Ramadan PNS Dihimbau Tetap Bekerja Optimal

Sleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sunartono menghimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tetap bekerja secara optimal. Pasalnya puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kelancaran dan efektivitas kerja.

“Pekerjaan harian harus tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, jangan sampai puasa dijadikan alasan,” kata Sunartono, Kamis (18/6).

Dikatakan Sunartono, memasuki bulan Ramadan, jam kerja PNS di Kabupaten Sleman dikurangi satu jam setiap harinya.

Pengurangan jam kerja aparatur negara itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tentang penetapan jam kerja selama Ramadan.

Dalam pelaksanaannya lanjut Sunartono, pengurangan jam kerja tersebut hanya berlaku untuk kepulangan. Sedangkan jam masuk PNS tetap seperti biasa sebelum Ramadan.

Menurutnya PNS diwajibkan masuk kerja pada pukul WIb setiap harinya. Jam masuk tersebut berlaku untuk instansi yang memberlakukan lima hari maupun enam hari kerja. Sedangkan jam pulang, yang sebelumnya pukul WIB untuk hari Senin hingga Kamis menjadi pukul WIB.

“Untuk hari Jumat, jam pulang PNS yang sebelumnya WIB menjadi WIB. Khusus jam istirahat pada hari Jumat tetap sama, yakni hingga ,” tuturnya.

Sementara untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja, jam pulang PNS mulai pukul WIB pada Senin hingga Kamis. Untuk hari Jumat menjadi pukul WIB dan Sabtu WIB.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, PNS tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja. Sebaliknya, semangat bekerja harus ditingkatkan saat Ramadan dan diniatkan sebagai ibadah.

“Puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim, bekerja juga merupakan kewajiban bagi kita sebagai pelayan masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Menurutnya layanan publik juga harus tetap diberikan secara optimal kepada masyarakat. Terutama bagi instansi-instansi pemerintah yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik seperti Puskesmas dan Pemadam Kebakaran.

“Jangan sampai kendor, karena pelayanan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.




PNS Sleman Kerja Bakti Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Kelud

upload116-300x198

Sleman – Aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin (17/2), secara serentak mengadakan kerja bakti membersihkan  lingkungan kantor masing-masing dari debu abu vulkanik Gunung Kelud.

Walaupun Ibukota Kabupaten Sleman tadi malam sempat diguyur hujan deras namun  ternyata tidak semua abu terbawa air hujan, masih banyak yang tersisa di lingkungan kantor, hanya genting dan pohon saja yang sudah bersih dari abu vulkanik.

Dalam kerja bakti ini, juga dikerahkan untuk membersihkan lingkungan ibukota Sleman dan sekolah-sekolah SD se Kabupaten Sleman, dengan mengerahkan aparat TNI, Polri, SAR, Tagana Relawan, tenaga kerbesihan jalan, PMI Sleman, guru sekolah dan mobil pemadam kebakaran Sleman.

Teknis pelaksanaan kerja bakti dibagi untuk 31 tim ke sekolah SD, 10 Tim di jalan-jalan, 2 tim ke pasar-pasar, 7 tim ke SLB dan Panti Sosial melibatkan 500 personil. Sementara itu masyarakat juga giat melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing dengan mengerahkan mesin pompa untuk menyemprot jalanan dengan air.

Menurut Drs. Yuli Setiono, Kepala BPPD Sleman, kegiatan hari ini akan dievaluasi sore harinya untuk kegiatan pada esok hari, bila belum tuntas masih akan dilanjutkan dalam kegiatan kebersihan lingkungan.

Bupati Sleman, didampingi kepala DInas Pendidikan, juga melakukan peninjauan dalam kegiatan kebersihan yang dilakukan di SD N Trimulyo dan SLB Balong Candibinangun Pakem.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga melakukan peninjauan ke Bandara Adisucipto Yogyakarta, didampingi Danlanud Adisucipto, Bupati Sleman, Komandan Kodim Sleman, Kapolres Sleman,  dan diterima oleh Managemen Angkasa Pura Andi G wirson. Gubernur didampingi Sekda DIY, Kepala PU DIY dan Walikota Yogyakarta.

Gubernur memerintahkan kepada Manajemen Bandara untuk mempercepat pembersihan bandara sehingga bandara segera dapat dioperasionalkan untuk melayani penerbangan. Karena dampak penutupan bandara dari penerbangan perekonomian Yogyakarta khususnya menjadi terganggu.

Gubernur juga memerintahkan untuk malam hari nanti agar dikerahkan mobil damkar kota 2 unit dan Sleman 2 unit untuk mempercepat proses pembersihan bandara dari abu vulkanik G Kelud.

Menurut Manajemen bandara sudah mengoperasionalkan 8 mobil damkar dan 4 tangki air serta mengerahkan pompa-pompa air untuk menyemprot landasan pacu, dibantu mobil damkar Sleman, hari Sabtu 2 mobil dan hari Minggu 3 mobil serta orang. Dan menurut rencana kemungkinan baru hari Rabu Bandara bisa operasional melayani penerbangan.