Bupati Resmikan IGD RSUD Prambanan

DSC_4751bernasSleman – Keberadaan RSUD Prambanan semakin dibutuhkan masyarakat terbukti dengan semakinn banyaknya kunjungan Pasien baik rawat inap maupun rawat jalan. RSUD prambanan juga merupakan tujuan rujukan bagi masyarakat Sleman bagian timur, Klaten, Bantul dan Gunungkidul, mengingat RSUD ini berada dijalur strategis Jogja – Jawa Tengah dan jalur wisata dengan kepadatan arus lalu lintas tinggi.

Untuk itu menurut drg Isa Dharmawidjaja MKes, selaku Direktur RSUD Sleman, disela-sela peresmian IGD RSUD Prambanan yang dilakukan Bupati Sleman,  Senin (8/6) bahwa  IGD di RSUD dibangun dan dikembangkan untuk dapat melayani kunjungan pasien yang terus meningkat. Saat ini menurut Isa, telah tersedia 5 bad dengan 3 dokter. Gedung baru ini dinamai Gedung Candi Boko sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan Prambanan sebagai kota Candi.

“Bangunan dengan dua lantai, lantai I untuk IGD dan lantai II untuk ruang perawatan anak dan bedah,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga diresmikan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) di RSUD Prambanan, untuk mengolah limbah yang berasal dari limbah pelayanan pasien baik dari wastafel maupun kamar mandi, sehingga layak dibuang ke lingkungan. Mekanisme kerja IPAL dengan cara menampung limbah dari pelayanan kemudian diolah dan hasil akhir dialirkan ke kolam yang berisi ikan sebagai indikator kelayakan dan keberhasilan pengolahan. Dikatakan pula, dengan adanya IPAL di RSUD Prambanan limbah pelayanan tidak mencemari lingkungan rumah sakit dan masyarakat sekitar.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam kesempatan tersebut menandatangani 2 prasasti yakni gedung IGD dan IPAL, selain itu juga menyerahkan sertifikat ISO 9001 : 2008 dari SGS yang telah diperoleh RSUD Prambanan sejak Oktober 2014 sebagai perwujudan Visi Menjadi Rumah Sakit Pilihan Masyarakat dengan motto memberikan pelayanan dengan IKHLAS, atas dasar iman, ketulusan, hormat, lestari, amanan dan santun. Bupati Sri Purnomo juga menyerahkan SK Menteri Kesehatan RI nomor HK , tentang penetapan RSUD Prambanan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas C.

Saat ini jumlah tempat tidur perawatan sebanyak 105, terdistribusi menjadi 4 bangsal perawatan. Dilengkapi dengan pelayanan kegawat daruratan 24 jam, ICU, dan pelayanan persalinan. Sumber daya spesifik terdiri dari spesialis kebidanan dan kandungan, penyakit dalam, bedah, anak, saraf, gigi dan mulut serta pelayanan penunjang untuk spesialis radiologi dan anasthesi.

Dalam sambutannya Sri Purnomo mengatakan dengan beroperasinya gedung IGD dan IRNA anak ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman ini menjadi lebih memadai, dan semakin mendekatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat di wilayah Sleman bagian timur.

Selain itu keberadaan fasilitas-fasilitas ini tentunya akan sangat membantu program Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, dan berdaya saing. Untuk mewujudkan RSUD Prambanan sebagai rumah sakit yang dapat diandalkan oleh masyarakat sekitar,  tentunya membutuhkan upaya yang ekstra. Hal ini membutuhkan komitmen semua elemen di Rumah Sakit ini agar masyarakat juga semakin mempercayai Rumah Sakit ini sebagai tempat pelayanan kesehatannya.

