RSUD Sleman Terapkan Konsep One Stop Services dan Smart Health

Gubernur DIY Tinjau Sarana dan PrasaranaSleman – Operasional pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman kini telah ditunjang oleh adanya gedung baru yang lebih modern.‬ Pelayanan dikonsep secara terpadu (one stop services) serta menerapkan sistem smart health.‬

Gedung layanan terpadu RSUD Sleman telah diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa hari lalu.‬ Sementara Direktur RSUD  Sleman, dr Joko Hastaryo MKes mengatakan, RSUD Sleman kini telah menerapkan konsep smart health seperti yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saat ini.

Menurut Joko, dengan smart health diantaranya adalah dengan fasilitas kemudahan bagi pasien untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.‬

‪”Cukup dengan memasukkan data rekam medik pada perangkat komputer yang disediakan, data pasien langsung terkoneksi ke komputer dokter,” kata Joko, Jumat (20/5).‬

Dikatakan Joko, ‪RSUD Sleman dibangun dimulai sejak 2013 dengan menghabiskan dana hingga Rp157,798 miliar melalui APBD dan pinjaman dari luar. Pembangunan gedung yang lebih representatif itu sudah menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.‬

Pasalnya, hingga April 2016, jumlah pasien di rumah sakit tersebut semakin padat. Hingga April 2016 ini, RSUD Sleman tercatat telah melayani pasien rawat inap, pasien rawat jalan, gawat darurat , persalinan 382 , pembedahan 673 dan hemodialisa .

Konsep pelayanan RSUD lebih humanis dan onestop service sehingga memudahkan pelayanan dan memberikan kenyamanan. Pembangunan gedung ini juga sebagai upaya mewujudkan masyarakat Sleman sejahtera.

‪Gedung baru RSUD Sleman kini memiliki 16 unit pelayanan yang sudah distandarisasi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).‬ Dengan 550 pegawai yang dimiliki, diharapkan rumah sakit kelas B itu bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.‬




RSUD Sleman Menambah 46 Bangsal

Sleman – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Sleman berupaya melengkapi sarana dan prasarana layanan rumah sakit berupa pembangunan gedung dan penambahan sarana medis. Gedung baru yang mulai beroperasi hari Senin (29/2) tersebut akan difungsikan untuk penambahan fasilitas yang sudah ada di gedung lama.

Direktur RSUD Sleman, dr Joko Hastaryo MKes menjelaskan bahwa gedung baru yang berdiri di atas tanah seluas meter persegi yang terdiri dari lima lantai dan dua basement tersebut merupakan pengembangan dari gedung lama, beberapa bagian pelayanan yaitu poliklinik rawat jalan, pendaftaran, BPJS, Farmasi, ICU, dan laboratorium sudah dipindahkan ke gedung tersebut. Penambahan bangsal khusus ibu pasca bersalin juga menjadi tambahan fasilitas.

“Dulu bangsal ibu bersalin masih gabung dengan bangsal di gedung lama, namun sekarang kami pisahkan tersendiri di gedung baru dengan fasilitas kelas dua dan tiga,”  Joko, Minggu (6/3).

Menurut Joko, bangunan lama RSUD Sleman juga masih difungsikan sebagai bangsal dan kamar operasi. Rencana jangka panjang untuk lima hingga sepuluh tahun kedepan bangunan lama tersebut akan difungsikan sebagai bangsal khusus lansia.

“Saat ini RSUD Sleman telah melakukan penambahan 46 bangsal dari semula 230 menjadi 276 bangsal, serta kamar operasi juga sedang kami tambah sebanyak 3 kamar, sehingga total kamar operasi RSUD Sleman nantinya sebanyak 5 kamar,” ungkapnya.

Joko juga mengharapkan agar masyarakat khususnya pasien RSUD Sleman untuk memaklumi jika masih banyak kekurangan dalam proses pelayanan di RSUD Sleman.

“Kami mohon maaf pada masyarakat khususnya pasien RSUD Sleman jika dalam beberapa waktu akhir-akhir ini pelayanan kurang optimal dikarenakan kami terus berusaha melakukan penyempurnaan fasilitas yang ada untuk memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan masyarakat,” tutur Joko.