiah setelah masuk butik,” tambah Sri.