Bekerja Melayani Masyarakat Sebaik-baiknya

Turi – Pemerintah Desa Donokerto mengadakan perpisahan dengan staf desa dan perkenalan serta penyerahan SK kepada staf yang baru hasil seleksi 21 Desember 2017 pada Selasa (2/1) di Aula Desa Donokerto.

Seleksi yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dalam rangka pembuatan soal tertulis ini diikuti oleh 9 peserta. Satu peserta terpilih harus melewati tes tertulis dan tes komputer.

Adapun nilai tertinggi diraih oleh Anggraeni, yang mana pada tanggal 2 Januari 2018 SK Pengangkatan diserahkan secara resmi oleh Kepala Desa Donokerto R. Waluyo Jati, dengan disaksikan para undangan.

Kegiatan ini dihadiri 65 orang, terdiri dari Camat Turi Siti Anggraeni Susilo Prapti, Kasi Pembangunan Kecamatan Turi, Sri Lestari, Kepala Desa Donokerto R. Waluyo Jati, Koramil, BPD, Perangkat Desa, dan keluarga staf baru serta keluarga Madiyo yang sudah purna tugas.

Dalam sambutan R. Waluyo selaku Kepala Desa Donokerto mengucapkan terima kasih kepada Madiyo, staf Pemerintah Desa Donokerto, yang telah mengabdikan dirinya di Desa Donokerto.

Sementara kepada staf pengganti, Anggraeni, R. Waluyo mengucapkan selamat menunaikan tugas baru di Desa Donokerto.

“Semoga dapat melaksanakan tugas sesuai tupoksinya. Mari kita layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tutur R. Waluyo.

Tak hanya itu, Camat Turi, Siti Anggraeni Susilo Prapti, pun meminta kepada staf baru Desa Donokerto untuk lebih meningkatkan kinerjanya.

“Tugas di desa tidak ringan tetapi semakin berat dan jangan mengharapkan gaji yang besar sebab tugasnya lebih banyak pada pengabdian masyarakat,” tutur Siti Anggraeni.

Pun, Siti Anggraeni mengucapkan terima kasih kepada Madiyo atas pengabdian di tingkat desa maupun kecamatan, serta semoga selalu dikaruniai kesehatan dan umur panjang yang bermanfaat.

Acara dilanjutkan dengan doa penutup oleh Basuki Kasihono. (Suharno)




Turi Dukung Penerapan Jam Belajar Masyarakat

Turi – Pada Selasa (12/9) di Kecamatan Turi diselenggarakan sosialisasi tentang Jam Belajar Masyarakat (JBM). Adapun peserta yang hadir ada 30 orang dari Desa, UPT Pendidikan, PKK Desa, Babinkamtibmas, Koramil, dan Perwakilan Sekolah.

Materi tentang JBM disampaikan oleh Amiruddin Najib. Di sini dijelaskan tentang kota pelajar, perkembangan generasi dan pendidikan, manfaat JBM, konsep dasar JBM, perbandingan pelaksanaan JBM dengan daerah lain, siapa saja yang terlibat di JBM, tokoh pendidikan Indonesia, dan proses pelaksanaan JBM.

Dalam sambutannya Camat Turi, Siti Anggraeni tak lupa menyampaikan mengenai peranan orang tua, peran dari pendamping, komitmen warga, dan fasilitas

Siti juga menghimbau agar desa-desa di Turi dapat membuat peraturan terkait JBM sehingga nantinya warga dan pemerintah bisa bergerak secara bersama-sama mensosialisasikan JBM ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab.




Turi Adakan Kejuaraan Bulutangkis

Turi – Dalam rangka memperingati HUT ke-72 RI, mahasiswa KKN UMY bekerjasama dengan Pemerintah Desa Donokerto menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis di GOR Desa Donokerto.  

Acara turnamen ini dibuka oleh KONI Kabupaten Sleman, Sukiman, Camat Turi, Siti Anggraeni, dan kepala desa se-Kecamatan Turi.

Kejuaraan bulutangkis yang dimulai dari Sabtu (19/8) hingga Senin (21/8) ini terdiri dari 48 tim dan dibagi 2 kelompok. Pada hari terakhir pelaksanaan turnamen ini, mempertandingkan babak semifinal yang dilanjutkan ke final.

