Gatot Ikut Gerakan Jumat Bersih PSN

Sleman – Gerakan Jumat bersih Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman Kelompok I mengadakan monitoring dan pemberantasan sarang Nyamuk ( PSN ) bersama Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Dusun Jaten Desa, Sendangadi, Kecamatan Mlati Sleman, Jumat (12/2).

Pada kesempatan tersebut Gatot  didampingi  Kepala Dinas Kesehatan dr Mafilintadi Nuraini MKes, Camat Mlati Drs Suyudi serta kader Ibu-ibu Dusun Jaten  mengadakan monitoring pelaksanaan pemberantasan serang nyamuk.

Gatot  langsung memimpin pemeriksaan  ditempat- tempat yang dimungkinkan ada sarang nyamuk/jentik-jentik baik di kamar mandi, almaari es ataupun lingkungan rumah/ sebelum melaksanakan monitoring dibagi dengan 8 kelompok untuk melihat lansung rumah/pekarangan warga di 8 RT Padukuhan Jaten, Sendangadi, Mlati.

Setiap Tim terdiri 6 orang Kader Padukuhan dan Tim Kabupaten. Pada kesempatan tersebut Gatot melihat langsung adanya jentik yang berkembang/hidup di bekas potongan pohon pisang karena tergenangi air. Selanjutnya Gatot bersama pemilik lahan dan tim melaksanakan  PSN dengan cara mengubur genangan air sehingga tidak akan terjadi lagi air menggenang.

Hasil dari Tim monitoring kelompok I di Padukuhan Jaten   Desa Sedangadi 113 rumah/pekarangan  terdapat 39 positif ada jentik, sehingga angka bebas jentik /AJB baru 65%, masih di bawah angka bebas jentik yaitu minimal 95 %.

Selanjutnya untuk kelompok II melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung serta PSN di  Dusun Nyamplung Kidul Desa Balecatur Kecamatan Gamping dipinpin oleh Camat Gamping, bersama Kades Balecatur beserta ibu-ibu kader Gerakan Jumat bersih Padukuhan Nyamplung Kidul Desa Balecatur melihat langsung bak mandi, penampungan aiar dan pemelihraan burung, Diespenser.

Serta, halaman rumah/lingkungan yang ada barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air hujan dari 107 rumah/titik menemukan 32  Positif rumah / lingkungan yang ada jentik bakal nyamuk, sehingga angka AJB nya 71%  masih di bawah angka standar yaitu 95%.

Sementara dalam laporan Evaluasi dr Mafilinidati mengatakan pengendalian penyakit DBD masih menjadi prioritas penanganannya karena sudah menyebar di 17 Kecamatan, pada awal tahun  2016 sampai dengan tanggal 9 Februari sudah terjadi 71  Kasus DBD, dengan kematian 1 orang. Hal ini disebabkan karena keterlambatan membawa pasien/korban  ke fasilitas pelayanan kesehatan  yang merupakan rumah sakit rujukan.

Sedang Gatot mengatakan pemberantasan sarang nyamuk kegiatan  merupakan tindakan yang prefentif dan lebih murah. Gatot juga  berharap kegiatan ini selanjutnya dilakukan secara berkesinambungan dan membentuk petugas di tingkat padukuhan / tim kecil gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

Bisa melibatkan anak-anak usia  sekolah  SD atau SMP bisa terlibat langsung dengan pendampingan Ibu-ibu Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas kesadaran bersama demi kesehatan bersama.




Camat Depok Pimpin Langsung Kegiatan PSN

Inspeksi Jentik NyamukSleman – Camat Depok, Drs Budiharjo bersama tim memimpin langsung pelaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah- rumah warga Padukuhan Ringinsari Kecamatan Depok, Jumat (5/2).Pemantauan  dengan melihat langsung pekarangan/halaman, bak mandi, tempat penampungan air, dispenser minum dan sangkar burung.

Dari 308 titik/rumah yang dipantau ternyata masih ditemukan 22 rumah atau titik positif ada jentik sehingga ABJ baru mencapai 92,8 % masih dibawah  Angka Bebas Jentik yaitu 95 %. Hasil dari pemantauan terdapatnya sarang nyamuk / jentik ternyarta terdapat di pekarangan rumah warga yaitu  pada ban bekas, bekas aqua gelas, ember cat, kwali bekas yang dibuang oleh warga sembarangan sehingga dapat menampung air hujan untuk sarang nyamuk.

Kegiatan PSN di Depok tersebut berkaitan dengan gerakan Jumat bersih Kabupaten Sleman bersama Tim Pokjanal DBD. Pemantauan kelompok dua yang beranggotakan  dari Dinas Kesehatan, TNI/POLRI, Bagian Pemdes, Bapeda, Bagian Kesra serta Camat Depok dan Puskesmas, dibantu Kader ibu-ibu Padukuhan Ringinsari Depok.

Sementara untuk kelompok I melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung serta PSN di Dusun Genitem, Desa Sidoagung Kecamatan Godean beserta ibu-ibu kader Gerakan Jumat bersih Padukuhan Genitem Desa Sidoagung melihat langsung bak mandi, penampungan air dan pemeliharaan burung  serta air minum di dispenser, halaman rumah/lingkungan yang ada barang bekas.

Barang bekas berpotensi menjadi genangan air hujan dari 60 rumah/titik menemukan 17 positif rumah / lingkungan yang ada jentik bakal nyamuk, sehingga angka AJB nya 72%  masih di bawah angka standar yaitu 95%.

Hasil evaluasi dari Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman bersama Camat dan Aparat Desa agar supaya masyarakat  dapat  menjaga  lingkungan dengan gerakan 3 M, masing-masing kader bisa melibatkan anak-anak usia  sekolah  SD tau SMP bisa terlibat langsung dengan pendampingan Ibu Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas   kesadaran bersama demi kesehatan bersama. Karena berkembangbiaknya jentik menjadi nyamuk dewasa bersiklus  5 sampai 7 hari.