Hubungan Kerja Sinergis Bantu Lancarkan Tahapan Pemilu

Gamping – Senin (21/5) pukul WIB, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Balecatur Kecamatan Gamping dan Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Prosesi pelantikan PPS PAW dihadiri oleh Komisioner KPU Haryanta, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, perwakilan PPK Kecamatan Cangkringan, Rohaniawan agama Islam dan staf sekretariat KPU Kabupaten Sleman.

Prosesi diawali dengan pengucapan sumpah dan janji oleh kedua personil PPS PAW dibawah kitab suci Alquran, dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara pelantikan.

Selesai prosesi pelantikan, Ahmad Shidqi mengutarakan bahwa saat ini sudah memasuki tahapan rekapitulasi hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih. Tugas tersebut harus dilaksanakan oleh PPS sehingga paska pelantikan PAW diharapkan bisa langsung bekerja agar tahapan pemilu tepat sesuai yang dijadwalkan.

Adnan Iman menambahkan bahwa seorang PAW diharapkan sesegera mungkin untuk berkoordinasi dengan PPS yang sudah ada sebelumnya agar terjalin hubungan kerja yang sinergis untuk melaksanakan tahapan pemilu yang sudah ditentukan. (Adnan Nurtjahjo)




Peran Organisasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu

Turi – Panwaslu Kecamatan Turi mengadakan Sosialisasi Peran Organisasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu, Rabu (2/5) di Rumah Makan Sedang Kumitir Kembangarum.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Turi Martono, Ketua FKT Kecamatan Suharman, forum pelajar, Tagana, dan ormas kepemudaan lainnya. Sedangkan dari pemerintahan, hadir pula kasi trantib, kasi pelayanan masyarakat, dan Camat Turi Abdul Haris Sunarya. Dalam sambutannya, Haris berharap dengan adanya sosialisasi peran ormas dalam pengawasan pemilu ini nantinya pemuda dan ormas bisa ikut mengawasi jalannya pemilu mulai dari pendataan pemilih sampai hari pemilihan nanti.

“Di samping itu dengan sosialisasi ini juga bisa menjadi pendidikan politik bagaimana pemilu yang jurdil, dengan memilih calon legislatif maupun presiden yang mempunyai visi dan misi yang baik dan yang paling utama hindari politik uang,” ungkap Haris.

Haris juga berpesan kepada semua ormas untuk benar-benar ikut mengawasi jalannya pemilu dikarenakan jika hanya mengandalkan petugas panwaslu tidak akan sanggup dengan jumlah TPS di Kecamatan Turi yang berjumlah 117 tempat.

Sedangkan dari Bawaslu Sleman Suci Herawati yang juga sebagai narasumber menjelaskan tentang tahapan tahapan pemilu, jumlah partai politik yang ikut pemilu, dan tugas Bawaslu yaitu sebagai pengawas, penindakan pelanggaran pemilu.

Selain itu juga dipaparkan mengenai jenis-jenis pelanggaran seperti pasang poster di pohon, politik uang dan lain sebagainya. “Bawaslu meminta pada tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan pemilu ini supaya pemilu bisa berjalan dengan langsung umum bebas dan rahasia,” ucap Suci. Suci juga mengatakan bahwa Bawaslu membuka kesempatan pada masyarakat untuk menjadi Bawaslu kabupaten, Bawaslu provinsi, dan menjadi tim pengawas TPS pun sebagai relawan Bawaslu. (Harman)




Gamping Gelar Sosialisasi Pengawasan Coklit Pantarlih

Gamping – Panwaslu Kecamatan Gamping menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Coklit Pantarlih wilayah Gamping, Senin (23/4) pukul WIB di Hotel Star 88 Banyuraden, Gamping.

Kegiatan ini diawali sambutan dari Camat Gamping Abu Bakar. Sosialisasi menghadirkan narasumber Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping Nining Martensi, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping Adnan Iman Nurtjahjo, Anggota Panwaslu Kecamatan Gamping Kurniawan Prihandoko.

Peserta sosialisasi antara lain dari Panwaslu Desa Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang dan Balecatur, Kasi Pemerintahan desa se-kecamatan gamping, staf Panwaslu Gamping, Danramil dan Polsek Gamping.

Dalam sambutannya, Abu Bakar mengingatkan kepada Panwaslu dan PPK Kecamatan Gamping agar me-refresh kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit). Kesalahan teknis dan administrasi harus diminimalisir karena coklit bertujuan untuk mendapatkan data pemilih yang akurat, menentukan jumlah dan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta yang tidak kalah penting netralitas pantarlih.

Di sesi pertama, Nining Martensi memaparkan pengawasan pemutakhiran data pemilih (mutarlih) yang mencakup dasar hukum mutarlih, tahapan mutarlih, pengawasan mutarlih, potensi pelanggaran, serta alat kerja pengawasan mutarlih. “Yang perlu dicermati yaitu jumlah seluruh TPS dan pantarlih, SK Pantarlih harus ada,” jelas Nining.

