Renovasi Tingkatkan Fungsi Masjid Sebagai Tempat Ibadah

Gamping – Rabu (11/4) pukul WIB, warga Padukuhan Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping melakukan persiapan pengecoran pilar-pilar penopang bangunan lantai 2 Masjid Al Huda yang berlokasi di rt 05 rw 25 Bedog.

Warga merenovasi masjid bertujuan untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pembinaan mental umat islam khususnya warga Dusun Bedog dan Kecamatan Gamping pada umumnya. Utamanya, menambah daya tampung dalam melaksanakan ibadah salat berjemaah dan syiar keagamaan semakin menggema.

Menurut Ketua Pelaksana Renovasi, Imam Suwardi, masjid yang didirikan di atas tanah wakaf keluarga Murni Harjo seluas 320 m2 ini nantinya memiliki dua lantai. Bangunan lantai I seluas 196 m2 sedangkan bangunan lantai II seluas 256 m2. Perkiraan biaya yang diperlukan untuk merenovasi masjid sebanyak Rp ,00.

Adapun susunan panitia renovasi Masjid Al Huda Bedog, yakni Pelindung Sumarso selaku Kepala Dusun Bedog, Penasehat H. Sukur Djazuli, Ketua Pelaksana Imam Suwardi, Sekretaris Muhammad Amir, Bendahara Djumadi, dilengkapi seksi keamanan, seksi pembangunan, seksi usaha, seksi humas, seksi konsumsi, dan seksi pembantu umum.

Pembangunan masjid yang diarsiteki Roy Desimoko serta Perencana Struktur Lava, sampai saat ini baru mencapai 40 persen pengerjaannya dan masih membutuhkan bantuan dari para donatur. Diharapkan masjid bisa digunakan untuk salat berjemaah saat bulan ramadan 2018 nanti. (Adnan Nurtjahjo)




Tingkatkan Daya Saing‬, Sleman Renovasi Pasar Tradisional

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pembangunan dan renovasi sejumlah pasar tradisional guna meningkatkan daya saing seiring maraknya pasar-pasar modern.‬

‪”Pembangunan pasar tradisional diharapkan mampu menciptakan kondisi pasar yang bersih dan mampu meningkatkan daya saing dengan hadirnya pasar-pasar modern,” kata Drs H Sri Purnomo MSI, Bupati Sleman, Senin (5/12).

‪Dikatakan Sri Purnomo, kedepan diharapkan dengan fasilitas yang memadai barang-barang yang dijual di pasar bisa lebih higienis.‬

‪”Pembangunan Pasar Sleman dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen. Hal tersebut ditujukan untuk mempertahankan eksistensi pedagang tradisional di tengah pertumbuhan pasar modern yang semakin pesat,” kata Sri Purnomo.‬

‪Saat ini proses pembangunan Pasar Sleman telah memasuki tahap akhir, Sri Purnomo menargetkan agar pasar tersebut bisa segera dibuka pada akhir tahun ini. Sehingga awal tahun nanti, pedagang bisa direlokasi ke pasar yang baru.‬

‪”Harapannya tahun baru pedagang sudah bisa berjualan di pasar yang baru juga,” tutur Sri Purnomo.‬

‪Selain Pasar Sleman, Pemkab Sleman juga mempercepat penyelesaian proses pembangunan Pasar Prambanan. Ke depannya pasar-pasar lain di wilayah Sleman juga akan dikembangkan dan diperbaiki secara bertahap.‬

‪”Saat pasar modern tumbuh, pasar tradisional juga harus dikelola dengan baik agar tidak ditinggalkan masyarakat. Sehingga persaingan ekonomi antara pedagang tradional dan modern bisa berjalan secara seimbang,” kata Sri Purnomo.‬

‪Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi mengatakan Pasar Sleman yang baru terdiri dari dua bangunan. Bangunan petama memiliki daya tampung sebanyak 536 pedagang. Sementara bangunan kdua 212 pedagang.‬

‪”Kapasitas totalnya untuk 711 pedagang. Penempatan kembali Pasar Sleman yang baru akan berjalan lancar. Pedagang telah memperoleh jatahnya masing-masing,” kata Tri Endah.‬

‪Bangunan Pasar Sleman yang baru memiliki dua lantai utama, ditambah dengan satu lantai bagian bawah. Selain itu ada pula kios khusus pedagang daging yang dilengkapi dengan keran masing-masing‬

‪Pembangunan Pasar Sleman dilaksanakan tiga tahun mulai 2014 dengan anggaran untuk 2014 sebesar Rp7,96 miliar, 2015 sebesar Rp13,6 miliar dan 2016 sebesar Rp11,23 miliar.‬

‪Proyek  berakhir 5 Desember 2016 dan  sudah 99 persen tinggal ada beberapa ruang yang perlu penyempurnaan acian pada keramik serta pembersihan sisa-sisa bangunan.‬

‪Tri Endah mengatakan bangunan lantai III dilengkapi “open space” rencana untuk pasar kuliner sore hingga malam hari yang akan dioperasikan oleh pihak Kecamamatan Sleman.