Saling Menghormati Adat Istiadat Konflik Sosial Dapat Dihindari

Sleman – Menanggapi adanya  konflik yang terjadi beberapa waktu lalu Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Sleman, Drs Ardani menyampaikan agar semua pihak harus dapat mensikapi dengan jernih terhadap isu-isu yang berkembang untuk kebaikan seluruh masyarakat baik warga setempat maupun warga pendatang.

“Kami berharap seluruh masyarakat baik warga pendatang maupun warga Sleman yang merantau agar menghormati adat istiadat daerah dimana mereka berada. Karena dengan saling menghormati, konflik sosial dapat dihindari,” kata  Ardani terkait  kunjungan DPRD Manokwari di Pemkab Sleman, Selasa (26/7).

Kunjungan DPRD Manokwari yang berlangsung Senin (25/7) tersebut sebagai bentuk komitmen dari pemerintah daerah dalam memperhatikan warganya yang berada di wilayah Kabupaten Sleman yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Manokwari, Dedy Subrata May didampingi oleh ketua-ketua fraksi serta Sekertris Dewan Kabupaten Manokwari.

Dedy menjelaskan maksud kunjungannya adalah untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap aset-aset Kabupaten Manokwari yang ada di Jogja dan Sleman seperti asrama mahasiswa Kabupaten Manokwari.

Selain itu maksud kunjungan yang dilakukan adalah dalam rangka menciptakan suasana kondusif mahasiswa Papua Barat yang sedang menempuh pendidikan di DIY.

Dedy juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat dan khususnya Kabupaten Manokwari merasa prihatin dengan perkembangan kondisi hubungan sosial kemasyarakatan warga Papua Barat yang berada di DIY.

Dalam penjelasannya, Dedy Subrata May mengatakan pentingnya stabilitas wilayah untuk mendukung berjalannya proses pembangunan wilayah.  Menurutnya Pemerintah Kabupaten Manokwari beserta tokoh masyarakat Papua Barat yang berada di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman berkomitmen untuk merevitalisasi hubungan sosial kemasyarakatan warga Papua Barat yang berada di DIY.

Sementara Pejabat Sekda Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut, dan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Sleman pada prinsipnya terbuka terhadap siapa saja yang datang ke Kabupaten Sleman untuk keperluan study, bisnis maupun berwisata.

Iswoyo juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung langkah-langkah Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam upaya revitalisasi sosial kemasyarakatan warga Papua Barat yang berada di Kabupaten Sleman. Iswoyo  juga berpesan agar masyarakat tidak terhasut oleh isu-isu di media sosial yang belum tentu kebenarannya.

“Hampir setiap orang bisa mengakses medsos, tentu kita harus bisa memilah dan memilih mana yang baik dan tidak agar tidak menimbulkan konflik sosial,” tambah Iswoyo.




Masyarakat Diminta Saling Menghormati Dalam Perbedaan

Sleman, InfoPublik – Menyikapi panasnya suhu politik dan kampanye dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) saat ini, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI berharap agar masyarakat saling menghormati dalam perbedaan, adanya perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang biasa, semuanya untuk menuju kebaikan. “Termasuk perbedaan dalam memilih, siapapun yang terpilih kita harus menghormati dan yang terpenting jangan ada dendam semua harus didukung,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri Tarawih Keliling (tarling) putaran keempat yang berlangsung di Masjid Al Huda Bibis Lumbungrejo Tempel Sleman, Rabu (2/7) malam.

Selanjutnya dikatakan Sri Purnomo bahwa untuk bisa kembali mengunjungi masjid yang sama dalam tarling diperlukan waktu puluhan tahun, bahkan ratusan tahun karena banyaknya masjid yang ada di Kabupaten Sleman. Sedangkan satu tahun paling baanyak melakukan tarling hanya 20 an kali dan satu Kecamatan hanya satu kali dapat menerima kunjungan tarling kabupaten.

Ditambahkan pula bahwa di bulan Ramadan ini Sri Purnomo meminta masyarakat untuk memperbanyak berbuat amal kebaikan, karena di bulan Ramadan ini pula banyak ampunan dari Allah SWT. Sri Purnomo juga menyinggung megahnya Masjid Al Huda, dengan megahnya masjid tersebut diminta agar kegiatan di masjid lebih ditingkatkan lagi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat yang Islami.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga menyerahkan bantuan total senilai Rp 11,55 juta yang terdiri bantuan Pemda Rp 3,5 juta, BAZ  Rp 3 juta, Kecamatan Turi Rp 1 juta, Desa Rp , PDAM Sleman Rp , dan infaq saat tarling sejumlah Rp 2 juta serta Muskaf Al’Quran, Iqro, Rukuh (dari Kemenag) dan diterima Ketua Takmir Masjid Ahyari yang juga Kadus setempat.

Sementara Jadiyo dari KUA Tempel dalam tausiahnya menyampaikan bahwa puasa hanya sarana untuk menjadi orang yang bertaqwa, hingga untuk menjadi taqwa perlu proses. Sedang orang yang dalam hidupnya baik dapat dilihat setelah mati, matinya bagaimana. Sementara orang Khusnul Hayat adalah orang yang dimasa hidupnya penuh kebaikan, dan khusnul khotimah adalah yang tadinya kurang baik bisa menjadi baik. Yang penting menurut Jadiyo kalau ada orang yang tidak baik agar
dimintakan Hidayah pada Allah SWT.