PMI Sleman Perkuat Organisasi

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman sedang merencanakan beberapa kegiatan untuk memperkuat organisasi PMI.

“Guna menjadikan PMI yang berkarakter, profesional, mandiri dan dicintai masyarakat, PMI Kabupaten Sleman sedang memprogramkan beberapa kegiatan, antara lain penguatan organisasi,” kata Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, kemarin.

Menurut Sunartono, kegiatan penguatan organisasi tersebut meliputi penguatan struktur organisasi, dan penguatan sistem pengelolaan keuangan serta aset. Selain itu, juga peningkatan bidang pelayanan, penguatan sumber daya manusia dan penguatan sumber daya dan pencitraan.

Dikatakan Sunartono untuk donor darah di PMI Kabupaten Sleman saat ini sudah bisa dilayani 24 jam, dan untuk memudahkan PMI Kabupaten Sleman telah menggunakan “Bis Donor Darah” yang bisa beroperasi 24 jam.

“PMI Sleman juga telah membentuk tim gerak cepat yang bisa melayani mulai dari bencana alam, sampai kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Sunartono menambahkan, untuk dana yang dihimpun dari masyarakat yang dikumpulkan melalui Bulan Dana PMI 2014 sebesar Rp 627 juta. Sistem kemitraan juga terus ditingkatkan untuk menghindari adanya mispersepsi dalam menciptakan kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap penggalangan dana PMI.

Dan untuk bulan dana PMI Kabupaten Sleman pada 2015 ini ditargetkan dapat terhimpun dana dari masyarakat senilai Rp 1 miliar.




PMI Sleman Ikut Lakukan Pantauan Jentik

Sleman – PMI Sleman ternyata bukan hanya bertugas dalam urusan donor darah dan pertolongan pada kecelakaan namun  lebih luas lagi yakni dalam ikut serta mencegah terjangkitnya nyamuk demam berdarah. Hal ini ditunjukkan PMI Sleman bersama Dinas Kesehatan Sleman dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah Cokrowijayan Banyuraden Gamping, Minggu (21/2). Dalam kesempatan ini PMI Sleman melibatkan pula KSR (Korp Sukarelawan Remaja) Poltekes Jogja.

Kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) diawali dengan penyerahan Abate kepada Kadus Modinan-Cokrowijayan Wagiyo dan penyerahan peralatan pemantau kepada KSR oleh Ketua PMI Sleman dr Sunartono MKes. Selanjutnya dilakukan pemantauan dari rumah ke rumah yang didampingi oleh kader setempat.

Sunartono mengemukakan sebenarnya sudah banyak kegiatan yang dilakukan pemerintah dalam memerangi penyakit Demam Berdarah seperti penyuluhan, sosialisasi, pembagian Abate, bantuan pengobatan pada penderita DB, kegiatan PSN, foging,  maupun yang terakhir kerjasama dengan UGM untuk menciptakan nyamuk yang berwolivia yakni nyamuk yang mengandung virus untuk mengurangi vertilitas dan tidak menyebabkan demam berdarah bila menggigit.

Sunartono juga menyampaikan bahwa keberadaan pemerintah hanya memberikan motivasi dan trigger kepada masyarakat, namun tindak lanjutnya tergantung kepada masyarakat sendiri untuk mengontrol perkembangan nyamuk dan memperhatikan lingkungannya. Demam berdarah sebenarnya bisa dibasmi dan dihentikan namun sangat tergantung dengan kepedulian masyarakat sendiri untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya.

Kebersihan lingkungan tidak hanya diukur dengan menyapu lantai dan  halaman setiap hari, membersihkan rumput dan sampah namun yang lebih penting dengan kegiatan  membersihkan sarang nyamuk untuk meniadakan tempat bagi nyamuk berkembang biak,  seperti genangan air di botol-botol bekas, pot bunga, kulkas, tempat minum burung, bak mandi, tonggak bambu dan lainnya.

“Apabila kepedulian ini sudah terbangun maka masyarakat tidak perlu panik  bila terjadi sesuatu karena masyarakat sudah paham dengan kebersihan lingkungannya,” kata Sunartono.