Adapun pengawasan coklit yang dilakukan oleh pantarlih akan diawasi panwaslu desa dengan mencermati proses coklit yang dilaksanakan pantarlih sesuai prosedur dengan mengambil sampel 5 rumah setiap TPS secara acak.

Sedangkan Adnan dalam presentasinya menitik beratkan pada partisipasi dengan data pemilih. Partisipasi pemilih yang hadir ke TPS merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kualitas pemutakhiran data pemilih di wilayah tersebut.

Semakin banyak pemilih yang tidak memenuhi syarat (meninggal, pindah domisili, belum cukup umur, ganda, TNI/Polri, tidak dikenal, dan lain-lain) masih tercantum dalam daftar pemilih, maka akan berkonsentrasi pada tingkat angka ketidak hadiran pemilih di TPS. Kegiatan coklit dilakukan dengan cara, mencatat pemilih yang telah memenuhi syarat, tetapi belum terdaftar dalam daftar pemilih, memperbaiki data pemilih apabila terdapat kekeliruan, mencatat keterangan pemilih berkebutuhan khusus pada kolom jenis disabilitas, serta mencoret pemilih yang telah meninggal.

Di akhir sosialisasi Kurniawan menyampaikan tentang penyelesaian pelanggaran pemilu menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 2017. (Adnan Nurtjahjo)




Ketoprak Jadi Media Sosialisasi Pemilu

Gamping – Sabtu (21/4) pukul WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Gerakan Sadar Pemilu di Gedung Serba Guna Pemda Sleman.

Kegiatan ini dilakukan melalui gelar budaya pentas seni secara serentak di seluruh Indonesia guna menyongsong 1 tahun pemilihan umum (pemilu) serentak pada 17 April 2019 mendatang.

KPU Kabupaten menampilkan pagelaran ketoprak humor PS Bayu Gito Gati dengan lakon ‘Labuh Tresno’ dengan menghadirkan bintang tamu Den Baguse Ngarso.

Pagelaran seni ini dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi, beserta jajarannya, serta tamu undangan, antara lain Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Sleman beserta jajaran, Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Asisten Sekda I Kabupaten Sleman Purwatno Widodo, Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, Forkompimda, Kesbangpol, Tapem, Dukcapil, Camat, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, pemuda, aktivis, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), serta pimpinan 16 partai peserta pemilu di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder agar mewujudkan pemilu yang lancar meskipun tahapan pemilu sudah dimulai pada Oktober 2017 lalu. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk membangun kesadaran politik masyarakat bahwa tahun ini sudah memasuki tahun politik agar angka partisipasi masyarakat tinggi.

Dalam kesempatan ini, anggota KPU Kabupaten Sleman Divisi Sosialisasi, Indah Sri Wulandari memperkenalkan nama-nama 16 partai politik yang akan berlaga di pemilu 2019, serta maskot KPU yang bernama ‘Tungsura’ kepada para hadirin.

Di penghujung acara seremonial, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa ketoprak bisa digunakan sebagai alat untuk melakukan sosialisasi (tuntunan) pemilu serentak 2019 agar angka partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya meningkat. Sri Muslimatun berharap warga Sleman menjadi pemilih yang cerdas, bertanggung jawab, serta menolak golput dan money politic. (Adnan Nurtjahjo)




Pelepasan Pantarlih untuk Lakukan Tugas Pemutakhiran Data

Gamping – Selasa (17/4) pukul WIB, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Balecatur menggelar Apel Pantarlih bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di halaman depan Kantor Pemerintah Desa Balecatur, Kecamatan Gamping.

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Desa Balecatur, Sebrat Haryanti sebagai Inspektur Upacara. Didampingi Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Balecatur, Indriyani Nurzanah, serta Panwaslu Desa Balecatur, Suranto.

Upacara pelepasan Pantarlih untuk melakukan tugas memutakhirkan data pemilih secara simbolis ini ditandai dengan pemasangan topi dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada 3 orang pantarlih dari 56 orang secara keseluruhan. Dengan demikian kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di wilayah Desa Balecatur secara resmi dimulai pada 17 April 2018 dan berakhir pada 17 Mei 2018.

Coklit merupakan tahap awal pemilihan umum (Pemilu) yang sangat krusial. Dengan adanya data pemilih yang akurat dapat menentukan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), jumlah logistik (surat suara) yang dibutuhkan serta dapat meminimalisir penyalahgunaan surat suara yang dapat memicu perselisihan saat penghitungan surat suara (tungsura).

Dalam tugasnya, Pantarlih wajib mendatangi warga dari rumah ke rumah (door to door) dan harus bertemu langsung dengan kepala keluarga atau anggota keluarga untuk memperbarui data yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman. Data pemilih yang akurat (terkini) untuk mengantisipasi permasalahan pemilu pada 17 April 2019 mendatang. Ayo memilih untuk Indonesia. (Adnan Nurtjahjo)