Operasi Katarak Untuk Tingkatkan Kwalitas Hidup Lansia

Pasien Mendaftarkan DiriSleman – Dalam rangka rangkaian kegiataan hari jadi Kabupaten Sleman Ke-100 atau satu abad  Panitia Hari jadi mengadakan  kegiatan bakti sosial operasi katarak di RS UGM bagi warga Sleman yang kurang mampu dengan jumlah pendaftar sebanyak 80 orang bekerja sama dengan RSU UGM, Perdami ( Persatuan Dokter  Mata Indonsia ), Minggu (15/5).

Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Drs H Mardiyana, kegiatan Bakti Sosial  operasi katarak merupakan salah satu kegiatan untuk memeriahkan dan menyemarakan peringatan hari jadi ke-100 tahun Kabupaten Sleman.

Bahwa bakti sosial untuk melaksanakan operasi katarak bagi warga Sleman  merupakan upaya meningkatkan usia harapan hidup serta kualitas hidup masyarakat, karena tingginya tingkat usia harapan hidup di Kabupaten Sleman akan berimplikasi terhadap tingginya jumlah lansia  sehingga meningkatnya penderita penyakit katarak yang muncul seiring bertambahnya usia tidak bisa dihindarkan.

Melalui operasi katarak ini diharapkan dapat membantu penderita katarak akan lebih maksimal dan  optimal untuk melakukan kegiatan sehari hari, bekerja dan berkarya mewujudkan kesejahteraan  diri dan keluarga.

Kegiatan ini  merupakan rasa syukur Pemerintah Kabupaten Sleman telah mencapai usia 100 tahun atau  satu abad. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah Kabupaten Sleman untuk dapat meringankan beban  kebutuhan  masyarakat yang kurang mampu.

Target peserta yang akan dioperasi  50  orang, namun jumlah pendaftar telah mencapai 80 orang setelah mendapatakan pengamatan, perawatan serta pengobatan oleh dr RS UGM pada saat pembukaan ada 23 orang  siap dioperasi,  jumlah ini terus bertambah seiring masih banyaknya antusias penderita katarak yang  mendaftar.




25 Orang Ikut Operasi Katarak Gratis

Operasi KatarakSleman – Sebanyak 25 orang mendapatkan fasilitas operasi katarak gratis  di Puskesmas Mlati II Sleman, Kamis (29/10). Kegiatan ini dikemas dalam Bhakti Sosial dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-51 tahun 2015.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes sebenarnya warga masyarakat yang mengikuti screening ada 239 namun yang mampu ditangani di Puskesmas Mlati II hanya 25 orang dan sisanya perlu penanganan lebih lanjut untuk di rujuk di rumah sakit.

Dikatakan Linda, kegiatan bhakti sosial operasi katarak ini juga didukung oleh Yayasan Bhakti Jogja dan Perumnas, serta Perdami (Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia) Cabang Jogja.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan uang tunai dari Yayasan Bhakti Jogja dan Perumnas masing sebesar Rp 5 juta kepada Perdami yang diterima dr Agus Supartoto. Serta penyerahan hibah kepada Puskesma Mlati II berupa 3 unit AC 1 dalam kesempatan ini Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi,  Ketua Yayasan Bhakti Jogja Djoko Sidif Permono beserta jajaran pengurusnya, Imam Djoko Putranto Manajer Perumnas Cabang Jogja.

Sementara Gatot menyampaikan kegiatan Bhakti sosial berupa Operasi katarak, merupakan salah satu kegiatan untuk memeriahkan dan menyemarakkan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke  51 tahun 2015. Penyelenggaraan kegiatan ini, merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terhadap para masyarakat khususnya penderita katarak.

Dengan terbebasnya dari katarak, maka diharapkan penderita katarak akan lebih maksimal dan optimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bekerja dan berkarya mewujudkankesejahteraan diri dan keluarga. Yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Sleman.

Dikatakan Gatot, operasi katarak adalah salah satu upaya untuk mengatasi katarak. Namun masalahnya adalah operasi katarak merupakan tindakan medis yang memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang mungkin sangat berat bagi masyarakat kurang mampu. Karena ini dengan kegiatan bhakti sosial operasi katarak gratis sangat membantu masyarakat.