Tanamkan Iman Anak Sejak Dini

Gamping – Acara bertajuk “Haflah Attasyakur wal Ikhtitam” digelar pada Sabtu (23/12) pukul WIB di Halaman Mushola Babussalam Salakan, Trihanggo, Gamping.

Acara ini dimaksudkan guna mewisuda para santiwan/santriwati yang sudah khatam Alquran. Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil Gamping Kapten Chb. Suwardi, Bhabinkamtibmas Trihanggo Aiptu Rusmanto, Babinsa Trihanggo Pelda Sugiyono, serta masyarakat Padukuhan Salakan yang berjumlah 200 orang.

Sebelum prosesi wisuda dilaksanakan, Sri Muslimatun memberikan santunan kepada anak yatim sejumlah 6 orang.

Menurut laporan Ketua Panitia Wisuda, Sugeng Santoso, jumlah santriwan khatam Alquran ada 4 orang dan santriwati yang khatam Alquran ada 18 orang, semua di bawah asuhan ustaz K.H. Farid, ustaz Slamet Sarmadi, dan ustazah Imtichana.

Di antara para wisudawan/wisudawati khatam Alquran yang berjumlah 22 orang tersebut terdapat santriwati tertua ibu Rubiyah yang berusia 56 tahun 6 bulan dan santriwan termuda Kevin Dio Fernando berusia 9 tahun 5 bulan.

Sedangkan jumlah wisudawan/wisudawati khatam Juz’ama sejumlah 29 orang, yang termuda Nadiya Asrul Latifa (7 tahun 7 bulan) dan tertua Jasmine Asy Syifa (12 tahun 4 bulan).

Di penghujung acara diisi tausyiah yang disampaikan oleh K.H. Zumard Ahmad Tsalis dari Ungaran Jawa Tengah. Tema yang disampaikan tentang pendidikan anak dalam Islam. Agar memeroleh anak yang sholeh/sholehah para orangtua perlu menanamkan iman/tauhid kepada anak, mengenalkan ibadah, memberikan pendidikan yang Islami, memberi suri tauladan/sikap yang baik, mengajarkan batasan aurat kepada anak sejak dini, selalu sayang dan perhatian, mendidik dengan bijak dan sabar serta tidak pernah mengeluh, dan tak lupa mengajarkan Alquran, Hadits, dan doa-doa kepada anak. (Adnan Nurtjahjo)




Santri Diminta Perkuat Jiwa Relejius dan Nasionalisme

hari-santriSleman – Hari Santri Nasional di Kabupaten Sleman diperingati dengan upacara Bendera di Lapangan Denggung yang diikuti oleh sekitar 3000 santri, dari pesantren, anak-anak sekolah MI, MTS, MA, Sabtu (22/10). Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Menurut Ihsan Rofiki selaku Ketua Panitia kegiatan peringatan hari Santri Nasional di Kabupaten Sleman juga dimeriahkan dengan berbagai lomba yakni PBB, photografi santri, mewarnai bagi anak RA/TK, lomba ruus tahlil, dan lomba adzan.

Sri Purnomo menyampaikan  peran santri pada jaman dahulu tidak lepas dari perjuangan dalam memperoleh kemerdekaan  dan dalam mengusir penjajah, sehingga para santri secara historis telah dikenal dalam sejarah perjuangan bangsa.

Momen ini dapat digunakan untuk  mengenang jasa ulama dan kyai dalam sehingga dapat memotivasi para santri di masa kini untuk dapat meneladani dan melanjutkan perjuangannya.

Peringatan ini juga dapat diambil manfaat untuk menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat, sebagai pemersatu langkah bagi seluruh santri mengingat tantangan kedepan semakin berat.

“Para santri diharapkan dapat selalu memperkuat jiwa religius ke Islaman sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan,” kata Sri Purnomo.

Pondok Pesantren sebagai lembaga dahwah dan pendidikan juga diharapkan dapat mencetak ulama yang dapat mengedepankan nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan dapat menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan amar ma’ruf nahi mungkar.

“Menghadapi tantangan global, para santri dapat menjadi pelopor dalam gerakan anti narkoba, anti kekerasan dan anti radikalisme yang marak dewasa ini,” tutur Sri Purnomo.

Pada akhir acara dilaksanakan karnaval santri, yang dilakukan peserta upacara melewati depan panggung kehormatan kemudian keluar lewat Jl KRT Pringgodiiningrat dan finish di Masjid Agung Sleman DR. Wahidin Sudiro Husodo.