Bangunkerto Gelar Potensi dan Budaya Peringati Hari Jadi

Turi – Pengurus Desa Budaya Bangunkerto bersama Pemerintah Desa Bangunkerto mengadakan acara peringatan hari jadi Desa Bangunkerto yang ke-71, Jumat (6/4) pukul WIB di Komplek Kantor Desa Bangunkerto.

Acara yang dibarengi dengan gelar potensi dan budaya ini resmi dibuka oleh Lurah Desa Bangunkerto Anas Maruf. Gelar potensi dan budaya berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (6/4) hingga Minggu (8/4).

Kegiatan diawali dengan mujahadah yang diikuti oleh seluruh rois, perangkat desa, karang taruna, tokoh masyarakat, RW, BPD, serta semua pengurus desa budaya sebagai panitia. Adapun mujahadah ini bertujuan untuk mendoakan para leluhur yang telah mendahului kita dan untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta rezeki yang berlimpah bagi semua warga di wilayah Desa Bangunkerto.

Setelah mujahadah selesai dilanjutkan prosesi pengambilan tiga pusaka dari kantor desa untuk dibawa ke kelurahan lama masing-masing baru kemudian diarak keliling Desa Bangunkerto sebelum dikembalikan ke kantor Desa Bangunkerto.

Prosesi ini adalah untuk mengenang kembali sejarah terbentuknya Desa Bangunkerto, yang mana Desa Bangunkerto adalah gabungan dari tiga kalurahan. Kelurahan tersebut terdiri dari Kelurahan Wonosari, Kelurahan Ganggong, dan Kelurahan Selobonggo, yang pada tahun 1947 bergabung jadi satu dan menjadi Desa Bangunkerto,

Peristiwa ini digambarkan dengan penyerahkan pusaka kebesaran masing-masing kelurahan yang berupa tombak ke Desa Bangunkerto sebagai simbol bergabungnya tiga kelurahan tersebut ke Desa Bangunkerto. (Harman)




Seni Tradisi, Aspek Penting Gali Potensi

Gamping – GKR Hemas didampingi GKR Mangkubumi melakukan sosialisasi lembaga DPD RI dan penyerapan aspirasi masyarakat, Sabtu (4/11) pukul WIB di Dusun Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman.

Para undangan yang hadir, antara lain Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Eko Suryo Maharsono, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta, Camat Gamping, Abu Bakar, Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi, Wadanramil 17/Gamping Kapten Chb. Suwardi, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, Dukuh Salakan, Suyana, beserta tokoh masyarakat Padukuhan Salakan.

Masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran anggota DPD RI perwakilan DIY ini. Terbukti dengan adanya Bregada Kyai Surengpati dan pemasangan spanduk selamat datang beserta umbul-umbul di sepanjang jalan masuk padukuhan.

Dari gapura utama Salakan GKR Hemas menaiki kereta kuda menuju Masjid Al Mukharom. Dilanjutkan penyerapan aspirasi atau sambung aspirasi oleh GKR Hemas didampingi para kepala dinas terkait.

Menurut GKR Hemas, sektor pertanian perlu digarap secara maksimal dan budaya adiluhung melalui seni tradisi menjadi aspek penting untuk menggali potensi di Dusun Salakan sehingga tercipta masyarakat yang mandiri dan berbudaya.

Pada kesempatan ini juga, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, meresmikan talud Sungai Bedog di Keditan Rt 01 Rw 26 Trihanggo.

Di akhir perbincangan GKR Hemas menyampaikan bahwa diperlukan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah DIY dan Kabupaten Sleman agar masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berbudaya benar-benar dapat terwujud. (Adnan Nurtjahjo)




Era Digital Butuh SDM yang Berpotensi dan Berkompetensi

Gamping – Di era digital sangat diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki potensi dan kompetensi yang sesuai dengan bidangnya.

Sebagai contoh adalah ID Talent, digital platform yang bertujuan menghubungkan pencari kerja dan pemberi kerja (perusahaan) sehingga tidak seperti beli kucing dalam karung. Demikian yang disampaikan Putra Nababan jurnalis senior sekaligus Founder and Chief Operating Officer ID Talent, dalam rangkaian acara Literasi Digital yang digelar di Convention Hall Fisipol Universitas Gadjah Mada, Kamis (19/10) pukul WIB.

Peserta lokakarya ini sebanyak 100 undangan dari kalangan mahasiswa berbagai kampus, dosen, karyawan, media, dan masyarakat umum, termasuk di dalamnya KIM Kecamatan Gamping.

