Polres Sleman Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Bandara

InfoPublik – Kepolisian Resor (Polres) Sleman melakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik yang dinilai rawan macet dan rawan kecelakaan pada arus mudik Lebaran 2016.‬“Salah satu titik yang kami prediksikan akan macet adalah di simpang tiga Jalan Jogja-Solo kilometer 10 hingga 13, terutama di simpang tiga menuju Bandara Adisutjipto Jogja,” kata ‬Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Lalu Lintas Polres Sleman Ipda Arfita Dewi di Sleman, Kamis (30/6).‬

“Nantinya untuk simpang tiga Bandara Adisutjipto, arus kendaraan dari arah barat yang akan memasuki bandara, tidak bisa lagi langsung belok kanan melewati jalan utama menuju bandara,” tambahnya.‬

‪Ia mengatakan arus lalu lintas dari arah barat atau dari Jogja dialihkan memutar melalui “U-turn” di depan Gapura Akademi Angkatan Udara (AAU), kemudian masuk bandara melalui arah Solo.‬

“Pengalihan arus lalu lintas ini akan diberlakukan sampai H+7 Lebaran, namun hal ini juga akan dilihat kondisi di lapangan nantinya,” katanya.‬

Arfita mengatakan, untuk memperlancar pengalihan arus lalu lintas tersebut, juga akan ditempatkan sejumlah personel polisi lalu lintas di “U-Turn” Gerbang AAU.‬

“Pada Lebaran tahun ini kami juga mendirikan pos pengamanan di simpang tiga Bandara, ini untuk memudahkan penanganan jika terjadi kemacetan di kawasan bandara,” katanya.‬

Arfita menambahkan, untuk arus kendaraan dari arah barat yang akan menuju ke timur atau arah Prambanann Klaten dan Solo, dapat langsung melaju tanpa ada halangan “tariffic light”, dan lampu akan dibuat “flash” atau tanpa lampu merah.‬

“Dari survei yang kami lakukan, kendaraan menuju Solo lebih banyak daripada yang menuju bandara, sehingga agar lebih lancar maka lampu merah tidak diaktifkan sementara,” katanya.‬

Rekayasa arus lalu lintas yang direncanakan ini, kata dia, menjadi pilihan terbaik untuk menangani kemacetan di sekitaran Bandara Adisutjipto. Belajar dari tahun sebelumnya, kemacetan cukup parah sehingga menghambat waktu para pengguna jasa bandara.‬

“Kami berharap masyarakat yang akan menggunakan jasa penerbangan harus benar-benar memanfaatkan waktu yang ada. Mereka harus sudah paham waktu tempuh perjalanan di tengah arus lalu lintas yang padat jelang mudik, dan upayakan bisa menuju bandara seawal mungkin,” katanya.‬




Amankan Lebaran Polres Sleman Gelar Ramadaniah

Sleman – Dalam rangka melakukan pengamanan Lebaran 1437 H, jajaran Polres Sleman bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo) Sleman mengadakan kegiatan Ramadaniah.

“Kegiatan Ramadaniah ini untuk melakukan pengamanan Lebaran, baik malam takbir, sholat idul fitri dan di destinasi wisata,” kata Kanit Satlantas Polres Sleman, Ida Avita Dewi di Press Room Pemkab Sleman, Selasa (28/6).

Untuk pengamanan Lebaran ini lanjut Ida, Polres Sleman membuat 7 pos  yang terdiri dari 2 pos pelayanan guna mengantisipasi kemacetan di tempat-tempat wisata. Dua pos pelayanan itu ada di Prambanan dan Kaliurang.

Sedang 5 pos pengamanan ditempatkan di Tempel, Gamping, Bandara Adisucipto, Ambarukmo Plasa dan Jombor.

“Untuk personil polisi yang ditugaskan di pos-pos tersebut ada 475 orang,” kata Ida.

Sementara personil Polres lainnya disiapkan untuk pengaman penebalan malam takbir dan sholat Idul Fitri. Dikatakan Ida, untuk mengurai kemacetan di Jalan Magelang telah diambil alternatif jalan. Untuk arah dari Magelang menuju Solo diarahkan dari Tempel ke kiri. Sedang kalau mau ke Purworejo diarahkan dari Tempel ke kanan.

Selain itu Polres Sleman juga telah memetakan jalur yang rawan kemacetan adalah Simpang empat Tempel yaitu pintu masuk dan keluar Jogja, kemudian simpang empat Beran Denggung, simpang empat Jombor, pasar Godean, jl Wates Gamping, jl Affandi dan jl Laksda Adisucipto.

Untuk jalan rawan kecelakaan lalu lintas dipetakan jalan Jogja Magelang km 14 hingga 17, jalan Wates-Gamping, jalan lingkar utara dan jalan Solo.
Untuk jalan rawan pelanggaran adalah jalan Wates dan jalan Kaliurang.




Polres Sleman Wajibkan Polsek Mampu Tangani Bencana

Sleman – Seluruh jajaran Polres Sleman termasuk 19 Polsek diinstruksikan siaga bencana. Bahkan saat ini seluruh Polsek di Sleman sudah memiliki peralatan untuk menangani bencana.

“Tiap-tiap Polsek sudah memiliki chainsaw atau gergaji mesin dan perlengkapan penanganan bencana lainnya,” kata Wakapolres Sleman Kompol Sri Wibowo usai memimpin apel kesiap-siagaan menghadapi bencana jajaran Polres Sleman di lapangan Denggung Tridadi Sleman, Kamis (11/2).