Kepercayaan masyarakat tersebut menuntut RSUD Prambanan untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal dan berkualitas. Oleh karena itu, Sri Purnomo berharap, dengan diterimanya sertifikat ISO 2001:2008 dan sertifikat RSU kelas C, RSUD Prambanan dapat terus meningkatkan kualitas, sarana dan prasarana layanan. Setelah menandatangangi prasasti Bupati didampiingi Kepala DInas Kesehatan dan Direktur RSUD Prambanan meninjau lokasi Ipal dan menggunting pita peresmian gedung IGS dan meninjau ruang serta peralatan di IGD dan bangsal anak.




Lebaran, RSUD Prambanan Buka 24 Jam

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman akan mensiagakan 25 puskesmas dan 27 rumah sakit selama lebaran. Baik RS maupun Puskesmas tersebut siaga 24 satunya RSUD Prambanan. RS yang berada di Jalan Piyungan Prambanan Desa Sumberharjo ini telah menyiapkan enam dokter umum dan 12 dokter jaga. Untuk IGD akan buka 24 jam.

Sedangkan poli libur sesuai peraturan pemerintah. Dirut RSUD Prambanan, drg Isa Dharmawidjaja MKes mengatakan, berdasarkan tahun lalu jumlah kasus kecelakaan yang ditangani RSUD Prambanan merupakan yang tertinggi di Kabupaten Sleman. Namun tidak sampai ada yang meninggaldunia. “Hanya rawat jalan saja,” kata Isa, kemarin.

Menurut Isa, sepanjang Jalan Piyungan Prambanan memang cukup ramai. Sebab sebagai salah satu jalur alternatif menuju Kabupaten Gunungkidul hingga Wonogiri Jawa Tengah. “Sehari-hari juga selalu ramai. Apalagi disaat lebaran,” tambahnya.

Ditambahkan Isa khusus untuk pelayanan poli, mulai libur Minggu (28/7) dan baru beroperasi kembali Senin (4/8). Namun untuk bangsal dan rawat inap normal seperti biasa.




Layanan RSUD Prambanan Terkendala Kurangnya Pegawai

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang pelayanan. Padahal, rumah sakit hasil peningkatan status Puskesmas Prambanan 1 pada 2009 lalu tersebut, juga melayani pasien dari luar Kabupaten Sleman.  “Saat ini RSUD Sleman memiliki sekitar 200 karyawan. Pegawai kami 55 persen di antaranya bukan pegawai negeri sipil (PNS),” kata Direktur RSUD Prambanan drg Isa Dharmawidjaja MKes, Senin (2/6).

Menurutnya, setiap hari RSUD Prambanan melayani 200 pasien rawat jalan. Tidak hanya dari Kabupaten Sleman, melainkan juga Klaten, Bantul, dan Gunungkidul. Diakuinya, kendala peningkatan kualitas layanan di RSUD Prambanan adalah SDM.

“Untuk pelayanan BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan) juga sebenarnya siap, hanya dukungan SDM yang masih kurang,” kata Isa Dharmawidjaja.

Setiap bangsal, idealnya memiliki 12 tenaga medis dan paramedis. Namun, empat bangsal di RSUD Prambanan masing-masing baru dilayani 10 tenaga. Sebanyak 18 dokter umum dan spesialis yang sudah ada pun dinilai belum mencukupi.

“Kami belum ada dokter spesialis mata. Untuk anastesi juga baru satu, itu pun kita berbagi dengan rumah sakit lain,” tutur Isa.

Kekurangan tenaga juga terjadi pada posisi asisten apoteker. Apotek sudah ideal karena ada tiga orang. Kalau asisten apotekernya belum ideal karena baru ada enam, padahal seharusnya sembilan orang. Untuk menutup kekurangan, sementara ini RSUD Prambanan memberdayakan tenaga siswa SMK jurusan farmasi.

Rekrutmen karyawan di RSUD Prambanan memang harus tetap berdasarkan persetujuan dan remokendasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman. “Tetap tergantung lampu hijau BKD, saya boleh menerima berapa,” kata Isa Dharmawijaya.