Tujuan ID Talent adalah mengorbitkan potensi terbaik anak bangsa. ID Talent memberikan serangkaian tes yang bisa dijalani oleh pengguna, dengan hasil berupa laporan mengenai berbagai hal, seperti kepribadian, minat, bakat, serta potensi tersembunyi yang dapat dijadikan dasar untuk pengembangan kompetensi. Laporan ini nantinya dapat digunakan sebagai referensi pengguna maupun perusahaan yang mencari pekerja dengan kriteria khusus. (Adnan Nurtjahjo)




BPBD Petakan Potensi Longsor di 4 Kecamatan

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman  memetakan potensi bahaya tanah longsor di 4 kecamatan. Mengingat puncak musim hujan diprediksikan pada  bulan  Februari ini sehingga potensi bencana cukup tinggi.

Kepala BPBD Sleman, Drs  Julisetiono Dwi Wasito SmHK MM mengatakan, selama ini potensi bencana longsor di Sleman meliputi Kecamatan Prambanan, Cangkringan, Pakem, Turi dan Ngemplak. Namun yang sudah memiliki peta potensi bencana longsor baru di Prambanan.

“Sekarang ini kami petakan potensi longsor di 4 kecamatan. Sedangkan peta di Prambanan sudah ada dan sudah disosialisasikan ke dukuh untuk diteruskan ke warganya,” kata Julisetiono, Rabu (3/2).

Menurut Julisetiono, pemetaan bahaya longsor ini berdasarkan peta dari Badan Geologi. Untuk di Prambanan memang sudah lama ancaman tersebut. Sedangkan di 4 kecamatan tersebut potensi bahaya longsor sudah terlihat.

“Masyarakat yang berada di bukit atau dibawah lareng supaya meningkatkan kewaspadaannya. Kalau ada tanda-tanda seperti tanah retak supaya segera melaporkan agar tidak menimbulkan korban,” katanya.

Ditambahkan Julisetiono, belakangan ini curah hujan cukup tinggi bahkan dibeberapa wilayah Sleman hujan dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa puluhan rumah.

“Karena Februari ini puncak musim hujan kepada masyarakat kami minta untuk terus  mewaspadai cuaca ekstrim karena hujan terus menerus bisa mengakibatkan banjir,” kata Julisetiono.

Diperkirakan  curah hujan pada bulan Februari ini cukup tinggi sehingga berpotensi longsor tinggi. Untuk mengantisipasi bencana longsor ini, BPBD juga sudah mengoptimalkan peran para relawan dan pemerintah desa. Selain itujuha terus melakukan komunikasi dan pemantauan di lokasi rawan longsor.




Pemkab Sleman Kembali Gelar Pameran Potensi Daerah Dan Gelar Budaya

Sleman – Salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman tahun 2014 ini, akan diselenggarakan pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS).

Pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman, diselenggarakan pada tanggal 25 April sampai dengan 4 Mei 2014, jam s.d. , di Komplek Gedung Serbaguna dan lapangan Denggung, Beran, Tridadi Sleman, dengan mengusung tema ”Memanfaatkan Produk Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraaan Masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan sebuah media unjuk produk bagi UKM, Kelompok Tani, serta berbagai industri baik sedang maupun besar dari berbagai daerah, khususnya dari wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diharapkan juga mampu menggerakkan ekonomi produktif dan kreatif menjelang pasar bebas ASEAN 2015.

Di ajang PPD kali ini terdapat 309 stand yang bersal dari instansi pemerintah, UKM binaan SKPD,UKM luar Sleman, Mitra Pemda Sleman, perbankan dan binaannya, UKM binaan PMPM Mandiri, lembaga vertikal, perguruan tinggi, potensi pendidikan Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK, potensi kecamatan, potensi pertanian, perikanan dan peternakan, dan perusahaan komersial.

Di arena PPD juga tersedia zona stang khusus kuliner, sehingga pengunjung tidak akan jauh-jauh jika ingin menikmati kuliner yang lezat dan hyegenis. Selain itu, juga tersedia zona permainan anak. Untuk mendorong kreativitas peserta/stand, akan dilakukan penilaian estetika stand dan akan ditentukan juara 1 hingga 5 untuk mendapatkan hadian dari Pemkab Sleman.

Selain PPD, perhalatan kali ini juga akan festival budaya Sleman dan festival karya seni aiswa. Pada festival gelar budaya Sleman akan menampilkan, kesenian kolosal dari 17 kecamatan yang akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam .

Festival karya seni siswa akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam . Dalam festival gelar budaya Sleman, grup kesenian yang tampil, akan dinilai dan ditentukan juara 1 hingga juara 5 yang akan mendapatkan hadiah pembinaan persembahan dari Bank Sleman.

Dalam perhelatan PPD dan Ragam Budaya tahun 2013, dari jumlah stand sebanyak 219  stand, besaran nominal transaksi yang terjadi pada event tahun 2013 selama 10 (sepuluh) hari mencapai lebih dari Rp2,5 milyar.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pameran potensi daerah dan gelar budaya Kabupaten Sleman sudah mendapat apresiasi yang cukup besar bukan saja dari masyarakat tetapi juga pelaku ekonomi Sleman. Diharapkan perhelatan tahun ini, akan mendapatkan apresiasi yang lebih besar