Jumlah Penumpang Bus Diprediksi Turun

Sleman – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informartika (Dishubkominfo) Sleman memprediksi jumlah penumpang angkutan umum pada arus lebaran tahun 2016 ini akan turun.

Angka penurunan diperkirakan sekitar 3 persen dibanding tahun lalu.‬ ‪Pada 2015, penumpang arus mudik tercatat sebanyak orang. Tahun ini diprediksi hanya sekitar penumpang yang memanfaatkan  transportasi bus.‬

‪Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Sleman, Mursid Kunjana, penurunan volume penumpang angkutan umum ini dikarenakan banyak yang beralih ke transportasi pribadi, dan transportasi lain seperti kereta api. Diperhitungkan penggunaan mobil pribadi akan meningkat sekitar 4 persen menjadi unit.‬

“Sejak dua tahun terakhir, trennya cenderung turun. Pada 2013 tercatat sebanyak penumpang, dan tahun berikutnya turun menjadi ,” kata Mursid, Kamis (30/6).‬

Sejalan dengan kondisi itu, jumlah angkutan bus juga diperkirakan berkurang sekitar 2 persen. Diperkirakan hanya trayek bis umum yang beroperasi selama arus mudik dan balik.‬

Sementara untuk kesiapan sarana angkutan, jumlah armada yang disiapkan sebanyak 486 unit terdiri dari AKAP, AKDP, bus perkotaan, dan angkudes. Total armada itu memiliki daya tampung penumpang tersebar di lima terminal yakni Jombor, Condongcatur, Gamping, Pakem, dan Prambanan.

Sementara Kepala Dishubkominfo Sleman, Agoes Soesilo Endiarto menambahkan, pihaknya telah melakukan upaya optimal dalam rangka menghadapi arus lebaran.

“Untuk berjaga-jaga, disiapkan 80 armada cadangan. Kami perhitungkan jumlah itu cukup karena ada juga beberapa perusahaan yang menyelenggarakan mudik gratis,” kata Agoes.‬

Bagi pemudik yang melintas di wilayah Sleman, pihaknya bekerjasama dengan Dishub DIY menyiapkan rest area di jembatan timbang Tirtomartani Kalasan, dan Kalitirto Berbah. Pengoperasian jembatan timbang sebagai rest area berlangsung mulai H-7 sampai H+7.




Lebaran, Penumpang Bus Terminal Jombor Sleman Diprediksi Menurun‬

Sleman – Penumpang yang menggunakan jasa bus di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman pada arus mudik lebaran 2016 ini diprediksi akan menurun tiga persen.‬

‪”Sejak beberapa tahun ini tren masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik lebaran,” kata Kepala Seksi Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, Marjanto di Sleman, Kamis (16/6).‬

‪Menurut Marjanto, tren penurunan penumpang di Terminal Jombor sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir karena peralihan pemudik dari sebelumnya menggunakan kendaraan umum kini lebih menggunakan kendaraan pribadi.

‪”Tahun ini penurunan tiga persen bila dilihat dari tren penurunan empat tahun belakang,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, pada 2013 kepadatan penumpang saat musim Lebaran mencapai orang melalui bus di Terminal Jombor.‬

‪”Jumlah tersebut turun drastis menjadi penumpang pada 2014 dan sedikit naik pada 2015 menjadi penumpang,” katanya.‬

‪Marjanto mengatakan, pada lebaran tahun ini, diperkirakan jumlah pemudik di Sleman hanya sekitar orang dengan kepadatan lalulintas bus di Terminal Jombor sekitar unit bus.‬

‪”Meski sejumlah kebijakan telah diterapkan pemerintah, keberadaan penumpang yang menggunakan jasa bus di terminal Jombor sulit untuk didongkrak naik,” katanya.‬

‪Sedangkan untuk menjaga kelancaran agenda mudik, Dishubkominfo Kabupaten Sleman menyiagakan puluhan personel di berbagai titik pantau.‬

‪”Ada 48 personel ditempatkan di Terminal Jombor, 10 personel di pos Jalan Magelang, masing-masing tiga petugas di Terminal Condong Catur,, Terminal Prambanan, dan Terminal Pakem, serta dua personel di Terminal Gamping,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, Dishubkominfo Sleman akan melakukan pemeriksaan laik jalan bagi kendaraan angkutan mudik hingga pemeriksaan kesehatan sopir. “Ini penting untuk menjaga kelancaran selama masa mudik lebaran,” katanya.