PMI Sleman Raih Sertifikat Pemantapan Mutu

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sleman berhasil meraih sertifikat pemantapan mutu eksternal untuk pemeriksaan darah. Sertifikat ini diberikan oleh PMI Pusat setelah melakukan sampling produk darah di PMI Sleman. Hasilnya, dinyatakan sesuai standar yang telah ditetapkan. Sertifikat ini diberikan untuk pemeriksaan HBsAG, anti HCV, HIV, dan sipilis.

“Kami terus berupaya memperbarui peralatan, dan reagen. Contohnya alat yang tadinya hanya bisa menyediakan whole blood (darah utuh), sekarang sudah bisa diurai menjadi komponen,” kata Ketua PMI Sleman, dr Sunartono MKes, Kamis (18/8).

Dengan adanya produk komponen darah ini, masyarakat bisa mengambil manfaat. Pasalnya tidak setiap penderita membutuhkan whole blood. Dicontohkan pasien demam berdarah kadang hanya membutuhkan plasma darah, atau kasus penyakit tertentu yang cuma memerlukan trombosit. Jika dipaksakan mentransfusi darah utuh, justru bisa berdampak negatif karena menjadikan over volume.

“Penyediaan darah di tempat kami sudah bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dari sisi kualitas juga lebih bagus,” ujarnya.

Selain sertifikat pemantapan mutu eksternal, tahun ini PMI Sleman juga mendapatkan izin penyelenggaraan Unit Donor Darah (UDD), dan sertifikat penyelenggaraan Unit Transfusi Darah (UTD) dari pusat. Dari hasil audit eksternal tahun 2015 yang dilakukan oleh tim independen, PMI Sleman juga menyabet predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Ditambahkan Sunartono, pihaknya terus berupaya menjaring pendonor terutama dari kalangan instansi pemerintah, dan perusahaan. Saat menyelenggarakan event, mereka diminta untuk mengagendakan kegiatan donor darah.

Sosialisasi juga dilakukan melalui jejaring Palang Merah Remaja (PMR), sekolah, dan organisasi sosial. Gencarnya promosi ini salah satunya karena dilatarbelakangi target pendonor yang belum tercapai yakni 1,2 persen dari total jumlah penduduk. Saat ini, baru sekitar 0,8 persen warga yang sudah menjadi pendonor tetap. Mayoritas merupakan usia produktif.

“Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus setelah mengetahui manfaat donor,” imbuhnya.

Bahkan tidak jarang PMI sampai kewalahan melayani permintaan donor karena hanya memiliki satu unit mobil untuk layanan keliling. Namun demikian, Sunartono menegaskan pihaknya tidak akan menolak permintaan kegiatan donor darah. Jika jadwal sudah penuh, maka akan dilimpahkan ke jejaring di kabupaten lain.




PMI Sleman Miliki Kewenangan Mengelola Darah Lanjutan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kini memiliki kewenangan sendiri dalam mengelola darah lanjutan.‬

‪”Kewenangan di diperoleh setelah PMI Kabupaten Sleman mengantongi sertifikat pemantapan mutu eksternal dari pemerintah pusat untuk pemeriksaan darah lanjutan,” kata Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, Senin (25/7).‬

‪Menurut Sunartono, sertifikat pemantapan mutu eksternal diperoleh untuk kategori pemeriksaan darah seperti pemeriksaan HBsAG yang berguna untuk diagnosa virus hepatitis B dan pemeriksaan anti HCV untuk mengetahui keberadaan antibodi terhadap virus hepattis C. Termasuk pemeriksaan HIV dan Sipilis.‬

‪”Kami telah memperbarui alat untuk pengolahan darah hingga ke unsur regen darah,” katanya.‬

‪Sunartono menambahkan , PMI Sleman kini dapat melakukan pemeriksaan hingga mengurai darah berdasarkan regennya, bukan hanya “whole blood” (darah utuh).‬

‪”Dengan kelebihan ini, menjadikan transfusi darah bisa tepat sesuai kebutuhan kasusnya,” katanya.‬

‪Sunartono mengatakan, didapatnya sertifikat pemantapan mutu tersebut berdasarkan hasil uji sampling yang dilakukan PMI pusat. Dimana dalam setiap kasus kebutuhan darah, penerima donor tidak selalu membutuhkan darah utuh melainkan unsur tertentu saja.‬

