Perempuan di Sleman Diminta Bisa Akses Peluang Ekonomi

Sleman– Seiring perkembangan zaman, perekonomian dunia mulai mengalami pergeseran dari perekonomian berbasis industri menjadi perekonomian yang didorong oleh kreativitas yang lebih dikenal dengan ekonomi kreatif.

“Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan penggerak utama dalam usaha ekonomi kreatif, untuk itu kaum perempuan juga dituntut agar mampu meningkatkan kapasitas dan kreativitasnya untuk dapat berkontribusi secara aktif dalam pergerakan roda perekonomian,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Jumat (29/4).

Menurut Sri Purnomo, kesadaran dalam meningkatkan kapasitas dan kreativitas harus ditumbuhkan oleh masing-masing pribadi perempuan. Hal tersebut dimaksudkan supaya kaum perempuan dapat terus mengakses peluang-peluang ekonomi dengan berbagai inovasi yang diciptakan.

“Dengan demikian kaum perempuan akan lebih eksis dalam berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi sebagai pengejawantahan pengembangan potensi diri kaum perempuan,” tutur Sri Purnomo.

Kabupaten Sleman lanjutnya memiliki potensi ekonomi kreatif yang berangam. Melalui penguatan SDM perempuan di Kabupaten Sleman, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini, ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman optimis akan mampu bertahan dari gempuran pasar bebas Asean.

Apalagi lanjut Sri Purnomo, berlakunya MEA tahun 2016 ini, telah diberlakukan 5 arus bebas dalam aktifitas ekonomi antar negara ASEAN, yaitu arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas tenaga kerja terampil, arus bebas modal dan arus bebas investasi.

Dari point-point tersebut, pemerintah daerah harus mampu menata seluruh eleman otonomi daerah, sebagai bentuk pemantapan otonomi daerah untuk mendorong daya saing masyarakat dalam era persaingan bebas ASEAN.




Bupati: Perempuan Sleman Bisa Jadi Kartini Modern

Sleman – Salah satu rangkaian peringatan Hari Kartini ke 135 tahun 2015 tingkat Kabupaten Sleman, di selenggarakan sarasehan yang mengambil tema, Dengan Semangat Kartini, Kita Tingkatkan Kesetaraan Gender untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga. Kegiatan sarasehan bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (21/4). 

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang membuka acara tersebut mengaharapkan perempuan-perempuan di Sleman dapat menjadi Kartini-Kartini di zaman modern ini, yang secara aktif berjuang dengan gigih demi keberlanjutan pembangunan daerah. Peringatan Hari Kartini menjadi momen yang penting, untuk merefleksikan seberapa jauh peran perempuan dalam dalam proses pembangunan daerah.

Menurut Sri Purnomo, peran serta perempuan dalam proses pembangunan sudah terbukti mampu mempengaruhi peningkatan perekonomian baik di level keluarga maupun pembangunan di tingkat yang lebih luas.

“Meski demikian jika kita melihat realita keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan, baik secara kuantatif maupun kwalitatif, keterlibatan perempuan masih belum maksimal,” kata Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Sri Purnomo menyampaikan, meskipun Pemerintah telah memberikan kesempatan yang sama dan membuka ruang bagi kaum perempuan untuk berperan di ruang publik, kesempatan ini tidak berguna bila kaum perempuan sendiri tidak mampu memanfaatkan kesempatan yang telah terbuka. Kenyataan di masyarakat selama ini kaum perempuan tidak dapat bebas berkiprah apabila masalah domestik keluarganya belum selesai.

Selama ini, kiprah kaum perempuan di masyarakat selalu terbatasi oleh permasalahan ekonomi dan keluarga sehingga hanya perempuan dengan latar belakang keluarga yang kuat yang mampu berkiprah aktif dalam setiap proses pembangunan.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan, perlu dukungan besar dari kita bersama, bagaimana memperkuat perekonomian keluarga, sehingga para perempuan di Sleman bisa secara aktif terlibat dalam setiap proses pembangunan.

Keterlibatan dalam proses pembangunan ini, tidak hanya dalam pelaksanaan, tetapi terlibat di seluruh proses pembangunan, dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring. Peluang dan kesempatan yang telah terbuka luas ini, seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kondisi ini, harus menjadi perhatian dan pemikiran kita bersama.

Menurut Sri Purnomo, kiprah perempuan di pemerintahan khususnya di Pemkab Sleman selama ini sudah baik bahkan seimbang dengan kaum laki-laki. Kebijakan Pemkab Sleman menentukan bahwa karier pegawai ditentukan oleh kompetisi dan kompetensi. Artinya seorang pegawai dapat menduduki suatu jabatan eselon karena
kompetensinya serta kemampuannya yang lebih dari yang lain, dan bukannya karena ia laki-laki maupun perempuan. Seorang perempuan, karena kompetensinya bisa menduduki jabatan yang biasanya identik dengan laki-laki, demikian juga sebaliknya.

Dalam sarasehan menghadirkan narasumber dari akademisi yaitu Nurul Indarti dan dari kalangan pengusaha yaitu Sri Ekanti Subardini. Menurut Nurul Indarti untuk mewujudkan keseteraan gender, antara perempuan dan laki-laki harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah khususnya disektor publik.

Sementara menurut Sri Ekanti, nasib perempuan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perempuan beraktualisasi. Untuk bisa berkiprah maksimal khususnya dalam sektor publik, perempuan harus memiliki kemamuan, kemampuan dan berani mengimplementasikan kemauan dan kemampuannya dalam aktifitas nyata.