Sleman Sambut HUT RI dengan Lomba Permainan Tradisional

Sleman – Berbagai lomba dalam rangka HUT ke-72 RI diadakan tak hanya di tingkat dusun, desa, atau kecamatan saja, Pemda Sleman juga melaksanakan beragam lomba dalam upaya menyambut hari jadi Indonesia ini.

Berlangsung di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (11/8), berbagai lomba dalam rangka HUT ke-72 RI dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo, Kepala Dinas Kominfo, Intriati Yudatiningsih, dan seluruh OPD di lingkungan Pemda Sleman.

Dalam sambutannya, Sri Purnomo mengatakan bahwa jika kita dapat melakukan olahraga secara rutin maka kebugaran tubuh akan terjaga sehingga mampu memberikan pelayan yang lebih baik. Sri Purnomo pun berharap, dengan mengadakan berbagai lomba tersebut mampu membantu menghidupkan beberapa jenis permainan tradisional yang saat ini sudah mulai ditinggalkan seperti Gobak Sodor, Egrang, Tarik Tambang, dan lain sebagainya.

Usai pembukaan, dilanjutkan pertandingan Gobak Sodor yang mempertandingkan Kelompok Bupati Sleman yang terdiri Kepala SKPD melawan regu dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, yang dimenangkan regu Dinas Pemuda dan Olahraga.

Selain Gobag Sodor, Engrang, dan Tarik Tambang, memperlombakan juga jenis olahraga Senam Gamu Famire. Pemenang dari Lomba Senam Gema Famire ini adalah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, disusul oleh UPT Yandik Godean, Bank Sleman, RSUD Sleman dan UPT Yandik Moyudan. Sementara untuk Tarik Tambang Putri juara I direbut oleh RSUD Sleman, yang diikuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman, dan UPT Yandik Cangkringan.

Nima Hikmawati, salah satu peserta Lomba Gobag Sodor Putri menyampaikan apresiasinya ke pada para panitia penyelenggara Lomba HUT RI ke-72 di lingkungan Pemda Sleman ini.

“Karena sudah nguri-uri kabudayan (melestarikan kebudayaan-red), sekarang ini kan tidak banyak orang yang tahu soal permainan tradisional itu,” lanjut Nima.

Nima pun berharap ke depannya, akan ada inovasi terkait lomba-lomba yang dilaksanakan di lingkungan Pemda Sleman. Sebab, menurutnya permainan tradisional itu sangat beragam.




PNS Sleman Diajak Tunjukan Citra Sleman yang Kondusif

Sleman- Seluruh karyawan- karyawati Pemkab Sleman beserta jajaran TNI/Polri melaksanakan upacara bendera, Senin (17/7), bertempat di Lapangan Pemda Sleman. Bertindak selaku inspektur upacara Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Sleman, Andreas Purwantyo Setiadi.

Dalam sambutannya Andreas mengingatkan bahwa saat ini jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan memasuki awal semester bagi peserta didik barunya, baik yang berasal dari dalam ataupun luar Kabupaten Sleman. Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menciptakan situasi Sleman yang kondusif, nyaman dan aman. Sehingga, lanjut Andreas, citra Sleman sebagai bagian dari daerah tujuan pendidikan di DIY tetap terjaga baik.

“Sebagai warga yang berbudaya, tentunya kita harus dapat ngaruhke keberadaan mereka. Agar mereka merasa menjadi bagian dari masyarakat Sleman,” tutur Andreas.

Dikatakan pula oleh Andreas bahwa semua anak usia sekolah di Kabupaten Sleman harus menepuh pendidikan formal minimal hingga jenjang SMA atau sederajat. Menurutnya hal ini dimaksudkan untuk membangun generasi muda Sleman yang berkualitas dan berdaya saing untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera. “Jika ada yang tidak sekolah, harap dilaporkan ke kantor Kepala Desa, Kecamatan, atau ke Dinas Pendidikan agar difasilitasi,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Andreas berharap peringatan Hari Anak Nasional yang akan jatuh pada tanggal 29 Juli mendatang untuk dijadikan sarana instrospeksi diri. Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan keberadaan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak serta ketahanan keluarga masyarakat Sleman.