Adapun hasil pemenang kelompok A untuk juara 1 Irvan dan Haryadi, juara 2 Agus dan Fajar,  juara 3 Suroto dan Jarot, dan juara harapan  Arif dan Rudi. Sedangkan kelompok B sebagai juara 1 Nuryanto dan Tri S, juara 2 Anggoro dan Muji, juara 3 Nova dan Agus, dan juara harapan Faturohman dan Koko.

Hadiah yang berupa trofi dan uang pembinaan disampaikan langsung oleh anggota DPRD Sleman, Aris Suranto, Ketua Panitia, Prisma Anggraini, Kepala Desa Donokerto, Waluyo Jati, dan Kepala Desa Girikerto, Maryanto.




Pemerintah Desa Wonokerto Luncurkan Sidewo

Pemukulan Kenong oleh Bupati SlemanSleman – Hadirnya UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, mengamanatkan peran aktif pemerintah di semua lini dari pusat hingga pemerintah desa untuk mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID). Sistem Informasi yang berbasis pada Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satu desa yang mulai menerapkan keterbukaan informasi melalui SID ini adalah Desa Wonokerto Kecamatan Turi Sleman adalah desa yang berada di lereng Merapi.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI secara resmi telah meluncurkan Sidewo (Sistem Informasi Desa Wonokerto) di Balai Desa Wonokerto, Selasa (1/3). Hanya saja di awal pelaksanaannya sistem Sidewo ini tidak berjalan mulus. Ini dikarenakan masih terkendala tidak stabilnya sinyal di kawasan tersebut.

“Kami masih terkendala disinyal. Kadang sinyalnya bagus, tapi kadang-kadang mati tidak ada sinyal,” kata Kepala Desa Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo disela-sela peluncuran Sidewo di Balai Desa Wonokerto.

Tomon menjelaskan, keberadaan Sidewo sebenarnya sudah dirancang beberapa bulan lalu. Hanya saja, pelaksanaannya baru bisa berjalan tidak lebih dari satu minggu. Karena itu Tomon berharap kepada Pemkab Sleman untuk membantu persoalan sinyal.

Menurutnya, keberadaan Sidewo tidak bisa terpisahkan dalam implementasi Undang-Undang Desa. Sesuai UU No 6 Tahun 2014, dimana desa memiliki hak mendapatkan akses informasi desa yang dikembangkan oleh Pemkab atau Pemkot.

“Masyarakat dapat melakukan kontrol dan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan desa,” katanya.

Tomon juga memparkan untuk menerapkan SID, pihak desa dibantu oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menyiapkan sistem. Berbagai data mengenai pembangunan desa kini bisa diakses oleh masyarakat seperti potensi desa, kependudukan, pertanahan desa dan program bantuan yang masuk ke desa.

“Informasi pertanahan ini kami informasikan mengenai kas desa, mana sultan ground dan mana lahan pertanian,” jelasnya.

Masyarakat, nantinya dapat mengakses berbagai informasi desa melalui situs desa. Sementara bagi warga yang tidak terakses melalui internet, pemerintah menyediakan layanan sms gateway.

“Keterbukaan informasi ini tidak akan pilih-pilih. Yang tidak punya akses internetpun tetap akan dapat,” tutur Tomon.

Disisi lain, keberadaan Sidewo ini nantinya dapat meningkatkan kinerja aparat pemerintah desa Wonokerto. Selain mengakses informasi, masyarakat juga bisa memberikan saran dan kritik terhadap aparat pemdes.

“Tanpa adanya kritikan kami tidak akan mengetahui sejauh mana kinerja kami,” tambah Tomon.

Sedang Sri Purnomo usai meresmikan Sidewo berharap keberadaan SID bisa diikuti oleh desa-desa lain di Sleman. Sehingga, upaya mewujudkan smart regency bisa terealisasi.

“Untuk menghadirkan kabupaten yang cerdas harus didukung dari desa-desa yang cerdas pula. Otomatis bila di desa sudah terwujud maka ditingkat kabupaten juga terwujud,” katanya.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa dengan diresmikannya Sistem Informasi Desa Wonokerto ini, merupakan salah satu wujud inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Wonokerto, yang layak ditiru oleh pemerintah desa yang lain.

Upaya Pemerintah Desa Wonokerto ini sejalan dengan visi dan misi dalam mengemban amanah, memimpin Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni mengantarkan masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan terintegrasikannya sistem E-Goverment menuju smart regency pada tahun 2021.