KLH Sleman Bentuk Pengelola Sampah Mandiri
Sleman – Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Sleman, terus mengedukasi masyarakat pentingnya budaya memilah sampah mulai dari sumbernya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk kelompok pengelola sampah mandiri di tingkat pedukuhan se-Kabupaten Sleman.
Menurut Kasi Pengembangan Kapasitas dan Peran Serta Masyarakat KLH Sleman, Purwoko, sampai tahun 2013, sudah terbentuk 140 kelompok pengelola sampah mandiri, dan akan terus ditambah.
Di tahap awal, lanjut Purwoko, pembentukan kelompok-kelompok pengelola sampah mandiri masih diprioritaskan untuk wilayah Sleman yang berbatasan dengan kota. Hal itu dengan pertimbangan, budaya masyarakat kota terhadap sampah masih sebatas ‘kumpul, angkut, buang’.
“Kelompok pengelola sampah mandiri akan menjadi pioner untuk membudayakan pengelolaan sampah ‘kumpul, pilah, kreasi’,” katanya.
Dijelaskan, ada dua program yang dijalankan oleh kelompok tersebut, yakni ‘Sedekah Sampah’ dan ‘Bank Sampah’. Masyarakat bisa mendapatkan keuntungan jika menyetor sampah rumah tangga yang sudah dipilah ke ‘bank sampah’. Sedangkan bagi yang ingin bersedekah sampah, maka keuntungan dari pengelolaan sampah akan digunakan kelompok untuk peningkatan pengelolaan sampah di wilayahknya.
“Kita ingin masyarakat membiasakan memilah sampah, dan memanfaatkan sampah yang masih bisa diolah. Sehingga sampah yang dibuang ke tempat sampah, benar-benar yang sudah tidak bisa dimanfaatkan,” tutur Purwoko.
Purwoko menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi terbentuknya jejaring antar kelompok untuk mempermudah pengolahan sampah. Selain itu, KLH juga akan memberikan sedini mungkin edukasi budaya pilah sampah ini kepada siswa-siswa TK dan sekolah dasar. Budaya pilah sampah bisa diintegrasikan dalam proses pembelajaran