Peran Organisasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu

Turi – Panwaslu Kecamatan Turi mengadakan Sosialisasi Peran Organisasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu, Rabu (2/5) di Rumah Makan Sedang Kumitir Kembangarum.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Turi Martono, Ketua FKT Kecamatan Suharman, forum pelajar, Tagana, dan ormas kepemudaan lainnya. Sedangkan dari pemerintahan, hadir pula kasi trantib, kasi pelayanan masyarakat, dan Camat Turi Abdul Haris Sunarya. Dalam sambutannya, Haris berharap dengan adanya sosialisasi peran ormas dalam pengawasan pemilu ini nantinya pemuda dan ormas bisa ikut mengawasi jalannya pemilu mulai dari pendataan pemilih sampai hari pemilihan nanti.

“Di samping itu dengan sosialisasi ini juga bisa menjadi pendidikan politik bagaimana pemilu yang jurdil, dengan memilih calon legislatif maupun presiden yang mempunyai visi dan misi yang baik dan yang paling utama hindari politik uang,” ungkap Haris.

Haris juga berpesan kepada semua ormas untuk benar-benar ikut mengawasi jalannya pemilu dikarenakan jika hanya mengandalkan petugas panwaslu tidak akan sanggup dengan jumlah TPS di Kecamatan Turi yang berjumlah 117 tempat.

Sedangkan dari Bawaslu Sleman Suci Herawati yang juga sebagai narasumber menjelaskan tentang tahapan tahapan pemilu, jumlah partai politik yang ikut pemilu, dan tugas Bawaslu yaitu sebagai pengawas, penindakan pelanggaran pemilu.

Selain itu juga dipaparkan mengenai jenis-jenis pelanggaran seperti pasang poster di pohon, politik uang dan lain sebagainya. “Bawaslu meminta pada tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan pemilu ini supaya pemilu bisa berjalan dengan langsung umum bebas dan rahasia,” ucap Suci. Suci juga mengatakan bahwa Bawaslu membuka kesempatan pada masyarakat untuk menjadi Bawaslu kabupaten, Bawaslu provinsi, dan menjadi tim pengawas TPS pun sebagai relawan Bawaslu. (Harman)




KIM Jadi Agen Informasi Pemerintah

Gamping – Selasa (24/4) pukul WIB, Dinas Kominfo DIY mengadakan Bimbingan Teknis Internet Sehat bertempat di Kembangarum, Turi, Sleman. Peserta bimtek yakni perwakilan pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman, salah satunya KIM Gamping.

Sebagai narasumber, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo DIY Bayu Februarino Putro. Dengan mengambil tema “Pentingnya Monitoring Evaluasi Kegiatan KIM DIY.” Dalam hal ini, Bayu berharap agar KIM lebih berdaya guna untuk menyejahterakan anggotanya, bisa membangun perekonomian kelompok untuk lebih maju, serta menjadi agen informasi pemerintah. “Karena KIM memiliki potensi pengerahan massa untuk itu KIM harus berhati hati,” pesan Bayu.

Kegiatan ini juga menerima masukan dari seluruh peserta sebagai acuan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Sleman membuat rencana kerja.

Pemateri kedua yaitu Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Cecilia Lusiani yang membahas tentang literasi media yakni kemampuan untuk menyaring, memilah, memilih, dan memproduksi pesan-pesan yang terdapat dalam media massa, seperti media cetak, media penyiaran, media online, dan media sosial.

Kompetensi di bidang komunikasi mencakup kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dalam beragam bentuk. Lusi juga berpesan kepada peserta bimtek untuk berhati-hati dalam bermedia sosial, misalnya Facebook. “Perlu pemahaman bahwa konsekuensi pesan dalam media bersifat personal sekaligus publik. Selain itu perlu meningkatkan kesadaran untuk memanfaatkan kebebasan informasi secara baik, serta menyadari pentingnya beretika di media jejaring sosial,” terang Lusi. (Adnan Nurtjahjo)




Panwaslu Bantu Pemerintah Sukseskan Pemilu

Turi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan tes tertulis bagi calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (04/11) di Gedung Asrama Haji, Jalan Ring Road Utara.

Menurut keterangan Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis ada 171 peserta, akan tetapi yang datang 164 peserta. Ditambahkan Ibnu, para peserta yang lulus dari tes tertulis ini nantinya akan mengikuti tes wawancara.

Sebelum tes dimulai oleh Ketua Bawaslu Propinsi DIY, Bagus Sarwono diserahkan naskah soal dan lembar jawab sejumlah 171 lembar yang disaksikan perwakilan peserta, Suharno dari Kecamatan Turi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bawaslu Propinsi DIY, yang mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dan panitia untuk mensukseskan pemerintah dalam menyelenggarakan Pemilu 2019.

Bagus juga menuturkan rasa syukurnya karena dalam penyelenggaraan tes tertulis ini tidak bersamaan dengan Pilkada sehingga dapat dengan fokus melaksanakan tugas. Bagus pun menggarisbawahi mengenai pembuatan naskah soal yang menjadi domain Bawaslu Provinsi dengan kerahasiaan yang terjamin.

Tak lupa, Bagus juga menghimbau kepada para peserta tes agar mengerjakan soal dengan cermat dan jujur. (Suharno)




Peran Aktif Generasi Muda Awasi Dana Desa

Turi – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyelenggarakan Sarasehan Peran Pemuda Membangun Desa, Jumat (27/10) pukul WIB di Pendopo Youth Center Yogyakarta.

Acara melibatkan seluruh tokoh pemuda di Yogyakarta, di antaranya karang taruna dan KPMD yang berasal dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul. Selain itu, setiap desa dari 4 kabupaten diwajibkan mengirimkan satu perwakilan untuk mengikuti acara sarasehan tersebut, termasuk dari Desa Bangunkerto, Turi.

Narasumber dari sarasehan ini adalah Menteri Desa, PDT, dan Trasmigrasi, Eko Putro Sandjoyo, yang menjelaskan mengenai pengertian dana desa dan manfaat dana desa untuk pembangunan desa. Selain itu, Eko dalam uraiannya menuturkan bahwa saat ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah bejerja sama dengan kepolisian untuk ikut mengawasi dana desa dan yang paling penting peran serta masyarakat terutama generasi muda untuk aktif mengawal dana desa supaya tidak dikorupsi dan tepat sasaran.

Kementerian juga sudah membentuk satgas dana desa jadi bila ada penyelewengan dana desa bisa lapor ke 150 0040 untuk segera ditindaklanjuti.

Acara dilanjutkan oleh narasumber kedua, yakni Pimpinan KPK, Agus Raharjo yang membahas tentang partisipasi anak muda untuk pengawalan dana desa dan contoh korupsi dana desa. (Harman)




Turi Ikuti Sosialisasi Program Inovasi Desa

Turi – Rabu (18/10) diadakan Sosialisasi Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Sleman, bertempat di Aula Ruang Rapat Kecamatan Turi.

Sosialisasi yang diikuti oleh 4 desa di Kecamatan Turi yaitu Donokerto, Wonokerto Girikerto, dan Bangunkerto ini dibuka oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekobang) Kecamatan Turi.

PID merupakan inovasi atau hal baru dalam praktik pembaruan dan pertukaran pengetahuan dalam penggunaan dana desa supaya tepat sasaran sehingga ke depannya desa dalam penggunaan dana desa bisa optimal dan efektif sehingga bisa menyejahterakan masyarakat.

Harapannya setelah sosialisasi ini nantinya akan segera dibentuk pengurus PID tingkat Kecamatan Turi. (Harman)