Bakti Sosial Dharma Wanita Sleman Adakan Bazar di Prambanan

IMG_8416Sleman – Dalam rangka Dies Natalis UGM ke 66 Dharma Wanita Persatuan UGM menggandeng Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman untuk mengadakan Bakti Sosial di Balai Desa Sumbeharjo Prambanan, Sabtu, (7/11).

Bakti sosial diwujudkan dalam bentuk bazar sembako sejumlah 300 paket senilai Rp 75 ribu dan dijual Rp 25 ribu, berupa 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, kecap, teh dan mie instan dan pakaian pantas pakai serta peralatan rumah tangga nilai berkisar Rp – Rp ,- .

Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan UGM, Ny  Suwarni Rahayu Muktar kegiatan bazar ini tidak dilaksanakan secara gratis untuk memberikan pendidikan yang baik bagi  masyarakat sehingga mereka tidak hanya sekedar menerima namun ada imbal balik yang akan digulirkan dan dimanfaatkan ditempat lain yang juga membutuhkan.

Hadir dalam kesempatan ini anggota kehormatan Dharma Wanita Persatuan UGM Ny Ida Pratikno dan Ketua Dies Natalis ke 66 UGM serta Ketua Dewan Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman Ny Hj Sri Wahyuni Gatot Saptadi dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman.

Pembukaan bazar ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada 5 orang warga serta anjang sana untuk mengantar bantuan bagi 5 orang warga yang karena sakit tidak bisa datang ke Balai Desa. Dalam kesempatan ini PKK Desa Sumberharjo juga menampilkan bazar potensi produk lokal seperti makanan olahan dan minuman tradisional serta aneka kerajinan dan kain batik.

Setelah dihitung hasil bazar untuk pakaian pantas pakai dan peralatan rumah tangga diperoleh uang sebesar Rp 2,33 juta dan hasil sembako sebesar Rp 7,5 juta yang langsung diserahkan kepada Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman untuk digulirkan kembali dalam acara bazar berikutnya.




PMI Sleman Telah Salurkan Air Bersih ke Prambanan dan Gamping 710.000 Liter

Foto BersamaSleman – Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan pada musim kemarau tahun 2015 ini PMI Kabupaten Sleman telah memberikan bantuan air bersih di wilayah Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Gamping yang mengalami kekeringan sejumlah liter air.

“Bantuan air bersih yang disalurkan tersebut merupakan bantuan dari  Rotary Club Jogja, Taft Disel Indonesia dan  RM Pringsewu,” kata Sunartono, disela-sela peringatan HUT ke 70 PMI Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (20/9).

Sementara Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi dalam sambutan HUT Ke-70 PMI Kabupaten  Sleman  mengajak untuk membangun komitmen yang lebih baik guna melakukan konsolidasi, koordinasi, sinkronisasi dan revitalisasi dalam tubuh PMI Kabupaten Sleman. Mengingat tugas, tanggung jawab serta tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh PMI Kabupaten Sleman di masa mendatang tidak semakin ringan namun justru semakin berat dan kompleks.

Diharapkan dengan adanya konsolidasi, koordinasi, sinkronisasi dan kerja sama yang baik maka tugas dan tanggung yang berat tersebut akan dapat dilaksanakan dengan baik. Menyikapi tantangan tugas PMI dimasa mendatang yang semakin berat dan sarat dengan berbagai tantangan, perlu disikapi dengan pengembangan manajemen kepengurus­an yang teratur, tertata rapi, baik tenaga, sarana dan dana yang dilakukan secara demokratis dan transparan.

Sebagai konsekuensinya seluruh jajaran pengurus maupun anggota PMI Kabupaten Sleman harus senantiasa meningkatkan penge­tahuan, wawasan dan kemampuannya. Namun upaya pening­katan kualitas SDM tersebut jangan hanya mengan­dalkan dukungan dan bantuan dari PMI, namun hendaknya dapat dilaksakan secara mandiri dan swadaya.

Untuk menunjukkan kiprah dan kinerjanya kepada ma­sya­rakat secara nyata, hendaknya PMI Kabupaten Sleman dapat membuat program penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. Hal ini dikarenakan pada hakekatnya penanggu­langan bencana bukan hanya pertolongan pada saat darurat saja, tetapi juga upaya pencegahan yang dilakukan bersama-sama masyarakat dan para relawan.

“Saya harapkan agar seluruh Pengurus PMI Kabupaten Sleman periode ini bisa mengoptimalkan peran, ke­mam­puan dan profesioanlismenya, walaupun keberada­annya hanya me­ru­pakan kerja sosial kemanusiaan yang bersifat pengabdian. Peningkatan profesionalisme pengurus PMI sangat diperlukan agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal lagi,” kata Gatot.

