Turi Cegah Pelajar yang Ingin Bolos Sekolah

Turi – Senin (16/10) di wilayah Kecamatan Turi diadakan operasi anak sekolah yang membolos dan tidak mengikuti pelajaran. Para petugas terdiri dari Satpol PP Kabupaten Sleman dan Kecamatan Turi, Polsek Turi, serta Koramil Turi.

Adapun lokasi yang di sasar di Embung Turi, pertigaan ke Pakem dan tempat yang lain. Jumlah personil kurang lebih ada 15 petugas. Suwandi, Sekretaris Kecamatan Turi mengatakan, acara ini dalam rangka tindakan preventif. (Suharno)




12 Tim Ikuti Sepak Bola Pelajar

Tendang BolaSleman – Sebanyak 12 tim ikut sepak bola pelajar SMP, SMA dan SMK tingkat Kabupaten Sleman. Kejuaraan tersebut secara resmi dubuka di Stadion Tridadi Sleman, Senin (16/11) dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Drs Iswoyo Hadiwarno mewakili Bupati Sleman. Hadir pada acara tersebut Ketua Koni, Pengurus PSSI, Kadinas Pendididkan, Guru olah raga dan peserta lomba.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan pertandingan sepakbola pelajar tersebut diikuti oleh 6 Tim dari SMA/SMK  dan 6 Tim dari SMP. Untuk pertandingan Tim SMA/SMK di stadion Tridadi Sleman dan untuk Tim SMP bertempat di Lapangan Pendowoharjo, Sleman.

Pertandingan diselenggarakan setengah kompetisi, serta sudah diawali pertandingan pada tanggal 15 November 2015, Tim SMK Muh Moyudan VS SMK Diponegoro Depok dimenangkan SMK Diponegoro dari Depok 2-0.

Menurut Arif, tujuan pertandingan  sepak bola pelajar  SMP/SMA/SMK  ini untuk menyeleksi tim sepak bola Kabupaten Sleman baik SMP maupun SMA/SMK  untuk  mewakili kejuaraan tingkat Provinsi DIY. Sekaligus mencari bibit  atlet sepak bola yang handal serta  ajang silaturahmi  pelajar pemain sepak bola.

Sementara Iswoyo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olah raga ini seyogyanya merupakan media bagi para peserta untuk dapat menyalurkan dan menggali bakat serta potensi yang dimiliki serta menjadi ajang penempaan mental. Kegiatan ini juga menjadi media seleksi dan pembentukan calon-calon atlet khususnya pada bidang sepakbola, sekaligus menjadi media mempererat silahturahmi dan persaudaraan antar siswa sekolah di Kabupaten Sleman.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan saja, namun juga adanya kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna mempraktekkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh guna menambah pengalaman dan mema­tangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih,” kata Iswoyo.

Dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan maka men­tal para atlet akan terlatih dalam menghadapi berbagai tekan­an, baik dari lawan maupun para suporternya. Sehingga akan membentuk  mental yang kuat dan tangguh, maka seorang atlet akan le­bih fokus dalam menghadapi strategi lawan dan pertandingannya. Iswoyo mengharapkan kepada para pemain sepakbola agar dapat mempersembahkan performa terbaiknya dalam kejuara ini.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membuka peluang kesempatan yang lebih besar kedepannya. Dan  menghimbau kepada adik-adik peserta kejuaraan sepak bola tingkat Kabupaten Sleman untuk dapat menjaga nama baik sekolah masing-masing, mengingat adik-adik sekalian merupakan duta sekolah, bertandinglah secara sportif dan maksimal,” pesan Iswoyo.




BNN Sleman Galakkan Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Pelajar

Sleman – Generasi muda khususnya pelajar merupakan sasaran yang empuk bagi peredaran narkoba karena pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan. Untuk itu Badan Narkotila Nasional (BNN) Sleman menggalakan penyuluhan tentang narkoba dan bahayanya bagi pelajar SMP N 2 Kalasan, Jumat (13/3). Penyuluhan ini dilakukan oleh Kepala BNN Sleman, Drs Kuntadi beserta jajarannya.

Menurut Kuntadi penyelenggaraan kegiatan penyuluhan bahaya Narkoba bagi generasi muda khususnya bagi siswa-siswi SMP ini merupakan salah satu upaya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Perang terhadap narkoba perlu terus dilakukan, ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat, karena narkoba sudah merambah keseluruh penjuru wilayah Sleman, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dari perguruan tinggi hingga SD, dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat,” kata Kuntadi.

Melalui penyuluhan ini Kuntadi berharap semua siswa untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang narkoba dan bahayanya. Dengan harapan semua siswa dapat lebih waspada untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba dan membantu teman keluar dari penggunaan narkoba.

 Pelajar sebagai generasi muda, juga harus lebih aktif untuk sejak dini mengetahui bahaya narkoba baik melalui penyuluhan maupun dengan membaca-baca referensi tentang bahaya napza. Perlu diketahui bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba, yang pertama adalah faktor diri yaitu diantaranya adalah rasa keingin tahuan yang besar untuk mencoba, untuk bersenang-senang serta untuk bisa diterima dalam satu komunitas.

Sedangkan faktor kedua adalah faktor lingkungan, yaitu di antaranya keluarga yang bermasalah, pergaulan yang salam maupun kurangnya aktifitas/menganggur. Yang terakhir adalah faktor ketersediaan narkoba di lingkungan sekitar. Saat ini akses untuk memperoleh narkoba semakin mudah dengan jenis dan harga narkoba yang sangat beragam. Terlebih lagi masih banyak laboratorium gelap produsen narkoba yang belum terungkap.

“Faktor-faktor tersebutlah yang harus di waspadai,” tutur Kuntadi.

Ditekankan Kuntadi bahwa penyuluhan bagi kalangan siswa-siswi, karena penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda semakin marak. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya. Kuntadi juga mengingatkan agar para siswa tidak merokok karena merokok merupakan pintu awal bagi penyalahgunaan narkoba.

Sementara Kepala Sekolah SMP N 2 Kalasan, Nurul Wachidah mengatakan sekolahnya juga telah melakukan kegiatan penyuluhan narkoba maupun kesehatan pada umumnya kepada siswa melalui kader kesehatan remaja di sekolah maupun kegiatan penyuluhan tim UKS tiap hari Jumat. Sekolahnya saat ini ada 18 kelas terdiri dari 587 anak dan saat ini sedang menyiapkan untuk lomba sekolah sehat tingkat nasional sehingga kegiatan penyuluhan ini menjadi point tersendiri untuk menambah wawasan siswa tentang narkoba.

Guru kelas juga senantiasa menyisipkan kegiatan ini di setiap mata pelajaran dengan materi yang mudah dipahami oleh siswa sehingga benar-benar siswa dapat terhindar dari narkoba yang saat ini sedang marak peredarannya dikalangan generasi muda.