Lomba Film Dokumenter dan Cerdas Cermat bagi Pelajar Sleman

Sleman – Untuk menumbuh kembangkan rasa kecintaan dan kepedulian pada lingkungan bagi generasi muda khususnya pelajar SMA, SMK dan MA di Kabupaten Sleman, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sleman menyelenggarakan dua lomba sekaligus yakni Lomba Pembuatan Film Dokumenter Bidang Lingkungan Hidup dan Lomba Cerdas Cermat Bidang Lingkungan Hidup, Selasa (7/3).

Menggandeng Dinas Pendidikan, Balai Pendidikan Menengah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, lomba-lomba ini diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sleman untuk mengenalkan lingkungan hidup di kalangan dunia pendidikan.

Lomba tersebut dimaksudkan untuk memacu siswa memahami lingkungan hidup, menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan hidup, sekaligus memberikan wadah berekspresi dan unjuk kemampuan kaum generasi muda di bidang pembuatan film dokumenter bidang lingkungan hidup.

Sebagai hadiah, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sleman menyiapkan hadiah berupa tropi, sertifikat dan uang pembinaan dengan total sebesar Rp ,- dan penyerahan hadiah akan disampaikan pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2017.

Peserta yang berminat bisa mendaftar di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Jalan KRT Pringgodiningrat Nomor 5 Beran Tridadi Sleman (Timur Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Telepon (0274) 868316, pada jam kerja (Senin-Jumat). Untuk lomba film dokumenter waktu pendaftaran dimulai sejak 6 Maret hingga 24 Maret 2017, sedangkan untuk Lomba Cerdas Cermat pendaftaran dimulai sejak tanggal 2 Maret s/d 16 Maret 2017.

Untuk informasi lebih lengkap maupun formulir pendaftaran bisa diperloleh di laman atau link sebagai berikut ***




Pelajar Sleman Deklarasikan Anti Politik Uang

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Rabu (12/8) menggelar sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman 9 Desember 2015. Sosialisasi itu ditujukan untuk kalangan guru Pendidikan Kewarga-Negaraan (PKN) SMA/MA dan SMK se Kabupaten  dan perwakilan siswa SMA/MA/SMK se Kabupaten Sleman. Bertempat di Kantor Bupati Sleman, para pelajar ini kemudian mendeklarasikan anti politik uang dan siap menjadi agen sosialisasi pelaksanaan Pilbup 2015.

Salah satu pelajar, Novan Julitusta kepada wartawan mengatakan, mereka ini merupakan pelajar yang baru pertama kali  mendapatkan hak pilih. Ia mengemukan, kalangan pelajar sangat mendukung pelaksanaan Pilbup tanpa politik uang.

“Para pelajar ingin Pilbup Sleman bisa menjadi percontohan sebagai Pilbup yang bersih, jujur dan berkualitas,” kata pelajar kelas XI SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, Depok, Sleman.

Menurut Novan, untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas, tidak bisa jika calon pemimpin itu naik kalau melalui politik uang. Novan juga mengungkapkan, kalangan generasi muda saat ini berharap pemimpinnya adalah yang tidak korupsi, yang amanah dan yang sanggup memajukan Sleman.

Sebagai bagian dari generasi muda, tambahnya, pelajar harus berani menolak politik uang. Tidak hanya itu, tambahnya kalangan pelajar di Sleman terutama yang akan menjadi pemilih mula ini akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara luas.

Sementara Komisioner KPU Sleman Wino Wardhana menjelaskan, para pelajar ini perlu mengetahui secara tepat dan benar tentang Pilbup. Dengan memahami secara tepat dan benar, pelaksanaan Pilbup akan terus membaik dan KPU Sleman bisa meningkatkan partisipasi pemilih.

“Paling tidak seperti pada Pilpres lalu, yang mana tingkat partisipasi pemilih mencapai 80 persen,” katanya.

Sedang Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi mengatakan, selain pelajar, KPU memandang para Guru PKN memiliki peran strategis untuk menyukseskan pelaksanaan Pilbup Kabupaten Sleman.

Menurut dia, para Guru PKN akan menjadi nara sumber bagi para siswanya yang ingin memahami tentang penggelaran Pemilu termasuk Pilbup.

“Karena itu, Guru PKN harus mendapat pemahaman yang cukup agar bisa memberikan penjelasan kepada para siswanya,” katanya. Karena itu yang diundang bukan Guru Matematika, Fisika atau yang lain.

“Guru PKN-lah yang bersentuhan langsung dengan pengertian Pilbup,” jelas Ahmad Shidqi.

Ahmad Shidqi menambahkan, para Guru PKN ini juga akan menjadi sasaran bertanya ketika berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Tanpa bekal pemahaman yang memadai, lanjutya dipastikan tidak akan mampu memberikan penjelasan yang sesuai.

“Harus dipahami pula bahwa Pilkada tidak hanya pada tanggal sembilan Desember 2015. Tetapi ada serangkaian kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya dan kegiatan sesudahnya,” katanya.

Sosialisasi ini, katanya lagi juga untuk menjelaskan   tahapan-tahapan yang akan dilalui pada proses penggelaran Pilbup.