Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih bagi PPS Gamping

 Gamping – Senin (9/4) pukul WIB, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kecamatan Gamping.

Bimtek region 1 ini dibuka oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Gamping, Budi Supriyanta dilanjutkan kata pengantar oleh Komisioner KPU Kabupaten Sleman Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Indah Sri Wulandari.

Bimtek ini diikuti oleh PPS sebanyak 51 orang yang berasal dari 17 desa di wilayah Kecamatan Gamping, Godean, dan Mlati.

Sebagai narasumber pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh petugas pendaftaran pemilih (Pantarlih) yaitu Dwi Jatmoko. Sedangkan materi simulasi disampaikan oleh Adnan Iman Nurtjahjo, dibantu oleh Andi Krismanta serta Lena Laelasari sebagai moderator.

Pada sesi pertama, Dwi memaparkan bahwa pelaksanaan pemutakhiran data pemilih (Mutarlih) pemilu serentak 2019 dilaksanakan pada 17 April 2018 hingga 17 Mei 2018. Pemilu akan memilih anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, serta Presiden dan Wakil Presiden.

Tahapan Mutarlih oleh Pantarlih dilakukan dengan cara pencocokan dan penelitian (Coklit) antara data dari pemilu terakhir yang dilaksanakan pemerintah dengan kondisi sekarang. Coklit ini sangat penting karena kaitannya dengan penentuan jumlah pemilih tetap yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Partisipasi pemilih yang hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kualitas mutarlih di wilayah tersebut. Semakin banyak pemilih yang tidak memenuhi syarat (meninggal, pindah domisili, belum cukup umur, ganda, TNI/Polri, tidak dikenal) masih tercantum dalam daftar pemilih maka akan berkontribusi pada tingkat angka ketidak hadiran pemilih di TPS.

Dalam sesi simulasi, Adnan memaparkan bahwa form yang harus dibawa oleh Pantarlih yaitu form A-KPU, form , form , form dan form khusus. Selain itu Pantarlih wajib membuat laporan coklit setiap seminggu sekali yang diserahkan kepada PPS. (Adnan Nurtjahjo)




Tingkatkan Partisipasi Pemilih dalam Pemilu

Gamping – Rabu (4/4) pukul WIB berlangsung pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pergantian Antar Waktu (PAW) Kecamatan Minggir dan Seyegan di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Pelantikan ini dipimpin oleh Ketua KPU Sleman Ahmad Sidqi, didampingi empat Komisioner KPU Sleman, Sekretaris dan Rohaniawan agama Islam serta dihadiri oleh 17 Ketua PPK se-Kabupaten Sleman.

PAW dari Kecamatan Minggir yakni Netty pramudita Sari dan PAW dari Kecamatan Seyegan yaitu Bogi Supariyun. Seusai mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota PPK keduanya menandatangani berita acara pelantikan PAW dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh para hadirin. dilanjutkan dengan rakor mengenai sosialisasi mutarlih yang dipimpin oleh Komisioner KPU Sleman Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Indah Sri Wulandari.

Dalam paparannya Indah mengatakan sosialisasi adalah proses penyampaian informasi tentang tahapan dan program penyelenggaraan pemilu. Sedangkan pendidikan pemilih adalah proses penyampaian informasi pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran pemilih tentang pemilu.

Adapun tujuan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi mengenai tahapan, jadwal, dan program pemilu, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam pemilu, serta meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu.

Metodenya bisa secara “door to door” yang dilakukan oleh Pantarlih saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), serta KPPS saat membagikan form C6 ke warga masyarakat. Cara lain dengan kunjungan ke rumah tokoh masyarakat di tingkat RT, RW, desa, yang dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta di tingkat kecamatan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pelaksanaan tahapan coklit ini dijadwalkan mulai tanggal 17 April sampai dengan 17 Mei 2018. (Adnan Nurtjahjo)




Pemilih Di Kecamatan Depok Penuh Dan Pengguna A-5 Dialihkan

Sleman – Jumlah pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tercatat di PPK Kecamatan Depok Sleman, sudah penuh. Dengan demikian, kata anggota KPUD Sleman Imanda Yulianto, Minggu (29/6), pemilih pindahan dari luar daerah yang akan menggunakan hak pilihnya di Depok tidak akan terlayani.

“Kecamatan Depok yang terbagi dalam tiga desa itu memiliki jumlah pemilih di atas orang. Dan saat ini pemilih yang tercatat di daftar pemilih serta pemilih tambahan sudah penuh,” kata Imanda.

Menurut dia, pemilih tambahan yang sekarang sedang mengurus A-5 jika bermukim di wilayah Depok akan dialihkan ke TPS di kecamatan sekitarnya. Kemungkinan akan dialihkan ke Desa Minomartani (Kecamatan Ngaglik) atau Desa Sinduadi (Kecamatan Mlati).

Hingga Sabtu (28/6) sore masyarakat asal luar Sleman yang mengurus pemindahan penggunaan hak pilihnya ke wilayah Sleman dengan cara mengurus A-5 di KPU Sleman mencapai lebih dari orang. Proses penyelesaian A-5 di KPU Sleman diakuinya relatif tidak bisa cepat.

Ada beberapa faktor yang menjadikan tidak cepat, misalnya keterbatasan tenaga yang berhak mengakses ke data pemilih, jaringan internet yang terkadang lelet dan sebagainya.

Imanda juga menambahkan KPU Sleman sudah memetakan kemampuan logistik masing-masing TPS sehingga pemilih pindahan ini akan dialokasikan ke PPS yang masih memungkinkan.