Dari hasil pantuan 173 rumah terdapat 37 rumah positif ada jentiknya sehingga baru mencapai 78,6 % dari angka bebas jentik 95 %. Hasil ini menunjukkan masih potensial untuk perkembangan nyamuk Aides Aigypti dan diperlukan kepedulian serta kesadaran masing-masing rumah tangga untuk menguras bak mandi dan memperhatikan hal-hal yang dapat memungkinkan jentik nyamuk berkembang.




PMI Sleman Adakan Jumbara PMR

PMRSleman– Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota PMR Kabupaten Sleman maka PMI Kabupaten Sleman mengadakan Jumbara (Jumpa Bhakti dan Gembira) PMR (Palang Merah Remaja) se kab Sleman, Sabtu (10/1) dipusatkan di GOR Tridadi Sleman. Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Sri Murni Rahayu dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sukaptono, Ketua PMI Sleman dr Sunartono MKes, dan pejabat lainnya.

 Kegiatan yang dilakukan meliputi jumpa dengan kegiatan diskusi panel tentang manajemen PMR, kegiatan Bakti yakni donor darah, kerja bakti bersih lingkungan padukuhan Paten dan Ngemplak Caban, peberian makan ramsum kepada siswa SLB dan kegiatan Gembira diisi kegiatan sosial tentang 7 materi pokok PMR yang dikemas dalam bentuk traveling/sirkuit meliputi pesan palang merah, kepemimpinan, ayo siaga bencana, pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama dan kesehatan remaja.

Sementara  Bupati Sleman dalam sambutan yang dibacakan Sri Murni Rahayu mengatakan sebagai daerah yang memiliki potensi bencana, Kabupaten Sleman sangat membutuhkan relawan yang tanggap dan cekatan dalam upaya evakuasi tetapi juga mampu melakukan langkah preventif mengurangi korban bencana dengan membantu mensosialisasikan langkah-langkah yang ditempuh masyarakat jika terjadi bencana.

Pemerintah Kabupaten Sleman selalu berupaya melakukan pembinaan dan sosialisasi yang mengarah pada Sekolah Siaga Bencana, sehingga, pembinaan PMR Kabupaten Sleman ke depan akan lebih efektif dan hasilnya dapat dirasakan langsung, baik oleh PMR itu sendiri maupun masyarakat

Keberadaan PMI beserta relawannya di setiap kejadian  bencana menjadi suatu kebutuhan dan harapan para korban bencana. Hal ini dirasakan masyarakat Sleman yang berada pada area rawan bencana seperti di lereng Merapi dan wilayah Sleman bagian timur dengan potensi bencana gempa bumi.

“Saya berharap dengan eksistensi yang dimiliki tersebut, kegiatan Jumbara ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kompetensi baik dalam hal tanggap kebencanaan maupun dalam berorganisasi,” kata Sri Murni bacakan sambutan Bupati Sleman.

Dengan demikian PMI kedepan akan lebih maju dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PMI saat ini sudah baik. Hal ini terlihat salah satunya dari bulan dana PMI yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman pada Tahun 2014  yang lalu telah mampu menggalang dana sebesar  Rp 620,072 juta Jumlah ini melampaui target yang ditentukan yakni Rp 500 juta atau mencapai 124%.

Hal ini merupakan kondisi yang menggembirakan, tetapi juga sebagai tantangan yang harus dihadapi PMI untuk menjaga dan meningkatkan  kepercayaan masyarakat. Kedepan, tanggungjawab tersebut ada pada pundak kalian sebagai generasi anggota PMR yang nantinya akan meneruskan perjuangan PMI di masa mendatang.

Untuk menyiapkan generasi yang siap dalam perputaran roda estafet organisasi, dalam pembinaan PMR tentu saja diperlukan persamaan persepsi dan komitmen oleh semua unsur yaitu pengurus,  pembina PMR, pelatih PMI, serta pihak terkait dalam pembinaan remaja atau anggota PMR.




