Burung Hantu Serak Jawa Cegah Hama Tikus

Cangkringan – Kawasan studi dan konservasi Burung Hantu Serak Jawa ini terletak di Dusun Cancangan Wukirsari Cangkringan Sleman. Kawasan ini dibangun untuk mempelajari bersama tentang Burung Hantu Serak Jawa (Tyto Alba) yang berfungsi untuk pengendalian hama tikus di sawah.

Dusun Cancangan menggunakan Burung Hantu Tyto Alba untuk pengendalian hama tikus sejak tahun 2013. Saat itu banyak petani di Dusun Cancangan yang mengeluhkan tanaman padinya diserang hama tikus. Ini berakibat pada hasil panen yang hanya berkisar 15-20 % saja.

Setelah 2 tahun menggunakan Burung hantu Serak Jawa sebagai pengendali hama, petani dapat menikmati hasil panen padinya meningkat yakni mencapai kisaran 80-90 %.

Dusun Cancangan dengan Kelompok Tani Margo Mulyo yang diketuai Bavit Margo Utomo mulai banyak dikunjungi dari beberapa daerah dan perguruan tinggi guna belajar dan ikut mengamati keberadaan dan manfaat Burung Hantu Tyto Alba. Bahkan dari Thailand dan Singapura juga pernah melakukan penelitian mengenai pengendalian hama tikus di Dusun Cancangan ini. (Bavit M U)




Kartu Tani Atasi Masalah Terkait Pertanian

Ngaglik – Kita semua telah masuk era digital untuk itu semua harus bisa mengikuti perkembangannya. Kini semua pelayanan satu demi satu sudah memanfaatkan elektronik. Termasuk para petanipun sudah harus melek elektronik karena ke depan sudah serba digital, mau tidak mau, suka tidak suka harus menggunakannya.

Seperti yang dilakukan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto yang menyerahkan Kartu Tani untuk para petani Desa Sukoharjo pada Senin (9/10) di Aula Balai Desa Sukoharjo Ngaglik.

Para petani diberikan Kartu Tani tujuannya tidak lain untuk mempermudah cara bertransaksi termasuk pencairan bantuan dari pemerintah dan kredit perbankan termasuk mencari pupuk melalui koperasi atau melalui kelompok tani. Diharapkan dengan kartu tani ini, para petani bisa mengakses terkait persoalan pertanian mulai pembibitan sampai panen.

Namun karena ini hal yang baru maka perlu pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkesinambungan, baik keuntungan dan kerugian pemakaian kartu ini. Lebih lanjut, para penerima kartu tani mengucapkan terima kasih karena para petani sudah terbantu dengan kartu tani ini.

Para petani berharap kartu ini bisa memperlancar usaha taninya mulai dari pembibitan sampai pasca panen termasuk penjualan dan pemasarannya di lapangan.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman menyampaikan selamat telah menerima kartu tani ini. Semoga bermanfaat dan menambah semangat baru dalam bertani sehingga produksi pertaniannya dapat meningkat. (Suripto)

 




Bupati Panen Perdana Mina Padi di Berbah

Bupati Sleman Panen IkanSleman – Kelompok Tani Ikan (KTI) Mino Rukun Tegaltirto Berbah patut berbangga dengan hasil panen padinya. Kalau selama ini mereka hanya panen padi namun saat ini para petani selain panen padi juga panen ikan nila. Hal itu terjadi saat panen perdana Minapadi, Selasa (2/8) yang dihadiri oleh Bupati Sleman, Dandim Sleman, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman.

Edi Susanto, Ketua KTI Mina Rukun menyampaikan lahan yang dipakai untuk mina padi saat ini 1 ha dengan menyewa tanah kas desa. Setelah dikurangi untuk kolam lahan yang bisa ditanami padi 6,5 dari namun segi hasil padi tidak berkurang, semakin mentes dan anaknya semakin banyak, masih panen ikan juga. Beras yang dihasilkan menjadi beras organik dengan harga lebih tinggi.

Dua keuntungan yang didapat yakni panen padi sekaligus panen ikan. Diakui dari segi modal agak mahal tapi final keuntungan cukup menggiurkan. Rata rata per ha Rp 50 juta. Biaya produksi per ha sekitar Rp 40 juta. Jenis padi 64, ciherang padi tahan air. Dari hasil ubinan yang dilakukan bisa mencapai 6,8 ton/ha untuk ikan nila mencapai 3,9 ton per ha.

Sementara itu Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI  mengaku bangga dengan petani yang  bekerja keras, terus berinovasi dan terus mengembangkan usaha pertanian diwilayah masing-msing sehingga tidak perlu mencari nafkah diluar daerahnya.

“Ketahanan pangan di Sleman diupayakan bareng-bareng untuk terus mempertahankan produktitas beras. Mina padi yang telah dilaksanakan di wilayah Sleman Barat dan Sleman Utara cukup berhasil sehingga wilayah Berbah yang memiliki sumber air cukup juga dikembangkan untuk mina padi,” kata Sri Purnomo.

Diharapkan kepada petani budidaya mina padi ini dapat dikembangkan berkelanjutan, karena keuntungan ganda yang didapat yakni bisa panen padi dengan kualitas organik yang saat ini digemari masyarakat dengan harga yang cukup tinggi serta panen ikan yang dapat meningkatkan gizi masyarakat.

Panen padi ditandai dengan panen ikan nila terlebih dahulu oleh Bupati Sleman, Dandim Sleman Letkol Armd DJoko Sujarwo serta Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir Widi Sutikno MSi. Dilanjutkan dengan menyusuri pematang sawah untuk melakukan panen padi menggunakan tresor (alat berat pemanen padi) maupun dengan cara manual dengan arit.