Pada acara HUT PMI tersebut diberikan bantuan kepada 5 Sekolah Sehat berupa alat-alat UKS Binaan dari PMI Sleman yaitu SMPN 3 Sleman, SMP N 2 Cangkringan, SMK N 2 Depok, SDN  Grunggon, Cangkringan dan SMP Taman Dewasa Ngemplak serta piagam penghargaan bagi yang 25 kali donor darah oleh Penjabat Bupati didampingi Ketua PMI Sleman.

Dilanjutkan juga penandatanganan MOU  PMI Sleman oleh  Sunartono dengan PT Astra,   guna untuk kebutuhan donor darah setiap saat. Juga diberikan piagam penghargaan kepada Rotray Club  dan Taft Diseil Indonesia atas bantuan air bersih melalui PMI Sleman.




Pemkab Atasi Kekeringan di Prambanan

Antri Air BersihSleman – Musim kemarau sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sudah sejak awal memberlakukan sikap waspada terhadap kemungkinan terjadinya kekurangan air bersih di wilayah perbukitan Prambanan, Kamis (17/9).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono SH MM  untuk mengatasi problema air bersih di wilayah Prambanan, pihaknya masih tetap mengandalkan pada fasilitas jaringan pipa air bersih yang sudah terpasang di wilayah perbukitan yang rawan krisis air bersih pada musim kemarau.

Wilayah Prambanan yang sangat rawan kekeringan, saat ini masih terdapat sejumlah titik di wilayah Desa Wukirharjo dan Gayamharjo Prambanan. Sehingga untuk kawasan tersebut Pemkab Sleman tetap mengalokasikan droping air sejak dua bulan lalu, karena belum terjangkau jaringan pipa air bersih.

“Dari BPBD Sleman tahun ini menyiapkan sekitar 150 tangki air untuk  droping di Prambanan,”  kata Julisetiono.

Sementara penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan guna  menindaklanjuti minimnya sumber air bersih di Kecamatan Prambanan pada musim kemarau ini sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemkab Sleman untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Prambanan secara berkesinambungan.

Salah satunya adalah pengembangan jaringan air bersih desa yang dikelola oleh masyarakat. Jaringan air tersebut sudah terpasang di 5 desa di wilayah prambanan ini yaitu di Sambirejo, Gayamharjo, Wukirharjo, Sumberharjo dan Bokoharjo. Namun demikian infrastruktur tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau panjang seperti ini.

“Penanganan krisis air di musim kemarau seperti ini memerlukan komitmen dan langkah bersama, antara pemkab Sleman, swasta dan masyarakat,” kata Gatot.

Langkah tersebut tidak sekadar pemberian bantuan berupa droping air, tetapi lebih dititikberatkan pada upaya bagaimana menjaga kesinambungan jaringan air bersih yang mampu menjangkau masyarakat sepanjang waktu.

Hal ini dikarenakan  penyediaan air bersih melalui Paguyuban Pengelola Air Minum Perdesaan atau disingkat Perpamdes lebih murah dibandingan dengan droping air dari bawah ke atas.

Air memang merupakan kebutuhan pokok semua makluk hidup, oleh karena itu diharapkan  masyarakat di Kecamatan Prambanan ini dapat mengelola pemakaian air dengan hemat dan jangan sampai rebutan air dengan sesama warga.

Gatot juga minta  peran organisasi pengelola pemakai air harus lebih dioptimalkan. Jika terjadi permasalahan hendaknya dapat diselesaikan dengan cara baik-baik, dirembug dan diupayakan secara musyawarah kekeluargaan.

Sementara menghadapi kemarau panjang tahun ini, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kabupaten Sleman telah menyiapkan 60 pompa air. Pompa tersebut akan disalurkan ke kelompok tani salak di beberapa kecamatan sentra budidaya. Diantaranya wilayah Turi, Tempel, Pakem, dan Kaliurang.

“Kalau sampai dua bulan mendatang tidak juga turun hujan, pompa akan langsung kami drop ke kelompok tani,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, DPPK Sleman, Edi Sriharmanto, kemarin.

Kemarau panjang akibat pengaruh El Nino ini dikhawatirkan berimbas terhadap budidaya salak. Jika dibiarkan kekeringan, tanaman salak bisa gagal berbuah. Resiko gagal panen ini terutama pada lahan salak yang ditanam tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau yang sudah mengacu SOP, kecil kemungkinannya terkena pengaruh El Nino. Fokus kita terutama kebun salak yang belum sesuai standar,” ujarnya.