PNS Sleman Diminta Mengubah Pola Pikir

DSC_1069 (1)Sleman – Etika profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjabarkan secara jelas dalam Panca Prasetya Korpri. Panca Prasetya Korpri ini harus ditaati dan dilaksanakan oleh setiap PNS karena bertujuan untuk menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala korupsi, kolusi, nepotisme dan berjiwa sosial.

“Dalam era reformasi birokrasi, semua PNS Kabupaten Sleman harus mengubah pola pikir sebagai PNS yang  proaktif memberikan pelayanan, mampu berpikir kedepan dan bekerja secara profesional,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Kamis (10/11).

Citra negatif yang sering ditujukan kepada PNS, hanya akan hilang jika para PNS mampu memperlihatkan kinerja yang baik, bekerja secara profesional dan pribadi yang mengedepankan etika profesi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, tambahnya.

Menurut Sri Muslimatun  pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun merupakan sebuah pemacu untuk terus maju, sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, PNS juga dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan.

“Pemberian penghargaan ini sebagai motivasi agar PNS dapat meningkatkan pengabdian dan prestasinya. Tugas dan tanggungjawab sebagai PNS semakin berat, karena dituntut untuk lebih berprestasi dan meningkatkan pengabdian, serta mampu memberikan keteladanan kepada para PNS yang lain,” katanya.

Pencapaian prestasi atau achievement dalam melakukan pekerjaan akan mengge­rakan aparat untuk melakukan tugas-tugas berikutnya dengan lebih baik lagi.

Dengan demikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan menimbulkan sikap positif, sikap yang selalu ingin melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

“Oleh karena itu sebagai PNS hendaknya selalu mengupayakan perkem­bangan dan kemajuan dirinya dari waktu ke waktu tidak bersifat statis atau beku, tetapi harus menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik,” tambah Sri Muslimatun.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pada setiap tahun menyampaikan tanda kehormatan bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) di jajaran pemerintahan daerah yang telah memasuki masa kerja 30, 20 dan 10 tahun dengan tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

Sebanyak 200 orang penerima Satyalancana Karya Satya berasal dari berbagai instansi dengan perincian 136 orang tanda kehormatan 30 tahun, 61 orang tanda kehormatan 20 tahun dan 3 orang tanda kehormatan 10 tahun yang diujudkan dalam bentuk piagam dan lencana. Penerima Satyalancana Karya Satya paling banyak sejumlah 159 orang yang berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.




Keberadaan Korpri Jadi Bagian Kehidupan PNS Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa penyelenggaraan Musyawarah Korpri Kabupaten Sleman  merupakan langkah yang sangat strategis untuk memelihara dinamika organisasi. Selain itu diharapkan melalui  kegiatan musyawarah tersebut akan muncul berbagai agenda dan action plan dari Korpri Kabupaten Sleman yang merupakan aspirasi dari anggota Korpri dalam upaya menunjukkan dan memperkokoh eksistensi Korpri sebagai sebuah organisasi.

“Diharapkan agar kegiatan musyawarah tersebut dapat menjadi  media koordinasi antara seluruh pengurus dalam upaya melaksanakan program kerja yang dicanangkan. Bahwa seiring dengan besarnya tuntutan dan tantangan yang dihadapi PNS Kabupaten Sleman dalam menyelenggarakan Good Governance, peran Korpri juga harus semakin mampu merespon kebutuhan anggotan,” kata Sri Purnomo usai membuka Musyawarah Korpri  Kabupaten sleman tahun 2016 di lantai III Pemkab Sleman, Kamis (6/10).

Oleh karena itu Sri Purnomo berharap agar kegiatan musyawarah tersebut dapat mengembangkan pemikiran yang mengarah kepada peningkatan profesionalisme aparatur, meningkatkan mutu pelayanan tanpa diskriminatif, memantapkan netralitas dan obyektifitas pelaksanaan tugas serta peningkatan kesejahteraan anggota KORPRI itu sendiri.

