Pemerintah Turi Koordinasi dengan Polsek untuk Jaga Keamanan

Turi – Pemerintah Kecamatan Turi mengadakan Rapat Kordinasi Pelayanan Masyarakat, Selasa (27/2) pukul WIB di Aula Pertemuan Kecamatan Turi.

Rapat diikuti oleh KUA, TKSK, karang taruna, Kasi Kesejahteraan Desa se-Kecamatan Turi, Kasi Kesra Kecamatan Turi, dan Kapolsek Turi.

Dalam sambutannya, Kapolsek Turi, Suhartoyo menyampaikan berbagai macam keadaan yang berkembang di masyarakat saat ini di antaranya kasus pencurian yang pelakunya sudah tertangkap, maraknya kenakalan anak sekolah, serta banyaknya mobil truk pasir yang parkir di bahu jalan, untuk itu Polsek akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengatasi masalah tersebut.

Tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk meminta masukan kepada semua lembaga tentang permasalahan di masyarakat, seperti klitih, perkawinan dini, persiapan lomba karang taruna, KDRT, perceraian, raskin, dan program yang akan dilakukan di tahun 2018 sehingga nantinya Pemerintah Kecamatan Turi dapat bekerja sama dengan Polsek Turi, dan elemen masyarakat lainya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kecamatan Turi. (Harman)




Polres Sleman Wajibkan Polsek Mampu Tangani Bencana

Sleman – Seluruh jajaran Polres Sleman termasuk 19 Polsek diinstruksikan siaga bencana. Bahkan saat ini seluruh Polsek di Sleman sudah memiliki peralatan untuk menangani bencana.

“Tiap-tiap Polsek sudah memiliki chainsaw atau gergaji mesin dan perlengkapan penanganan bencana lainnya,” kata Wakapolres Sleman Kompol Sri Wibowo usai memimpin apel kesiap-siagaan menghadapi bencana jajaran Polres Sleman di lapangan Denggung Tridadi Sleman, Kamis (11/2).

Wakapolres mengemukakan, jajaran polres juga dituntut untuk memiliki kecepatan dalam menangani bencana. Ia menyebutkan seluruh wilayah di Kabupaten Sleman merupakan akses lintas Provinsi. Dengan kecepatan tinggi dalam menangani bencana paling tidak arus lalu lintas akan dengan cepat bisa dibuka kembali.

Untuk membantu kinerja aparat, di setiap Polsek disiapkan peralatan pendukung agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana dapat segera diatasi.

“Alat dan fasilitas sudah dicek. Semua dalam kondisi berfungsi dengan baik,” kata  Sri Wibowo.

Melalui kegiatan apel ini diharapkan aparat siap secara psikis maupun fasilitas dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana. Terkait upaya antisipasi dini ini, Polres juga telah membentuk satuan tugas inti yang setiap saat dapat diterjunkan ke lokasi bencana.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Juli Setiono menambahkan di wilayah Kabupaten Sleman memiliki beragam jenis bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, gunung meletus, awan panas dan sebagainya. Karena itu diharap seluruh komponen masyarakat harus selalu siap menghadapi bencana. Dengan demikian jatuhnya korban dapat diminimalisasi.