Jika petani sudah mengacu SOP, biasanya tidak terlalu tergantung musim. Mereka selalu melakukan persiapan untuk panenan berikutnya.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Tanaman Pangan dan Hortikultura DP2K Sleman, Ananta mengatakan, penanggulangan dampak El Nino memang perlu penanganan khusus agar hasil produksi salak bisa terjaga. Terlebih awal November mendatang diperkirakan sudah mulai panen.

“Sekarang sedang musim berbunga. Sebaiknya petani sudah mulai melakukan pengairan terutama yang menggunakan sumber mata air, agar hasil panenan bisa optimal,” katanya.




Kenakan Udeng ala Bali, Presiden Jokowi Hadiri Tawur Kesanga di Prambanan

IMG_0733Sleman – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam upacara Tawur Agung Kesanga di pelataran kompleks Candi Prambanan, Jumat (20/3). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan udeng dan kain Bali. Rombongan Presiden tiba di kompleks Candi Prambanan pukul WIB. Jokowi hadir bersama ibu negara, Iriana Joko Widodo.

Pelaksanaan perayaan Nyepi 1937 Saka kali ini merupakan moment spesial bagi umat Hindu yang mengikuti kegiatan ini. Pasalnya tahun ini merupakan perayaan Nyepi pertama yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.

Ketuan Panitian Nyepi Nasional, Mayjend TNI I Gede Sumerta mengatakan sebelum pelaksanaan prosesi perayaan Nyepi yang digelar di candi Hindu terbesar itu, umat Hindu sudah terlebih dahulu melaksanakan melasti sebagai ritual penyucian diri.

“Prosesi dilanjutkan dengan tawur agung kesanga yang digelar di pelataran Candi Prambanan sebelum akhirnya dilaksakan catur brata di hari berikutnya,” kata Gede Sumerta.

Nampak hadir dalam acara ini, sejumlah petinggi negara termasuk Menteri Agama, Gubernur DIY dan Jawa Tengah.




Gerakan Tanam Padi di Prambanan

Tanam PadiSleman – Gerakan tanam padi dilaksanakan bersama-sama di lahan pertanian bulak Kelompok Tani Ngudi Makmur Gangsiran Desa Madurejo Kecamatan Prambanan oleh para petani, Jumat (6/3) yang dihadiri Irjen Kementrian Pertanian RI, Ir Aziz Hidayat MSi, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kadis Pertanian DIY, BPPT DIY, Kadis Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Camat Prambanan dan para Kelompok Tani.

Sudiyono, Ketua Kelompok Petani Ngudi Makmur, Gangsiran, Prambanan melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani dibentuk pada tahun 2003 mempunyai anggota aktif sebanyak 32 orang sampai dengan tahun 2015 sudah menjadi 47 orang.

Dan mempunyai lahan sekitar 42 hektar Tahun 2014 telah memproduksi sebanyak 105 Ton benih padi sedangkan untuk triwulan I Tahun 2015 sudah memproduksi benih sebanyak 40 Ton, sedangkan hasil dari lahan pertanian tahun 2013 mencapai 9,2 Ton Gabah Kering per hektar (GKP) meningkat menjadi 9.4 ton per hektar pada tahun 2014.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penanaman padi secara simbolis oleh Irjen Kementrian Pertanian RI, Aziz Hidayat, Bupati Sleman dan pejabat lainnya serta para petani. Selanjutnya Bupati Sri Purnomo memberikan buku tabungan kepada Kelompok Tani Dadi Subur, Ngudi Makmur, Sedya Rukun, Ringin Putih, Ngudi Mulyo, Pulerejo, Tani Maju, Sido Rukun dan Tani Rukun ( 9 Kelompok Tani ) masing masing mendapatkan tabungan sebesar Rp 2,9 juta.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo berpesan agar uang tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang berkelanjutan. Selain itu Sri Purnomo juga mengucapkan terima kasih atas bantuan alat pertanian berupa traktor, pompa Air, dan lainnya dari Kementrian Pertanian RI. Dann Sri Purnomo menerima alat Caplak Legowo untuk Menanam padi dari BPPT DIY yang diserahkan langsung kepada 9 Kelompok Petani secara simbolis.

Sedang Irjen Kementrian Pertanian RI, Aziz Hidayat berpesan kepada para petani Kabupaten Sleman khususnya untuk dapat meningkatkan produksi hasil panen yang rata-rata nasional sebesar 9 ton/hektar bisa lebih dari itu.

Pada tahun 2015 produksi beras nasional ditargetkan mencapai 73 juta ton, sedangkan untuk DIY diprioritaskan bisa mencapai sebesar 1 juta ton.