‪”Seperti pada kasus Demam Berdarah (DB), penderita sebetulnya hanya membutuhkan plasma darah atau trombositnya saja,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, “whole blood” dikhawatirkan justru akan membuat tubuhnya over kapasitas. Dengan alat terbaru yang dimiliki PMI Sleman, pengolahan darah hingga unsur terpisah menjadi lebih mudah dilakukan.‬

‪”Dari sisi kualitas, darah menjadi lebih bagus. Lebih pas sesuai kebutuhan,” katanya.‬




PMI Sleman Terima Penghargaan Bukti Serius Layani Masyarakat

DSC_1050Sleman – Ketua PMI Cabang Sleman, dr Sunartono MKes menyampaikan bahwa sampai saat ini PMI Cabang Sleman telah memperoleh hasil Audit ekternal tahun 2015 dari auditor independen Inarest Kemalawarta dengan perdikat WTP.

Selain itu juga telah mendapatkan Izin penyelenggaraan UTP-UDD, Sertifikat Penyelenggaraan UTD dari UTP PMI pusat yang diserahkan oleh Sekretaris PMI DIY, dan Sertifikat pemantapan Mutu Ekternal untuk pemeriksaan HBsAG, Anti HCV, HIV dan Sipilis.

Semua penghargaan tersebut diterima Ketua PMI Cabang Sleman bersamaan dengan  syawalan  PMI Kabupaten Sleman, Rabu (20/6). Menurut Sunartono keempat hal tersebut bukti keseriusan PMI Kabupaten Sleman untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu menyanpaikan  agar moment syawalan tersebut  hendaknya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri secara pribadi maupun kualitas kinerja dalam lembaga. Sehingga harapannya, moment Ramadan dan syawalan ini dapat berperan secara nyata dalam perbaikan dan peningkatan secara keseluruhan.

“Semoga dengan syawalan ini, PMI Kabupaten Sleman dapat terus meningkatkan kinerja maupun perannya,” kata Sri Murni.

Yang jelas lanjut Sri Murni bahwa terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman masih menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Sleman.

Hal ini secara nyata termaktub dalam visi pemerintah yakni “ Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021”.

Indikator tewujudnya kesejahteraan bagi masyarakat diantaranya melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunnya ketimpangan ekonomi, menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya kualitas lingkungan hidup, dan pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat dari perolehan IPM yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan dan pendapatan yang terus mengalami peningkatan sebesar 0,47 poin dari 80,26 pada tahun 2013 menjadi 80,73 pada tahun 2014. Hal ini tentu menjadi apresiasi sekaligus motivasi tersendiri bagi jajaran Pemerintah untuk terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dukungan Pemkab Sleman dalam berbagai program tersebut antara lain salah  satunya PMI Kabupaten Sleman. Keberadaan PMI Kabupaten Sleman tentu menjadi penguat langkah bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadapi berbagai tantangan di Kabupaten Sleman. Baik tantangan yang muncul dari kondisi wilayah Kabupaten Sleman, kondisi sosial masyarakat dan lainnya.




Jumlah Persediaan Darah PMI Sleman Meningkat

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman sudah mampu melakukan pemisahan komponen darah sejak dua tahun terakhir. Mulai tahun lalu, PMI juga membuka pelayanan darah selama 24 jam. 

Mengetahui informasi tersebut, sejumlah rumah sakit kini banyak yang menjalin kerja sama dengan PMI. Jumlah persediaan darah juga meningkat. Jika sebelumnya setiap bulan rata-rata hanya ada stok 300 kantung, sekarang mencapai 700-800 kantung darah.

“Stok darah tidak hanya berasal dari kami tapi juga instansi lain. Jika ada lembaga yang merayakan ulang tahun biasanya melakukan kegiatan donor darah,” kata Ketua PMI Sleman, dr  Sunartono Mkes di Sleman, Kamis (15/10).

Ditambahkan, PMI Sleman mempunyai “momongan” Gunung Merapi yang sering mengalami erupsi. Untuk keperluan itu PMI Ranting Pakem diperkuat untuk berjaga. Di sana juga ada relawan yang siaga setiap hari.

