Ajak Petani untuk Lebih Mencintai Alam

Turi – Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan Yayasan Bakti Yogya menyelenggarakan Pelatihan Pertanian Organik pada Selasa (24/4) dan Rabu (25/4) di Blembem Kidul, Pakem, Sleman.

Pelatihan hari pertama yang berlangsung Selasa (24/5) membahas materi terkait pembibitan tanaman secara organik, pembuatan pupuk organik dan pestisida organik, serta mengenali tanaman organik dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia.

Acara yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani Pakem Turi (PARI), Kelompok Tani Organik Merapi (TOM) Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, serta komunitas petani organik di DIY, yang keseluruhannya berjumlah 40 peserta.

Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Bakti Yogya, Widi. Dalam sambutannya, Widi berharap dengan Pelatihan Pertanian Organik ini, masyarakat petani bisa lebih mencintai alam. “Selama ini, lahan pertanian tanahnya sudah jenuh karena setiap hari dicemari oleh bahan kimia baik dari pupuk maupun pestisida yang dapat merusak tanah dan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia,” terang Widi.

Untuk itu, menurut Widi, Yayasan Bakti Yogya bekerja sama dengan pemerintah sengaja mengadakan Pelatihan Pertanian Organik ini untuk tujuan yang baik bagi alam maupun manusia.

“Menciptakan pangan yang organik, memelihara ekosistem untuk mencapai produktivitas berkelanjutan, menanggulangi gulma, hama penyakit melalui berbagai cara sesuai standar SNI,” urainya. Pun, untuk kelebihan pangan atau ternak organik yang mengandung nutrisi lebih tinggi dan aman dari residu pestisida, hormon sintetis, antibiotic, GMO, transgenic, rekayasa genetika, serta ramah lingkungan. (Harman)

 




Burung Hantu Serak Jawa Cegah Hama Tikus

Cangkringan – Kawasan studi dan konservasi Burung Hantu Serak Jawa ini terletak di Dusun Cancangan Wukirsari Cangkringan Sleman. Kawasan ini dibangun untuk mempelajari bersama tentang Burung Hantu Serak Jawa (Tyto Alba) yang berfungsi untuk pengendalian hama tikus di sawah.

Dusun Cancangan menggunakan Burung Hantu Tyto Alba untuk pengendalian hama tikus sejak tahun 2013. Saat itu banyak petani di Dusun Cancangan yang mengeluhkan tanaman padinya diserang hama tikus. Ini berakibat pada hasil panen yang hanya berkisar 15-20 % saja.

Setelah 2 tahun menggunakan Burung hantu Serak Jawa sebagai pengendali hama, petani dapat menikmati hasil panen padinya meningkat yakni mencapai kisaran 80-90 %.

Dusun Cancangan dengan Kelompok Tani Margo Mulyo yang diketuai Bavit Margo Utomo mulai banyak dikunjungi dari beberapa daerah dan perguruan tinggi guna belajar dan ikut mengamati keberadaan dan manfaat Burung Hantu Tyto Alba. Bahkan dari Thailand dan Singapura juga pernah melakukan penelitian mengenai pengendalian hama tikus di Dusun Cancangan ini. (Bavit M U)




Kartu Tani Atasi Masalah Terkait Pertanian

Ngaglik – Kita semua telah masuk era digital untuk itu semua harus bisa mengikuti perkembangannya. Kini semua pelayanan satu demi satu sudah memanfaatkan elektronik. Termasuk para petanipun sudah harus melek elektronik karena ke depan sudah serba digital, mau tidak mau, suka tidak suka harus menggunakannya.

Seperti yang dilakukan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto yang menyerahkan Kartu Tani untuk para petani Desa Sukoharjo pada Senin (9/10) di Aula Balai Desa Sukoharjo Ngaglik.

Para petani diberikan Kartu Tani tujuannya tidak lain untuk mempermudah cara bertransaksi termasuk pencairan bantuan dari pemerintah dan kredit perbankan termasuk mencari pupuk melalui koperasi atau melalui kelompok tani. Diharapkan dengan kartu tani ini, para petani bisa mengakses terkait persoalan pertanian mulai pembibitan sampai panen.

Namun karena ini hal yang baru maka perlu pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkesinambungan, baik keuntungan dan kerugian pemakaian kartu ini. Lebih lanjut, para penerima kartu tani mengucapkan terima kasih karena para petani sudah terbantu dengan kartu tani ini.

