Tertib Administrasi Tolak Ukur Keberhasilan Pengawasan Pemilu

Gamping – Sabtu (16/12) pukul WIB, Panwaslu Kecamatan Gamping mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pembinaan Administrasi Keuangan Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan se-Daerah Istimewa Yogyakarta gelombang II yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta.

Bimtek ini diprakarsai oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Bagus Sarwono, didampingi oleh Kasubbag Administrasi dan Umum Bambang Untoro, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Mujiono.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Bimtek Sudarmanto, peserta gelombang II dari Panwaslu Kabupaten Sleman sebanyak 55 orang dari 17 kecamatan dan Panwaslu Kota Yogyakarta sebanyak 46 orang dari 14 kecamatan. Narasumber berasal dari Staf Keuangan Bawaslu RI Yayan yang menyampaikan materi tentang Sistem Aplikasi Satuan Kerja (SAS). Materi ini penting sekali karena dukungan anggaran dan tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan menjadi tolok ukur keberhasilan pengawasan pemilu.

Ibarat mata uang, Panwaslu kecamatan terdiri dari Komisioner dan Kesekretariatan yang mempunyai tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta tidak dapat dipisahkan karena saling mendukung (tidak ada yang paling penting di antara keduanya).

Target Bawaslu DIY pada pemilu legislatif dan pemilu presiden adalah sukses dalam pengawasan (indikatornya pengakuan dari masyarakat dan akademisi serta sukses di bidang pengelolaan administrasi dan keuangan). Khusus untuk pengelolaan keuangan di audit oleh BPK/pengawas internal dengan indikator WTP. (Adnan Nurtjahjo)




Partisipasi Masyarakat dalam Pengawsan Pemilu

Gamping – Minggu (17/12) pukul WIB, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Gamping menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Banyumili Resto Kwarasan, Nogotirto, Gamping, dengan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di wilayah setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak keterlibatan seluruh ormas untuk pengawasan proses pemilihan umum (pemilu) yang kelak dilaksanakan pada 17 april 2019.

Tercatat ada 30 orang peserta yang berasal dari ormas Muhammadiyah, ormas Nadhatul Ulama dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) 5 desa di wilayah Kecamatan Gamping.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Camat Gamping, Abu Bakar, Komisioner Panwaslu Kabupaten Sleman, Abdul Karim Mustofa, Komisioner Panwaslu Kecamatan Gamping Iman Sumarlan, dengan moderator M. Lukman Jatmiko.

Peran serta dari kalangan ormas sangatlah diharapkan dalam rangka pengawasan proses pemilu. Tak hanya kewajiban KPU dan Panwaslu sebagai penyelenggara pemilu, masyarakat juga berkewajiban mensukseskan pemilu. Dengan harapan proses demokrasi yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas. Sosialisasi ini juga sebagai tindakan pencegahan terjadinya pelanggaran-pelanggaran pemilu di wilayah Kecamatan Gamping sehingga dapat terlaksana secara aman, tertib, lancar, dan damai.

Tujuan sosialisasi ini untuk mengakomodasi peran serta masyarakat luas dalam mengawasi pelanggaran pemilu. Diharapkan pelanggaran semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran, sebagai suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu.

Terbitnya Undang-Undang No.7 tahun 2017 memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia yaitu dengan pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam pengawasan pemilu sesuai dengan jargon Bawaslu Republik Indonesia yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu. Acara diakhiri dengan penandatangan para peserta sosialisasi untuk berkomitmen mewujudkan pemilu yang berintegritas. (Adnan Nurtjahjo)




Sinergi dengan Aparat Keamanan Demi Cegah Potensi Pelanggaran

Gamping – Senin (11/12) pukul WIB, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Gamping melakukan langkah pertama usai ditetapkan. Langkah pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan unsur Muspika sebagai langkah persiapan menyambut tahun politik, yaitu pemilu legislatif dan presiden tahun 2019.

Pengurus Panwascam Gamping 2017 yaitu Nining Martensi sebagai Ketua, Kepala Sekretariat Gandung Suwarta, Bendahara Yustina Privantiwi, Staf Administrasi Amin Sapto Saputro, Staf Keuangan Adnan Iman Nurtjahjo Amir. Selain itu terdapat tiga pendamping dan dua anggota, yakni Muhammad Lukman Jatmiko, Mustafa Kamal Tarigan, dan Kusyamto sebagai pendamping, serta Iman Sumarlan dan Kurniawan Prihandoko sebagai anggota.

