KID DIY Lakukan Visitasi ke Sleman Guna Cek Kesesuaian

Sleman- Sebagai tindak lanjut dari proses penganugerahan badan publik terkait standar pelayanan informasi publik, Komisi Informasi Daerah (KID) DIY melaksanakan visitasi ke 8 badan publik di Sleman, Senin (11/9).

Sebelum sampai di tahap visitasi ini, Suharnanik Listiana, selaku Komisioner KID DIY mengakui bahwa setiap badan publik harus melalui tiga tahapan. “Pertama adalah self assessment, yang kedua adalah verifikasi website, yang hari ini adalah visitasi. Ini adalah proses akhir,” jelasnya saat ditemui di sela-sela visitasinya di Dinas Kominfo Sleman.

Adapun tujuan dari visitasi ini disampaikan oleh Nanik adalah untuk melakukan penilaian kesesuaian antara pengisian self assessment questioner dan yang ada di website dengan kenyataan di lapangan. “Apakah itu sesuai dengan kondisi yang ada di badan publik ataukah tidak,” tutur Nanik.

8 badan publik yang divisitasi ini dibagi menjadi 3 kategori. Pertama, PPID Pembantu Kabupaten/Kota yang mana di Pemda Sleman ada tiga, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), dan Dinas Kominfo. Sementara untuk kategori kedua adalah kategori kecamatan, yang mana ada 4 kecamatan yang lolos, yakni Kecamatan Godean, Kecamatan Depok, Kecamatan Ngemplak, dan Kecamatan Ngaglik.

“Kita lakukan hari ini di Godean, besok kita lakukan visitasi di 3 kecamatan lain, yaitu di Depok, Ngemplak, dan juga Ngaglik,” terang Nanik.

Nanik menambahkan, bahwa di Sleman ada satu kategori lagi yang menjadi tujuan visitasi KID DIY, yaitu Bank Sleman. “Bank Sleman ini adalah PPID Mandiri,” tambah Nanik.

Rakhmat Sutopo, yang juga menjabat sebagai Komisioner KID DIY menunjukkan apresiasi atas perkembangan Sleman pada pemeringkatan PPID ini. “Perbandingan dari tahun kemarin, Sleman perkembangannya termasuk luar biasa. Sebelumnya jumlahnya tidak begitu banyak tapi sekarang banyak,” ungkap Sutopo.

Sutopo berharap melalui penilaian ini dapat diketahui peningkatan dari tahun sebelumnya sehingga dapat lebih ditingkatkan lagi di tahun berikutnya. “Mudah-mudahan hasilnya memuaskan,” tambah Sutopo.

Lebih lanjut disampaikan, setelah proses visitasi berakhir, tim penilai akan mengumpulkan penilaian dari semua badan publik baru kemudian mengumumkan badan publik mana yang menjadi pemenang nominator.

“Setelah itu, kita akan melakukan penganugerahan yang rencananya di bulan Oktober, langsung dengan Gubernur,” beber Nanik.




Kantor Arsip Daerah Menjadi OPD Terbaik Sleman Tahun 2014

Sleman – Disaksikan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi dan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwinarno sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sleman menerima apresiasi atas keberhasilannya dalam memberikan kinerja terbaik tahun 2014 yang lalu. 

Hasil penilaian kinerja OPD 2014 ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 80.3/ tentang Hasil penilaian Kinerja Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2014 dan menetapkan 3  terbaik. Pengumuman pemenang dilakukan pada Rapat Koordinasi Pimpinan yang diselenggarakan pada Rabu (23/12) di Aula Lantai III sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

“Berdasarkan SK Bupati tersebut ditetapkan tiga OPD terbaik. Peringkat pertama diraih oleh Kantor Arsip Daerah di bawah kepemimpinan Retno Susiati SH MM,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti di Sleman, Minggu (27/12).

Sementara menurut Sri Winarti,  peringkat kedua diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah yang dikepalai oleh Drs Iswoyo Hadiwinarno yang saat ini juga  menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman. Sedangkan peringkat terbaik ketiga diraih oleh Satuan Polisi Pamong Praja dibawah kepemimpinan Drs Joko Supriyanto MSi.

“OPD yang meraih terbaik I, II dan III mendapatkan penghargaan berupa throphy, piagam dan notebook,” katanya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengumuman hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 96/ tentang hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Tahun 2015.

Peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Berbah dengan nilai , peringkat kedua diraih oleh Kecamatan Sleman dengan nilai 497,438 sedangkat Peringkat Ketiga diraih oleh Kecamatan Minggir dengan total nilai 497,075. Ketiga kecamatan tersebut memperoleh throphy bergilir, piagam penghargaan dan barang penunjang pelayanan.




Selama Cuti Bersama OPD Diminta Optimalkan Pelayanan Publik

Sleman – Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengeluarkan Surat Edaran tentang pengoptimalan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelayanan publik selama libur nasional dan cuti bersala Lebaran 2015. Dalam suratnya yang menunjuk Surat edaran Bupati Sleman no061.2/02681/BKD tanggal 28 November 2014 perihal libur nasional dan cuti bersama.

“Dalam surat edaran Sekda kepada Kepala OPD di Sleman diminta mengoptimalkan pelayanan publik selama cuti bersama bagi OPD dan Unit Pelayana Teknis (UPT) penyelenggara pelayanan publik,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Selasa (14/7).

Menurut Sri Winarti, kepala OPD dan UPT agar mengatur jadwal pelayanan (waktu dan petugas) dan mempublikasikan melalui papan pengumuman di kantor masing©masing instansi atau melalui website. Selain itu juga menangani permasalahan pelayanan publik yang penting dan  mendesak selama libur nasional dan cuti bersama sebaik – baiknya sesuai kewenangan, tugas dan tanggungjawab masing – masing OPD atau melaporkan hal – hal yang strategis kepada Bupati pada kesempatan pertama.

“Pemerintah Kecamatan agar mengkoordinasikan pemerintah desa untuk menyesuaikan penyelenggaraan pelayanan publik selama libur nasional dan cuti bersama,” kata Sri Winarti.

Sementara lanjut Sri Winarti, RSUD Sleman juga telah mengeluarkan surat edaran untuk karyawan rumah sakit agar menyesuaikan liburnya. Dalam suratnya Direktur RSUD Sleman, dr Joko Hastaryo MKes menyebutkan bagi unit/satuan kerja organisasi yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan mencakup kepentingan masyarakat luas agar mengatur penugasan pegawai sehingga pemberian pelayanan kepada masyarakat tetap berjalansebaagaimana mestinya.

Sehubungan dengan hal tersebut hari libur bagi pegawai RSUD Sleman (bagi pegawai non shif) diatur tanggal 17 dan 18 juli 2015 libur Idul Fitri, kemudian tanggal 20 Juli 2015 cuti bersama. Bagi pegawai yang bertugas jaga 24 jam/shif sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.