PMI Sleman Terjunkan 150 Relawan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman menerjunkan 150 relawan untuk turut bersiaga dalam pengamanan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015. Selain mengerahkan sejumlah ambulans, setiap tim relawan juga dibekali berbagai peralatan medis.

“Penerjunan relawan dijadwalkan dalam dua putaran. Pertama, pada 24-25 Desember 2014, tim disiagakan di beberapa titik, yaitu Markas PMI Sleman serta Pos Jombor, Mlati, Kentungan, Pakem, Prambanan, Kaliurang, Moyudan, dan Tempel,” kata Ketua PMI Sleman, dr Sunartono MKes, kemarin.

Menurut Sunartoni, pada putaran berikutnya, tim relawan akan bersiaga sejak 31 Desember 2014 hingga 1 Januari 2015 di Markas PMI Sleman, serta Pos Jombor, Kaliurang, dan di depan Ambarukmo Plaza.

“Titik-titik tersebut dinilai rawan keramaian dan kecelakaan,” tutur, Sunartono.

Meski disediakan beberapa pos, Sunartono mengatakan, tim relawan tidak hanya akan berjaga di pos saja. “Tim relawan akan lebih banyak berkeliling untuk memantau kondisi di sekitarnya. Kami menilai cara itu lebih efektif,” katanya menambahkan.

Sunartono yang juga bertugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman tersebut juga meminta relawan selalu memegang teguh tujuh prinsip dasar PMI. “Bertugas secara iklas dan totalitas, tanpa memandang latar belakangnya,” ujarnya kemudian.

Dukungan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2015 juga diberikan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). “Secara keseluruhan, kekuatan personel Satlinmas di Sleman mencapai orang,” ungkap Kepala Satpol PP Sleman, Drs Joko Supriyanto.




PMI Sleman Jamin Persediaan Darah Mencukupi

Sleman, InfoPublik – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes menjamin persediaan darah di PMI Sleman selama Ramadan hingga Lebaran mencukupi. “Persediaan darah di PMI Sleman mencukupi, kami menjamin tidak akan ada kelangkaan darah selama bulan puasa ini,” kata Sunartono, kemarin.

Menurut Sunartono, meskipun ada penurunan jumlah pendonor darah selama Ramadan, namun jumlahnya tidak terlalu banyak, dan persediaan darah tetap aman. “Selama bulan puasa ini donor dilaksanakan pada malam hari, sedangkan bagi non-Muslim siang dilayani. Memang ada sedikit tren penurunan jumlah pendonor, namun ternyata pendonor dari non-Muslim cukup banyak,” katanya.

Dijelaskan Sunartono bahwa selama Ramadan ini PMI Sleman buka layanan 24 jam, untuk donor maupun yang membutuhkan darah. PMI Sleman juga membuat link dengan PMI luar daerah sehingga jika persediaan kosong bisa kontak daerah lain. “Selama ini kami juga banyak memenuhi permintaan yang lain. Ini sudah biasa kami saling suport,” kata Sunartono.

Sunartono mengatakan, PMI Sleman menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana seperti erupsi Gunung Merapi 2010, puting beliung, tanah longsor dan abu vulkanik Gunung Kelud beberapa waktu lalu. PMI Sleman juga menangani 91 kejadian dan yang terbesar erupsi Gunung Merapi 2010 dengan penerima bantuan lebih dari jiwa dengan memfasilitasi 10 pos di 10 kecamatan. Saat ini lanjutnya, PMI Sleman didukung dengan empat mobil ambulan, empat kendaraan operasional dan satu bus mobil donor keliling.

“Data pendonor di PMI Sleman pada 2013 mencapai orang dan untuk 2014 sampai dengan Mei telah mencapai angka orang. Untuk kegiatan mobilisasi unit keliling pada 2013 mencapai 224 orang dan pada 2014 sampai dengan Mei 2014 mencapai 93 orang,” tutur Sunartono.

Sedangkan untuk distribusi darah ke rumah sakit untuk tahun 2013 mencapai kantong darah dengan rata-rata pemenuhan distribusi 573 kantong darah per bulan. Untuk 2014 sampai Mei mencapai kantong darah dengan pemenuhan kebutuhan 590 kantong darah per bulan.