Silaturahmi diawali di Kantor Camat Gamping Abu Bakar, yang didampingi Sekretaris Camat Rasyid Ratnadi. Koordinasi ini sebagai langkah perencanaan tentang Kepala Sekretariat Panwascam yang nantinya diperbantukan dari kecamatan setempat, sekaligus membicarakan tentang Kantor Sekretariat Panwascam Gamping. Sekretariat tak lain untuk menunjang kinerja Panwascam.

Setelah bertemu Camat, pihaknya bersilaturahmi juga dengan Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi dan Danramil 17, Kapten Suwardi.

Selain koordinasi tersebut untuk membicarakan kondusivitas dan keamanan menjelang pemilu legislatif dan presiden tahun 2019.

Panwascam ingin membangun sinergi dengan aparat keamanan. Terutama tentang potensi-potensi pelanggaran dan pemetaan daerah rawan berdasarkan pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya. Disampaikan pula, baik Kapolsek maupun Danramil gamping siap membantu panwascam dalam hal pengawasan dan pengamanan, termasuk membagi informasi pelanggaran selama pemilu berlangsung.

Bersama pihak Polsek dan Koramil Gamping, telah bersepakat akan saling membantu sehingga pemilu bisa berjalan aman, tertib dan lancar nantinya.

Menilai dari hasil silaturahmi dan koordinasi bersama Muspika, Panwascam yakin dengan dukungan Pemerintah, TNI dan Polri akan membuat pemilu bisa berlangsung dengan baik. (Adnan Nurtjahjo)




Pentingnya Penetapan Pedoman Pengelolaan Keuangan Bawaslu

Gamping – Selasa (5/12) pukul WIB bertempat di Savita Inn Hotel, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pelaporan Keuangan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Panwaslu Kabupaten (Panwaskab) Sleman, Ibnu Darpito, Komisioner Panwaskab Sleman Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Vici Herawati, Kepala Sekretariat Panwaskab Sleman, Suparno, Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilu DIY, Muji Abdilah, perwakilan dari Kantor Pajak Kabupaten Sleman serta para peserta rakor yang terdiri dari Kepala Sekretariat Panwaslu Kecamatan, Bendahara dan Staf Keuangan se-Kabupaten Sleman yang berjumlah 51 orang. Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping hadir dalam Rakor ini diwakili oleh Kasek Gandung Suwarto, Staf Keuangan, Adnan Nurtjahjo, dan Komisioner, Iman Sumarlan.

Seperti diketahui, tahun 2019 mendatang tepatnya tanggal 17 April, pemerintah akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden. Anggaran untuk pesta demokrasi tersebut sangatlah besar. Dalam rangka peningkatan dan penyeragaman pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum secara akurat, tertib, efisien, efektif, objektif, berkualitas dan akuntabel, perlu dilakukan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengelolaan keuangan dalam hal penyelenggaraan pengawasan pemilu pada kabupaten/kota bersifat Ad Hoc adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan. Penatausahaan keuangan Bawaslu yang merupakan bagian dari pengelolaan keuangan secara keseluruhan. Sedangkan keuangan Bawaslu adalah hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban Bawaslu. Untuk itu, dalam rangka peningkatan dan penyeragaman pelaksanaan pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu secara akurat, tertib, efisien, efektif, objektif dan berkualitas serta akuntabel, perlu menetapkan pedoman pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu. (Adnan Nurtjahjo)




Panwaslu Bantu Pemerintah Sukseskan Pemilu

Turi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan tes tertulis bagi calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Kabupaten Sleman pada Sabtu (04/11) di Gedung Asrama Haji, Jalan Ring Road Utara.

Menurut keterangan Ketua Panwaslu Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, jumlah peserta yang mengikuti tes tertulis ada 171 peserta, akan tetapi yang datang 164 peserta. Ditambahkan Ibnu, para peserta yang lulus dari tes tertulis ini nantinya akan mengikuti tes wawancara.

Sebelum tes dimulai oleh Ketua Bawaslu Propinsi DIY, Bagus Sarwono diserahkan naskah soal dan lembar jawab sejumlah 171 lembar yang disaksikan perwakilan peserta, Suharno dari Kecamatan Turi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bawaslu Propinsi DIY, yang mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dan panitia untuk mensukseskan pemerintah dalam menyelenggarakan Pemilu 2019.

Bagus juga menuturkan rasa syukurnya karena dalam penyelenggaraan tes tertulis ini tidak bersamaan dengan Pilkada sehingga dapat dengan fokus melaksanakan tugas. Bagus pun menggarisbawahi mengenai pembuatan naskah soal yang menjadi domain Bawaslu Provinsi dengan kerahasiaan yang terjamin.

Tak lupa, Bagus juga menghimbau kepada para peserta tes agar mengerjakan soal dengan cermat dan jujur. (Suharno)