Rencanakan Pembangunan dengan Skala Prioritas

Turi – Selasa (16/1), Pemerintah Kecamatan Turi mengadakan rapat pra Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) 2019 pada pukul WIB di Ruang Rapat Kecamatan Turi. Rapat dihadiri oleh semua kepala desa se-Kecamatan Turi (Wonokerto, Girikerto, Donokerto, Bangunkerto), dan lembaga-lembaga/instansi lainnya, yang ada di Kecamatan Turi.

Camat Turi, Siti Anggraeni, dalam sambutannya berharap kelada desa untuk merencanakan pembangunan dengan skala prioritas, yaitu dengan mendahulukan tempat-tempat yang memang  harus segera dikerjakan atau diperbaiki, juga semua jenis kegiatan harus bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menambah ekonomi masyarakat sehingga bisa mengurangi dan mengentaskan kemiskinan

Dalam pra Musrenbang ini semua desa masing-masing memaparkan hasil Musrenbangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) 2019 antara lain, pembangunan talud jalan, pengaspalan jalan, pembangunan irigasi, serta pelatihan-pelatihan baik untuk karang taruna maupun PKK.

Hasil rapat pra Musrenbang ini akan menjadi acuan Musrembang Kecamatan Turi 2019 sehingga jika ada program yang kurang atau belum masuk masih bisa direvisi atau diubah. Diharapkan rencana pembangunan ini bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di Kecamatan Turi. (Harman)




KIM Turi Bahas Peningkatan Programnya

Turi – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan KIM Kertomandiri Turi pada Senin (20/11) pukul WIB, diadakan pertemuan di Dusun Nangsri Lor Girikerto, Turi.

Dalam pertemuan Ketua KIM Kertomandiri Turi, Bakir, meminta agar program KIM dapat ditingkatkan lagi. Selain itu, UMKM kualitas produk perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

Ketua Koperasi Simpan Pinjam Kertomandiri Sejahtera, Yatiman, dalam sambutannya mengajak kepada pengurus untuk secara rutin mengerjakan administrasi karena sudah akan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Selanjutnya, disampaikan sosialisasi oleh Suharno tentang Kebijakan Anggaran Dana Desa. Anggota KIM harus mengerti dan perlu menyampaikan kepada warganya. Selanjutnya Suharno, menyampaikan tentang akses informasi dan networking.

Acara dilanjutkan dengan laporan simpan pinjam, dana sosial, arisan, dan tanya jawab. (Suharno)




Rapat Rutin Badan Keswadayaan Masyarakat

Turi – Sabtu (21/10) pukul bertempat di Kantor BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Bakti Manulgal Donokerto, diadakan rapat BKM.

Dalam rapat dihadiri anggota BKM, Fasilitator Kelurahan (Faskel), dan semua Unit Pemerintahan (UP) yaitu Unit Keuangan, Unit Sosial, dan Unit Pembangunan.

Pembukaan dilakukan oleh Koordinator BKM, Sagi Wibowo dengan pernyataan bahwa masa kerja periode 2010/2017 sudah akan habis. Selanjutnya diminta agar calon dari masing-masing pedukuhan untuk segera masuk.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Faskel yaitu Basuki yang menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Perkembangan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) dimana pelatihan sudah dilaksanakan
  2. Review mengenai sampah,kebakaran, dan saluran air akan segera diadakan
  3. Media Warga
  4. Pemilu BKM akan dilaksanakan pada Sabtu, 11 November 2017 di Aula Desa Donokerto.
  5. Program KOTAKU.

Selanjutnya dilanjutkan dengan laporan dari:

  1. Sekretariat, membahas persiapan Pemilu BKM, sejauh ini sudah siap 95 persen dan mengenai anggaran di sekretariat masih ada uang sejumlah Rp ,-
  2. Dari UPS di kas ada Rp ,-.
  3. Dari Unit Keuangan melaporkan laporan laba rugi, serta laporan pemasukan dan pengeluaran (Suharno)



Turi Gelar Rapat Bahas Media Warga

Turi- BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Donokerto menyelenggarakan pertemuan pada Sabtu (16/9) pukul WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 peserta, yang terdiri dari Faskel (Fasilitator Kelurahan) 2 orang, anggota UPK (Unit Pengelola Kegiatan), UPL, dan UPS. Pertemuan dipimpin oleh Koordinator, Bapak Sagi.

Pertemuan ini membahas beberapa hal, seperti laporan UPK tentang perkembangan keuangan, laporan UPS tentang perkembangan kambing, laporan dari UPL dilanjutkan pembahasan tindak lanjut, laporan peserta pelatihan tentang penangan lokasi yang kumuh, dan pemilihan BKM periode 2018 dari tata tertib, teknik pemilihan, hingga pelaksanaannya.

Selain itu, Ibu Efi dari Faskel menjelaskan tentang terkait media warga yang ada di Donokerto, yaitu buletin yang terbit 4 kali selama setahun dikoordinatori Ibu Haryani. Kemudian media warga lainnya adalah foto novela, foto lokasi kumuh, dan banner.

Pertemuan berakhir pada pukul WIB dan ditutup dengan doa.