Industri Di Sleman Diminta Manfaatkan Air Secara Bijak
Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan sarasehan peringatan Hari Air Sedunia tahun 2016 yang mengangkat tema “Water and Jobs” atau “Air dan Pekerjaan” karena air memiliki peran penting dalam pekerjaan. Data juga menunjukkan bahwa setengah dari jumlah kaum pekerja di dunia bekerja di bidang yang berhubungan dengan air dan hampir seluruh pekerjaan bergantung pada air.
“Fakta tersebut memperlihatkan bahwa air dapat mengubah kondisi ekonomi serta keadaan suatu masyarakat. Kondisi air, baik kualitas maupun kuantitas dapat mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat,” kata Sri Purnomo saat membuka sarasehan Hari Air di pendopo Rumah Dinas, Selasa (29/3)
Menurut Sri Purnomo bahwa berbagai peraturan berkaitan dengan air sudah dibuat. Diharaapkan peraturan tersebut dapat ditegakkan dan menjadi acuan pengelolaan air di Sleman.
“Karena itu saya menghimbau agar segala bentuk pekerjaan dan industri di Kabupaten Sleman yang berhubungan dengan air dapat memanfaatkan air secara bijak dan sesuai dengan peraturan yang ada,” kata Sri Purnomo.
Penggunaan air bersih lanjut Sri Purnomo, harus dikelola dengan baik dan melakukan upaya untuk meminimalisir pencemaran air oleh limbah industri atau limbah dari aktivitas pekerjaan.
Yang jelas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga senantiasa mengupayakan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan tiga pilar utama yang diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yaitu yang pertama adalah konservasi sumber daya air, yang kedua adalah pendayagunaan sumber daya air dan ketiga yaitu pengendalian daya rusak air.
Konservasi sumber daya air di Sleman telah dan terus dilakukan diantaranya dengan pembangunan embung sebagai tangkapan air, penanaman pohon pada lahan kritis dan pada bantaran sungai.
Sedang pendayagunaan sumber daya air dilakukan dengan memanfaatkan embung untuk pertanian, perikanan dan pariwisata serta pengembangan air minum pedesaan. Sedangkan untuk pengendalian daya rusak air dilakukan dengan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang sempat mengalami kerusakan saat terjadi erupsi dan banjir.
Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM), Ir Sapto Winarno MT mengatakan bahwa peserta dalam sarasehan tersebut adalah para pengampu, pengelola, ataupun juru kunci mata air se Kabupaten Sleman.
Disampaikan Sapto bahwa tema sarasehan tingkat Kabupaten Sleman adalah “ Banyu Kanggo Kautaman lan Karaharjan” Sedangkan sampai tahun 2016 keberadaan mata air yang sudah teridentifikasi oleh Dinaas SDAEM Kabupaten Sleman sebanyak 218 mata air yang tersebar di 17 Kecamatan.
Dari sekian banyak mata air yang ada sudah 32 mata air yang ditangani/diturap oleh dinas SDAEM Sleman. Selain penurapan juga telah dilakukan pembinaan terhadap pengelola mata air yang sampai dengan tahun 2016 sudah dibentuk 10 OPPMA (Organisasi Petani Pengelola Mata Air).
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sertifikat/piagam penghargaan secara simbolis kepada juru kunci mata air Umbul Wadon yaitu Pujo, juru kunci mata air Sibedug, Jumari dan juru kunci mata air Jongke Lor, Soediharjo oleh Bupati Sleman.