Perwakilan 7 Daerah Akan Meriahkan Pelangi Budaya Bumi Merapi

IMG_8684Sleman – Perwakilan dari tujuh daerah di Indonesia akan turut serta memeriahkan kirab Pelangi Budaya Bumi Merapi pada hari ketiga, Minggu (25/9) mendatang. Ketujuh  kontingen perwakilan luar daerah yang akan tampil di Sleman antara lain dari Riau, Lampung, Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, NTB dan Bali.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM di Sleman, Minggu (17/9). Dikatakan Ayu, masyarakat  dan wisatawan yang berkunjung ke Jogja akhir pekan di akhir bulan September 2016 ini bakal mendapat suguhan yang spektakuler.

Pemkab Sleman akan menggelar event budaya dengan tajuk “Pelangi Budaya Bumi Merapi”. Festival ini akan digelar selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat – Minggu, (23 – 25/9)  mendatang, di kompleks Pemkab Sleman.

Ayu menambahkan bahwa gelaran ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang sudah berada di jogja  ataupun bagi mereka yang merencanakan berkunjung ke Jogja.

Tahun ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan secara terpadu dari tiga event yang sebelumnya dilaksanakan tersendiri, yakni. Festival Kesenian Sleman, Bregada Prajurit, dan Kirab Pelangi Budaya.

“Dengan perpaduan ini diharapkan akan menjadi sajian fenomenal yang mampu menghadirkan pengunjung dan wisatawan untuk menikmati atraksi budaya di akhir bulan September ini,” kata Ayu.

Event yang dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat ‘Bumi Merapi’ yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat.

Pada hari pertama, Jumat (23/9) pukul WIB di Kompleks Gedung Serbaguna akan disajikan kegiatan berupa Festival Kesenian Sleman dengan format aneka pertunjukan yang diawali pada pukul WIB dengan pertunjukan kesenian jathilan dan reog.

Pembukaan secara resmi oleh Bupati Sleman pada pukul WIB, dilanjutkan dengan pementasan wayang bocah. Pada malam harinya mulai jam WIB dipentaskan gejog lesung, ande-ande lumut, kethoprak lesung, srandul, sampakan, langentoyo dan dadungawuk.

Di hari kedua, Sabtu (24/9) mulai pukul – WIB diawali dengan pertunjukan jathilan, dilanjutkan pukul – WIB dengan kirab festival bregada prajurit dengan start Lapangan Denggung dan finish di Lapangan Pemda. Pada malam harinya mulai pukul WIB di Gedung Serbaguna disajikan wayang suket, emprak, jeber juws, kethek ogling, dadungawuk, srunthul, sampakan.

Hari ketiga, Minggu (25/9)diawali pada pukul WIB di Panggung KRT Pringgodiningrat dipentaskan atraksi kesenian jathilan, orchestra serenade, tarian teatrikal, flashmop dilanjutkan dengan kirab pelangi budaya Bumi Merapi yang terdiri atas 50 kontingen seni budaya dari berbagai kalangan dan komuitas, 10 kelompok museum dan 7 kontingen perwakilan luar daerah.




Sleman Gelar Pelangi Budaya Bumi Merapi

IMG_0888Sleman – Dalam rangka untuk mengekspose dan menginternalisasikan potensi ragam budaya sekaligus untuk mempromosikan sektor pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman akan menggelar event budaya dengan tajuk “Pelangi Budaya Bumi Merapi”, yang akan digelar selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat – Minggu ( 25 – 27/9) mendatang, di kompleks Pemkab Sleman.
“Gelaran event ini diharapkan akan menjadi magnet bagi pengunjung dan wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Selaa (22/9).
Menurut Ayu, event tahun ini dikemas beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kemasan Pelangi Budaya Bumi Merapi merupakan perpaduan antara 3 event besar di Kabupaten Sleman yang sudah ada sebelumnya, yakni Festival Kesenian Sleman, Festival Bregada Prajurit dan Kirab Pelangi Budaya.
Dengan perpaduan ini diharapkan akan menjadi sajian fenomenal yang mampu menghadirkan pengunjung dan wisatawan untuk menikmati atraksi budaya di akhir bulan ini. Event yang dikemas dalam bentuk kirab budaya ini merupakan wujud ekspresi kehidupan seni budaya masyarakat Sleman. Masyarakat Sleman adalah masyarakat ‘Bumi Merapi’ yang secara riil memiliki kompleksitas dan realita budaya yang masih kental dan terinternalisasi di kalangan masyarakat.
Pada hari pertama, Jumat (25/9)  pukul WIB akan disajikan kegiatan utama berupa Festival Kesenian Sleman dengan format Pawai Seni Tiga Dimensi atau yang kebanyakan orang mengenal dengan ogoh-ogoh dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman. Start dari Lapangan Denggung menuju finish di Lapangan Pemda Sleman.
Selain itu pada pukul WIB juga disajikan 2  jenis atraksi yaitu pentas aneka seni oleh Dimas Diajeng Cilik Sleman di Panggung Utama Lapangan Tennis serta pentas kethoprak PS Bayu dari Pajangan Sleman di Panggung Utara Lapangan Denggung. Pada hari pertama ini diawali dengan pementasan kesenian jathilan pada pukul – WIB di Panggung Utara Lapangan Denggung.
Pada hari kedua, Sabtu (26/9) mulai pukul WIB akan disajikan Festival Bregada Prajurit yang melibatkan 32 kontingen dari 17 kecamatan se Kabupaten Sleman dengan start dari lapangan Pemda menuju Lapangan Denggung. Dilanjutkan pada sore harinya jam dengan pentas seni angklung di Panggung Utara Lapangan Denggung.
Malam harinya mulai pukul WIB dipentaskan Sendratari Ramayana Full Story di Panggung Utara Lapangan Denggung serta Pentas Musik Pensil Alis oleh seniman Anang Batas di Panggung Utama Lapangan Tennis.
Hari ketiga, Minggu (27/9) pukul – WIB merupakan acara puncak yang berupa Karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi yang melibatkan lebih dari 50 kontingen dengan kekuatan lebih dari 1700 personil dari berbagai elemen komunitas seni budaya dan stakeholder pariwisata yaitu hotel, restoran, museum, perguruan tinggi, desa wisata, upacara adat. Bahkan komunitas mahasiswa luar daerah juga akan bergabung dalam event ini, diantaranya komunitas mahasiswa Bali, Banjarnegara dan Kalimantan Barat.