Para petani berharap kartu ini bisa memperlancar usaha taninya mulai dari pembibitan sampai pasca panen termasuk penjualan dan pemasarannya di lapangan.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman menyampaikan selamat telah menerima kartu tani ini. Semoga bermanfaat dan menambah semangat baru dalam bertani sehingga produksi pertaniannya dapat meningkat. (Suripto)

 




Petani Go Online, Dukungan untuk Wujudkan Sleman Smartcity

Sleman – Petani Sleman kini dapat merasakan pengaruh positif dari kemajuan teknologi informasi. Sejalan dengan program pengembangan smartcity Kabupaten Sleman, Kementrian Kominfo RI meluncurkan program Petani Go Online. Melalui program ini petani dapat secara langsung melakukan proses penjualan hasil pertanian kepada konsumen.

Ditemui di sela-sela kegiatan edukasi program Petani Go Online, Jumat (29/9) di UPT BP4 Wilayah V Pakem Sleman, Septriana Tangkary, SE, MM, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo menyampaikan bahwa aplikasi Petani Go Online  ini memang sangat dibutuhkan petani.

“Aplikasi ini bertujuan memutus mata rantai dari tengkulak-tengkulak dengan harga tinggi. Biasanya mereka (petani-red) hanya dihargai sebatas pupuk dan benih, tapi hari ini dengan adanya marketplace ini hasil karya dari mereka bekerja juga terhitung,” tutur Septriana.

Septriana menambahkan bahwa program Petani Go Online sangat menunjang gerakan smart city di Kabupaten Sleman dengan melibatkan peran aktif masyarakat. “Untuk menggerakkan smart city tidak bisa sebatas teknologinya tapi juga harus mengena kepada masyarakat. Smart ekonomi itu basisnya adalah masyarakat,” terang Septriana.

Program Petani Go Online adalah hasil kerjasama Kementerian Kominfo dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Program ini mengajak petani Sleman untuk menggunakan teknologi melalui aplikasi PETANI dan REGOPANTES.

Melalui aplikasi ini, petani Sleman yang memiliki produk olahan atau produk tani mentahan tak hanya dapat menjual produk secara langsung ke konsumen tetapi juga mendapatkan harga yang sesuai dengan jerih payah yang dikeluarkan.

Ditambahkan Septriana, aplikasi Petani Go Online disesuaikan dengan kebutuhan petani agar dapat menggunakan teknologi secara mudah.

Program ini selaras dengan masterplan pengembangan smartcity yang sedang disusun oleh Pemkab Sleman. Melalui elemen smart economy dan smart branding, Sleman kini telah mengutamakan penggunaan produk lokal sebagai bahan baku industri primer, sekunder, dan tersier. Selain itu, Sleman juga tengah gencar mempromosikan branding Beras Sleman meskipun surat edaran penggunaan atau pemanfaatan Beras Sleman bagi ASN di lingkungan Pemkab Sleman dan sertifikasi merek logo ‘Beras Sleman’ masih dalam proses.

Ke depan, Sleman telah menyusun beberapa program pendukung seperti tersedianya dokumen kajian sistem informasi terpadu pertanian berbasis GIS dan pembuatan sistem informasi terpadu pertanian berbasis GIS.




Kartu Tani Mudahkan Petani Manfaatkan Subsidi

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyerahkan kartu tani sejumlah kepada petani di Kabupaten Sleman pada Selasa (19/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Menurut Sri, kartu tani ini dibagiakan agar subsidi pemerintah pada sektor pertanian bisa tepat sasaran. “Kartu tani itu kan program nasional ya. Itu kan digunakan untuk para petani petani yang membutuhkan,” terang Sri saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37.

Sri menambahkan, kartu tani ini bisa digunakan para petani untuk membeli berbagai macam kebutuhan pertanian. “Kartu tani bisa dimanfaatkan macam-macam sehingga harapannya nanti mereka nanti bisa gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya keperluan dari petani, misalnya pupuk segala macam itu,” tambah Sri.

Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suwandi Azis, menyampaikan pula bahwa pembagian kartu tani tahap pertama ini dapat memudahkan para petani dalam memanfaatkan subsidi pemerintah karena petani tidak perlu bersinggungan langsung dengan dana dari pemerintah. “Jadi subsidi itu sudah masuk dalam rekeningnya petani, tinggal petani tidak bersinggungan dengan uang tapi hanya dengan kartunya itu,” ungkap Azis.

Dituturkan Azis, dana yang diberikan kepada setiap petani memiliki jumlah yang berbeda, salah satunya tergantung dari luas lahan petani. “Luas lahannya berapa nanti kan ketemu jumlah kebutuhan pupuknya berapa, nanti disubsidi berapa kemudian yang harus dibayar oleh petani sendiri berapa,” jelas Azis.

Azis mengaku bahwa pembagian kartu tani ini masih dalam proses berjalan, mengingat jumlah petani yang terdaftar di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mencapai petani. Karenanya, Azis memperkirakan bahwa penggunaan kartu ini baru bisa maksimal pada tahun mendatang.