Rumah Tangga di Sleman Hasilkan 3.200 Meter Kubik Sampah Per Hari

Sleman– Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman mencatat kapasitas sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya mencapai meter kubik. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan setiap warga Sleman menghasilkan 2,5 meter kubik sampah setiap harinya.

“Jumlah tersebut dikalikan dengan warga Sleman sekitar 1,2 juta jiwa. Belum lagi warga pendatang yang menetap di sini yang jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa,” kata Kepala BLH Sleman, Drs Purwanto, Minggu (31/5).

Menurut Purwanto jumlah tersebut berbanding terbalik dengan sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan hanya 427 meter kubik per harinya. Dengan demikian, sampah yang tertimbung masih sangat besar. Terbatasnya armada pengangkutan sampah yang beroperasi tidak berimbang dengan jumlah sampah yang harus diangkut.

“Dari 38 armada, hanya 30 unit yang beroperasi,” ungkap Purwanto.

Ditambahkan Purwanto  dengan besarnya sampah yang dihasilkan, maka diperlukan peran serta masyarakat untuk melakukan pengelolan sampah secara ini 184 kelompok pengelolaan sampah mandiri (PSM) dan 29 bank sampah.

“Terus terang jumlah ini masih jauh dari ideal. Sehingga masyarakat kami minta aktif dan peduli terhadap kondisi sampah yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Terutama menggerakan 3R atau Reduce, reuse, recylce mengurangi, menggunakan dan mendaur ulang,” tambah Purwanto.




TMMD Mampu Galang Swadaya Masyarakat Rp 50 Juta Per Hari

Sleman – Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Yudi SSos melakukan pencanangan bakti sosial TNI KB Kesehatan dan pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-92, yang berlangsung di lapangan Grogolan Umbulmartani Ngemplak dengan Irup Dandim  0732 Sleman, Rabu (21/5).

TMMD tersebut berlangsung selama 21 hari mulai tanggal 21 Mei hingga 10 Juni 2014 dengan lokasi Dusun Cilikan Umbulmartani Ngemplak. Sasaran fisik dalam TMMD tersebut berupa pengerasan jalan sepanjang m lebar 3 meter, rehab masjid 1 buah, rehab pos Kamling 1 buah, dan lantainisasi  4 rumah.

Sementara sasaran non fisik berupa penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, penyuluhan Kamtibmas dan napza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, penyuluhan bencana alam, dan penyuluhan lingkungan hidup.

Sumber dana dalam TMMD tersebut  berasal dari APBD DIY sebesar Rp53 juta, APBD kabupaten Sleman Rp80 juta, dan swadaya masyarakat berupa tenaga perhari sekitar 50 orang senilai Rp50 juta.

Letkol Bambang Yudi mengatakan bahwa penduduk sangat berperan dalam pembangunan nasional, dan saat ini masyarakat dihadapkan pada masalah kependudukan yang mempunyai dampak implikasi luas terhadap kehidupan di segala bidang.

Di antaranya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, papan dan keamanan. “Apabila tidak diatasi dengan segera, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap stabilitas nasional yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pembangunan nasional.