Selain melakukan pelayanan bencana Merapi, PMI Sleman juga memiliki pengalaman penanganan sejumlah bencana. Di antaranya gempa bumi, kekeringan, angin ribut, dan tanah longsor.

“Banjir lahar, kecelakaan lalu lintas, dan pendaki gunung yang tersesat juga sering terjadi,” kata Sunartono.

Sementara itu hasil bulan dana PMI Sleman tahun ini sebesar Rp 750 juta. Diakui, jumlah itu cukup banyak dan menggiurkan. Pengurus diingatkan agar berhati-hati dalam pengelolaannya agar tidak berurusan dengan hukum. ”Harus hati-hati. Target bulan dana tercapai tetapi kita harus selamat dari hukum,” tutur Sunartono.




PMI Sleman Telah Salurkan Air Bersih ke Prambanan dan Gamping 710.000 Liter

Foto BersamaSleman – Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan pada musim kemarau tahun 2015 ini PMI Kabupaten Sleman telah memberikan bantuan air bersih di wilayah Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Gamping yang mengalami kekeringan sejumlah liter air.

“Bantuan air bersih yang disalurkan tersebut merupakan bantuan dari  Rotary Club Jogja, Taft Disel Indonesia dan  RM Pringsewu,” kata Sunartono, disela-sela peringatan HUT ke 70 PMI Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (20/9).

Sementara Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi dalam sambutan HUT Ke-70 PMI Kabupaten  Sleman  mengajak untuk membangun komitmen yang lebih baik guna melakukan konsolidasi, koordinasi, sinkronisasi dan revitalisasi dalam tubuh PMI Kabupaten Sleman. Mengingat tugas, tanggung jawab serta tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh PMI Kabupaten Sleman di masa mendatang tidak semakin ringan namun justru semakin berat dan kompleks.

Diharapkan dengan adanya konsolidasi, koordinasi, sinkronisasi dan kerja sama yang baik maka tugas dan tanggung yang berat tersebut akan dapat dilaksanakan dengan baik. Menyikapi tantangan tugas PMI dimasa mendatang yang semakin berat dan sarat dengan berbagai tantangan, perlu disikapi dengan pengembangan manajemen kepengurus­an yang teratur, tertata rapi, baik tenaga, sarana dan dana yang dilakukan secara demokratis dan transparan.

Sebagai konsekuensinya seluruh jajaran pengurus maupun anggota PMI Kabupaten Sleman harus senantiasa meningkatkan penge­tahuan, wawasan dan kemampuannya. Namun upaya pening­katan kualitas SDM tersebut jangan hanya mengan­dalkan dukungan dan bantuan dari PMI, namun hendaknya dapat dilaksakan secara mandiri dan swadaya.

Untuk menunjukkan kiprah dan kinerjanya kepada ma­sya­rakat secara nyata, hendaknya PMI Kabupaten Sleman dapat membuat program penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. Hal ini dikarenakan pada hakekatnya penanggu­langan bencana bukan hanya pertolongan pada saat darurat saja, tetapi juga upaya pencegahan yang dilakukan bersama-sama masyarakat dan para relawan.

“Saya harapkan agar seluruh Pengurus PMI Kabupaten Sleman periode ini bisa mengoptimalkan peran, ke­mam­puan dan profesioanlismenya, walaupun keberada­annya hanya me­ru­pakan kerja sosial kemanusiaan yang bersifat pengabdian. Peningkatan profesionalisme pengurus PMI sangat diperlukan agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal lagi,” kata Gatot.

Pada acara HUT PMI tersebut diberikan bantuan kepada 5 Sekolah Sehat berupa alat-alat UKS Binaan dari PMI Sleman yaitu SMPN 3 Sleman, SMP N 2 Cangkringan, SMK N 2 Depok, SDN  Grunggon, Cangkringan dan SMP Taman Dewasa Ngemplak serta piagam penghargaan bagi yang 25 kali donor darah oleh Penjabat Bupati didampingi Ketua PMI Sleman.

Dilanjutkan juga penandatanganan MOU  PMI Sleman oleh  Sunartono dengan PT Astra,   guna untuk kebutuhan donor darah setiap saat. Juga diberikan piagam penghargaan kepada Rotray Club  dan Taft Diseil Indonesia atas bantuan air bersih melalui PMI Sleman.