Angin Kencang di Sleman Rusakkan 2 Rumah

Perbaiki Atap RumahSleman – Hujan yang disertai angin kencang pada hari Minggu (20/3) yang melanda wilayah Kecamatan Seyegan dan Sleman sekitar pukul WIB mengakibatkan pohon tumbang menimpa 2 rumah dan menumbangkan beberapa pohon. Akibatnya rumah di Seyegan dan Sleman mengalami rusak ringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MM membenarkan kejadian tersebut. Dan kondisi semua sudah terkendali berkat kerjasama, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, relawan, JKM dan masyarakat.

Menurut Julisetiono dua rumah yang rusak diantaranya satu di Beteng Margoagung Seyegan milik Tugiyo (60) dan di Dusun Keceme Caturharjo Sleman milik Muryanto (51). Sedang pohon yang tumbang di Seyegan ada 5 pohon dan di Sleman 1 pohon.

“Jumlah kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta,” kata Julisetiono.




Selama 3 Hari 73 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung

Sleman – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MM menyampaikan data akibat adanya hujan deras yang disertai angin puting beliung yang melanda Kabupaten Sleman selama tiga hari berturut – turut sejak tanggal 24, 25 dan 26 Maret 2015 yakni untuk rumah rusak mencapai 73 rumah dengan rincian 60 rusak ringan, 11 rusak sedang dan 2 rusak berat. Pohon yang tumbang baik dipinggir jalan maupun milik warga mencapai 400 lebih pohon.

“Rumah rusak paling banyak terjadi hari Kamis, 26 Maret 2015 dengan 36 rumah rusak sedang 30 rusak ringan dan 6 rusak sedang, di wilayah Kecamatan Sleman, Mlati dan Ngaglik,” kata Julisetiono di Sleman, Jumat (27/30.

Sementara lanjut Julisetiono secara keseluruhan selam 3 hari wilayah yang terkena angin putting beliung yakni Wilayah Kecamatan Sleman, Mlati, Ngaglik, Tempel, Turi, Seyegan, Minggir dan Moyudan.

Prioritas penanganan yang dilakukan pasca terjadi angin yakni melakukan pemotongan pohon tumbang yang menghalangi jalan-jalan dengan melibatkan TRC BPBD, BLH, TNI, POLRI, Relawan dan masyarakat, dan inventarisasi kerusakan untuk pemberian bantuan logistik dan terpal/deklit serta untuk pemberian santunan bagi yang meninggal Rp 2 juta per orang dan untuk rumah rusak berat Rp 2 juta, sedang Rp 1 juta dan ringan Rp 500 ribu.

Ditambahkan Julisetiono untuk bantuan perawatan rawat inap Rp 1 juta dan rawat jalan Rp 500 ribu. Untuk bantuan kerusakan rumah belum ada yang dicairkan karena masih melalui proses pengajuan oleh Kepala Desa dan diketahui Camat, selanjutnya diverifikasi di BPBD untuk tindak lanjut pencairan bantuan.

Untuk itu Julisetiono menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bila terjadi hujan dan angin serta melakukan pemotongan ranting yang terlalu rindang dan dirasa membahayakan serta pohon yang tinggi bisa dipangkas/dipotong asal jangan sampai keseluruhan dipotong.

Julisetiono juga meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) melakukan evaluasi dan inventarisasi pohon-pohon dipinggir jalan yang membahayakan untuk antisipasi pohon roboh.




BPBD Sleman Serahkan Bantuan Pada Warga yang Rumahnya Rusak

Sleman – Rumah milik Sugiyatno (60) warga Sembuhan, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, ambruk bagian atapnya setelah diguyur hujan deras, Senin (24/2) sore. Diduga lantaran lapuk, atap rumahnya tidak kuat menahan derasnya hujan.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman yang meninjau lokasi, Selasa (24/2) pagi langsung menyerahkan bantuan logistik kepada keluarga korban. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Menurut Sugiyatno, atap rumahnya yang terbuat dari bambu ambruk setelah hujan deras mengguyur lingkungan rumahnya sekitar pukul WIB. Pada saat kejadian, anggota keluarganya sedang berada di teras rumah.

“Tiba-tiba ada suara kretek-kretek, kemudian atap rumah ambruk,” paparnya.