Lakukan Inovasi, PDAM Sleman, Produksi Air Minum Kemasan

IMG_9951Sleman – Menjawab kebutuhan air minum ditengah masyarakat yang semakin meningkat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman melakukan soft launching Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Sabtu (5/11) di Kantor PDAM Sleman bersamaan Puncak Acara Bulan Bakti PDAM Sleman.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang melaunching produk baru PDAM tersebut menyampaikan bahwa AMDK PDAM bermerk DAXU. Pemilihan nama DAXU sebagai merk brand air kemasan bukan tanpa alasan, menurutnya merk tersebut merupakan kepanjangan ‘Dari Air Kaliurang’ dan sumber air yang digunakan memang diambil dari wilayah Kaliurang.

“Harapannya dengan nama tersebut bisa mendukung branding  Kabupaten Sleman karena Kaliurang berada di wilayah Sleman. Kedepan kami juga akan mendukung langkah PDAM dalam pemasaran air kemasan ini dilingkup Pemkab Sleman,” kata Sri Purnomo.

Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwanta SE MM mengatakan bahwa AMDK yang diberi merk DAXU tersebut ditargetkan memproduksi 20 hingga 25 ribu karton pada produksi tahun pertamanya.

“Kami memproduksi empat jenis AMDK yaitu cup, botol ukuran 330ml dan 600 ml, serta galon. Khusus untuk target kami tersebut untuk produksi kemasan cup dan botol 330 ml yang kami pasarkan dalam karton isi 48 cup, sementara untuk lingkungan sendiri,” kata Dwi.

Disampaikan Dwi  bahwa untuk pemasaran sendiri rencananya dalam jangka waktu satu hingga dua tahun kedepan masih dilingkup lokal Kabupaten Sleman, namun tidak menutup kemungkinan jika permintaan pasar meningkat maka PDAM akan meningkatkan produksi dan melakukan ekspansi keluar wilayah Kabupaten Sleman.

“Kami berharap proses perizinan selesai tahun depan. Sementara kami hanya memproduksi cup dan botol karena kedua produk tersebut potensial di pasarkan di lingkup instansi Pemkab Sleman. Untuk kemasan galon rencananya akan kami produksi tahun depan,” kata Dwi.

Persaingan kompetitor yang semakin ketat dari brand lain dalam bisnis air mineral tidak menjadi ancaman. Pasalnya Dwi menilai hadirnya DAXU sebagai brand baru air mineral kemasan ditengah masyarakat merupakan bentuk sinergi pemenuhan kebutuhan air minum yang semakin meningkat sehingga masyarakat secara fleksibel bebas memilih brand air kemasan yang tersedia saat ini.

Namun pihaknya yakin dengan harga, kualitas, dan pelayanan yang kompetitif didukung dengan jumlah pelanggan PDAM Sleman mencapai unit terdiri dari instansi, rumah tangga, kran umum, dan sosial yang tersebar di 16 Kecamatan se Kabupaten Sleman, produk air kemasan tersebut dapat diterima masyarakat.

“Produk AMDK kami hadir sebagai mitra brand yang sudah ada dipasaran sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat,” jelas Dwi.

Dalam acara soft launching tersebut juga diadakan acara jalan santai dan pemberiaan bantuan bibit pohon pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.  Dwi menambahkan bahwa bantuan bibit pohon tersebut sebagai langkah nyata PDAM Sleman dalam usaha konservasi air di Kabupaten Sleman.

Menurutnya kelestarian air di Sleman perlu dijaga karena Sleman sebagai daerah resapan yang menjadi penyangga air bagi wilayah Kota Yogyakarta.




50 Orang Ikut Donor Darah Hari Jadi PDAM Sleman

Donor DarahSleman – Menyongsong hari jadi PDAM Kabupaten Sleman ke 23 tahun 2015 di halaman kantor PDAM Sleman diadakan donor darah, Kamis (29/10). Kegiatan ini selain diikuti karyawan PDAM beserta keluarga juga diikuti PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman serta masyarakat umum.

Sekda Sleman dr Sunartono MKes yang juga Ketua PMI Sleman juga turut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan ini. Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 75 orang dan berhasil diambil darahnya sebanyak 50 orang.

Kegiatan ini menurut Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat dalam bentuk donor darah dan memberikan kesempatan pada karyawannya maupun masyarakat umum untuk ikut dalam aksi donor darah yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat lain.



Hadapi Kemarau PDAM Sleman Mulai Siapkan Sumber Air Cadangan

Sleman – Mendekati musim kemarau yang akan datang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman telah menyiapkan sejumlah sumber air. Hal tersebut dilakukan untuk menyukupi suplai air di beberapa wilayah yang rawan kekeringan.

Demikian dikatakan Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata SE MM, kemarin. Menurut Dwi,  selain menyukupi kebutuhan masyarakat di daerah rawan kekeringan, rencana tersebut bertujuan untuk menjaga suplai air selama kemarau. Pasalnya, sejumlah sumber air utama seringkali mengalami penurunan debit.

Dikatakan Dwi, Daerah rawan kekeringan antara lain Gamping dan Prambanan. Kedua wilayah ini sulit mengakses air dari sumber saat musim kemarau. “Untuk itu menjadi prioritas,” tutur Dwi.

Ditambahkan pula bahwa selain sumber air di Umbul Wadon, selama musim hujan pihaknya juga telah mempersiapkan sumber air di antaranya Embung Tambak Boyo di Depok dan Embung Bedog di Godean. Selain itu PDAM Sleman juga akan memanfaatkan resevoir (bak penampungan) Tambak Rejo, Tempel dengan kapasitas 50 meter kubik dan sumur dalam di wilayah Ngaglik yang memiliki debit sebesar 70 liter per detik.

Sumber air ini dapat dimanfaatkan selama musim kemarau sehingga dapat menjangkau wilayah Gamping. Sedangkan untuk wilayah Prambanan terutama di perbukitan, akan disuplai dengan cara droping air di bak-bak penampungan yang telah tersedia.

Diungkapkan Dwi  setiap musim kemarau PDAM Sleman mengalami penurunan kapasitas air sekitar 10 hingga 15 persen. Namun dengan adanya sumber air cadangan tersebut, kebutuhan suplai air ke pelanggan diklaim dapat terpenuhi.

“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan sejumlah embung untuk dijadikan sumber air alternatif. Namun embung yang akan dimanfaatkan harus memiliki debit air yang stabil saat musim kemarau sehingga tidak mengganggu kebutuhan warga yang sudah terlebih dahulu memanfaatkan sumber tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Aji Wulantara SH mengatakan dalam menghadapi musim kemarau, pihaknya sudah memetakan sumber air mana saja yang dapat dimanfaatkan warga. Saat ini Sleman memiliki 189 sumber air baik berupa embung maupun tuk yang tersebar secara merata di 17 kecamatan.

“Dalam pemanfaatannya ada yang sudah dikelola oleh Pemkab Sleman melalui PDAM maupun organisasi pengelola air yang dijalankan oleh masyarakat secara langsung,” paparnya.