Tanjungsari Tingkatkan Program KB Lewat Lokakarya

Ngaglik – Selasa (27/3), Dusun Tanjungsari merupakan dusun yang ditetapkan sebagai kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Tanjungsari memenuhi kriteria sebagai kampung KB karena berada di daerah Legok (pinggiran atau minim kepesertaan KB) dan jumlah akseptor yang sedikit serta perlu peningkatan program KB. Dengan ditetapkan sebagai kampung KB, Tanjungsari diharapkan mampu meningkatkan program KB dan pembangunan masyarakat.

Agar harapan tersebut segera terwujud, Koordinator Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Ngaglik, Dra. Abidah mengadakan lokakarya mini sebagai ajang koordinasi pengelolaan program di Tanjungsari. Lokakarya mini dihadiri oleh perangkat Puskesmas, KUA, Pertanian, Pendidikan Desa, Desa Sukoharjo, dan instansi terkait yang berada di Kecamatan Ngaglik.

“Kegiatan lokakarya akan terus dilakukan mengingat sangat bermanfaat karena bisa memadukan program di tingkat lini lapangan” terang Abidah saat lokakarya di Dusun Tanjungsari. Kampung KB akan terus bertambah, di tahun 2017 setiap kecamatan memiliki 1 kampung KB dan 2018 akan ditetapkan setiap desa 1 kampung KB, lanjutnya.

Lokakarya mini ini menghasilkan perencanaan kegiatan kampung KB sesesuai fungsi instansi masing – masing. Misalnya, KUA terkait sosialisasi Penundaan Usia Perkawinan (PUP), Pertanian terkait bagaimana menjadi petani yang handal, dan Puskesmas tentang pelaksanaan posyandu baik balita dan lansia serta program kesehatan lainnya. ()




Kepala Desa Di Sleman Diminta Dukung Program KB

Seman, InfoPublik – Rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir mencapai 1,23 persen, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini masih berupaya menekan angka tersebut.

Pemkab Sleman tetap mengandalikan program Keluarga Berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Selain Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemberdayaan Perempuan (KBPMPP), Pemkab Sleman juga mengandalkan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat desa.

“Para Kepala desa di Sleman diharapkan mampu mendukung terlaksananya program KB. Dukungan tersebut dapat berupa perencanaan kegiatan dan anggaran melalui APBDes,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Dra Sudarningsih MSi di Sleman, Senin (23/6).

Menurut Sudarningsih, demi mencapai kesuksesan program KB, ditambahkan Sudarningsih, para kepala desa di Sleman mendapatkan pelatihan khusus. Mereka kemudian diharapkan mampu merencanakan, mengusulkan, dan melaksanakan kegiatan yang mendukung program KB melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dikatakan Sudarningsih keterlibatan perangkat desa dalam pengusulan perencanaan kegiatan dan anggaran desa yang mengusung program kependudukan tentunya dapat membantu percepatan program kependudukan dan KB dan pembangunan keluarga KKBPK.

”Program KB yang dicanangkan oleh Pemkab Sleman bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk,” katanya.