“Yang jelas keberadaan Korpri Sleman dalam menjalankan kepengurusannya harus menjadi bagian kehidupan PNS Kabupaten Sleman. Artinya program kerja Korpri Sleman diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh anggotanya dan ditingkatkan dari tahun ke tahun, sehingga eksistensi Korpri Kabupaten Sleman dapat dirasakan secara nyata baik dalam meningkatkan profesionalisme PNS maupun dalam peningkatan kesejahteraan PNS,” katanya.

Peran PNS yang tergabung dalam wadah Korpri sangatlah besar dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan terciptanya pelayanan prima kepada masyarakat. Banyak hal yang telah dilakukan untuk membawa Sleman ini menjadi kabupaten yang berprestasi di Indonesia.

Kedepan Sri Purnomo berharap Korpri lebih menggali potensi yang ada pada anggotanya, bukan hanya untuk peningkatan kesejahteraan anggotanya, tapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Hal lain yang perlu lebih diperhatikan adalah masalah transparansi anggaran. Korpri harus menjadi contoh juga bagi organisasi lainnya dalam pengelolaan anggaran yang transparan dan tertib administrasi.

Dengan demikian anggota akan memberikan kepercayaan secara itu Sri Purnomo juga mengharapkan dukungan Korpri unit kerja yang sangat strategis untuk ikut melakukan pembinaan terhadap anggota ke arah profesionalisme. Keberadaan Korpri di unit kerja sebagian besar belum terlihat eksistensinya, aktivitas yang dilakukan masih berorientasi merespon kegiatan yang dilakukan oleh Korpri Kabupaten.

Sedangkan Ketua Dewan pengurus Korpri Kabupaten Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa tujuan musyawarah  Korpri tersebut untuk melaporkan hasil kerja kepengurusan Dewan Pengurus Korpri periode 2010-2016, juga untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan serta menyusun program kerja  periode 2016-2021.




Hari Pertama Masuk Bupati Gelar Syawalan dengan PNS Sleman

DSC_7603bernasSleman – Hari pertama masuk kerja Senin (11/7) Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menggelar syawalan bersama dengan PNS dilingkungan Pemkab, syawalan berlangsung di Pendopo Parasamya, dengan dihadiri ribuan PNS. Disamping Bupati Sri Purnomo, juga mendampingi Ketua TP PKK Hj Kustini Sri Purnomo,  Wakil Bupati Sleman Hj Sri Muslimatun.

Disamping kedua pejabat tersebut hadir pula para direktur BUMD seperti Direktur Bank Sleman Muhammad Sigit SE, Direktur BPD Cabang Sleman Nur Ismantoro, Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata SE, Penjabat Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno,  serta para kepala SKPD se Kabupaten sleman.

Kegiatan syawalan tersebut tidak hanya diikuti oleh PNS di lingkungan Pemkab Sleman tetapi juga diikuti oleh karyawan-karyawati Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kejaksaan, BPN, dan Depag.

Syawalan tersebut berlangsung mulai pukul hingga pukul  WIB. Kegiatan tersebut diawali dengan jabat tangan Bupati Sleman dengan Wakil Bupati yang kemudian diikuti oleh pejabat-pejabat lainnya, serta karyawan yang telah berjajar antre dengan tertib.

Para PNS tidak merasa berkeberatan untuk antri dan berjejalan untuk bersalaman dengan para pejabat, mengingat momen semacam tersebut hanya berlangsung setahun sekali dan hanya terjadi di Hari Raya Idul Fitri.

Setelah berjabat tangan dengan para pejabat, karyawan-karyawati kemudian bersalam-salaman dengan para rekan kerja lainnya sambil menikmati hidangan yang telah disediakan di depan Pendopo Parasamya. Meliputi bakso, soto, Kupat tahu, dan lainnya serta aneka minuman baik panas maupun dingin.

Sri Purnomo mengatakan PNS di lingkungan Pemkab Sleman mulai hari pertama masuk kerja telah siap bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dan moment hari pertama kerja secara rutin selalu diadakan halal bil halal/salam-salaman terlebih dahulu untuk memberikan kesempatan kepada PNS di lingkungan Pemkab Sleman berjabat tangan dan saling memaafkan dengan para pejabat maupun dengan sesama rekan kerja. Namun setelah selesai mereka siap untuk bekerja kembali.

Usai syawalan Sri Purnomo melakukan pantauan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu dan RSUD Sleman.