Wakapolres mengemukakan, jajaran polres juga dituntut untuk memiliki kecepatan dalam menangani bencana. Ia menyebutkan seluruh wilayah di Kabupaten Sleman merupakan akses lintas Provinsi. Dengan kecepatan tinggi dalam menangani bencana paling tidak arus lalu lintas akan dengan cepat bisa dibuka kembali.

Untuk membantu kinerja aparat, di setiap Polsek disiapkan peralatan pendukung agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana dapat segera diatasi.

“Alat dan fasilitas sudah dicek. Semua dalam kondisi berfungsi dengan baik,” kata  Sri Wibowo.

Melalui kegiatan apel ini diharapkan aparat siap secara psikis maupun fasilitas dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana. Terkait upaya antisipasi dini ini, Polres juga telah membentuk satuan tugas inti yang setiap saat dapat diterjunkan ke lokasi bencana.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Juli Setiono menambahkan di wilayah Kabupaten Sleman memiliki beragam jenis bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, gunung meletus, awan panas dan sebagainya. Karena itu diharap seluruh komponen masyarakat harus selalu siap menghadapi bencana. Dengan demikian jatuhnya korban dapat diminimalisasi.




Polres Sleman Petakan Titik Rawan Kampanye Pilbup

Sleman – Kepolisian Resort Sleman memetakan sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat saat pelaksanaan kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman khususnya kegiatan yang mengerahkan massa.

“Titik yang dipetakan kerawanan saat kampanye meliputi wilayah Kecamatan Sleman, Gamping, Godean dan wilayah perbatasan Tempel dan Prambanan, termasuk kerawanan adanya mobilisasi masa pendukung dari luar wilayah,” kata Kapolres Sleman AKBP Faried Zaulkarnaen, kemarin.

Menurut Faried, tindakan tegas akan dilakukan pada simpatisan pasangan calon yang melanggar seperti larangan pawai/ arakan-arakan, baik helm, kelengkapan kendaraan dan knalpot blombongan.

“Kami akan melakukan razia sebelum kampanye di bengkel tempat memasang/mengganti knalpot blombongan,” katanya.

Ia mengatakan, selain itu pihaknya juga akan melaksanakan cipta kondusif dengan melakukan razia penjualan minuman keras.

“Ada dugaan biasanya ada kebiasaan massa kampanye yang minum minuman keras saat kampanye, yang bisa menimbulkan gesekan,” katanya.

Faried mengatakan, kekuatan personel yang disiapkan jajarannya disesuaikan dengan pentahapan Pilbup.

“Saat kampanye disiapkan 700 personel dibantu dengan aparat keamanan lainnya, saat pemungutan suara melibatkan bantuan dari Polda DIY sebanyak personel dibagi di masing-masing TPS,” katanya.

Ia mengatakan, ancaman setiap tahapan kemungkinan terjadinya gesekan antar pendukung, adanya kampanye hitam maupun perusakan alat peraga kampanye dan serangan fajar untuk mendapatkan suara.

“Kami juga mengupayakan cara bertindak yang efektif dan antisipasi bentrok masa dan bentuk-bentuk pelanggaran Pilbup, lakukan terus langkah-langkah preventif dengan meningkatkan kesadaran berbagai pihak agar tidak melakukan tindakan kekerasan dan melanggar hukum,” katanya.

Koordinasi dengan aparat keamanan lainnya, dan penyelenggara pemilu serta pemangku kepentingan untuk menyelesaikan permasalahan pada Pilbup.

“Yang tidak kalah penting tetap waspadai serangan teror terhadap personel atau markas personel,” katanya.




Polres Sleman Sita Jutaan Mercon Siap Edar

Sleman – Polres Sleman menyita jutaan batang petasan atau mercon jenis lombok produksi Indramayu yang siap dipasarkan di seluruh DIY dan sekitarnya. Petasan merek Buton Raya itu, disamarkan dalam kemasan kardus besar bekas kemasan rokok.

“Di dalam 200 kardus besar inilah petasan itu disembunyikan,” kata Kapolres Sleman, AKB Faried Zulkarnaen, Selasa (23/6).

Menurut Kapolres, pengungkapan gudang penimbunan petasan itu berawal dari laporan masyarakat. Dijelaskan, warga di Cungkuk Kidul, Sleman merasa curiga dengan aktivitas di sebuah rumah kosong. Rumah yang kumuh tak terawat ini secara mendadak didatangi banyak orang dengan mobil yang menurunkan ratusan kardus.

Menerima laporan masyarakat, lanjut Kapolres, polisi segera melakukan penyelidikan dan akhirnya mendapati aktivitas bongkar muat barang yang ternyata berisi petasan.

Rumah dan petasan itu, jelas Kapolres milik seorang warga Pingit, Kota Yogyakarta berinisial Ny Ay. “Kami belum menetapkan tersangka tetapi pemilik rumah yang juga pemilik petasan masih dalam pemeriksaan intensif,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, polisi kemudian memasang garis polisi pada rumah tersebut dan selanjutnya petasan itu di bawah pengawasan polisi.

“Nantinya akan kami musnahkan,” jelasnya.

Sedangkan untuk perkiraan harga keseluruhan, Kapolres menyebut mencapai puluhan juta rupiah.