Karang Taruna Bijak Sikapi Isu SARA

Cangkringan – Taruna Manggala Laga Karang Taruna Desa Argomulyo Cangkringan, Sabtu (3/3) mendapatkan kunjungan dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Karang Taruna Kabupaten Sleman. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan Evaluasi Pilar-Pilar Sosial 2018 (Karang Taruna).

Darjono, Kepala Desa Argomulyo dalam sambutannya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap Karang Taruna Desa Argomulyo atas kinerja yang dilakukan. Darjono berharap agar anggota Karang Taruna tetap solid dan dapat bersinergi dengan Pemerintah Desa, juga bijak dalam menyikapi isu- isu yang berkaitan dengan unsur SARA yang beredar di sekitar wilayah Desa Argomulyo untuk meminimalisir terjadinya konflik.

Mustadi, Camat Kecamatan Cangkringan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pun mengapresiasi Kegiatan Karang Taruna dan berpesan agar anak muda tidak menyalurkan kemampuan dan bakatnya ke dalam kegiatan yang bersifat negatif, seperti geng atau penyalahgunaan markoba. Mustadi mengharapkan anak muda agar aktif dalam kegiatan positif seperti di Karang Taruna.

Ketua Karang Taruna Desa Argomulyo, Marmansyah, menyampaikan terima kasih kepada semua unsur yang telah memberikan dukungan kepada Karang Taruna Taruna Manggala Laga. Dalam kesempatan kali ini, Marmansyah juga memberikan presentasi yang berisikan tentang sejarah Karang Taruna Desa Argomulyo, Kegiatan Karang Taruna, dan Program Kerja yang akan datang.

Endri dari Karang Taruna Sleman juga memberikan apresiasi atas kinerja Karang Taruna Desa Argomulyo. Beliau berharap agar kinerja karang taruna ditingkatkan terus dan jangan cepat berpuas diri. Beliau juga berharap agar pemerintah desa selalu memberikan dukungan penuh terhadap karang taruna agar program kerja karang taruna berjalan lancar dan kinerjanya selalu ditingkatkan.

Lebih lanjut mengenai kegiatan evaluasi yang dilakukan, menekankan bahwa Organisasi Karang Taruna bukan hanya organisasi simbolis dengan administrasi bertumpuk, namun Organisasi Karang Taruna diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi anggotanya sendiri maupun masyarakat. (Karang Taruna Cangkringan)




Turi Jaga Agar Wilayah Tetap Kondusif dan Aman

Turi – Dalam rangka menjaga keamanan dan kondisi di Kecamatan Turi pada hari Kamis (22/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi diadakan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama.

Pertemuan dihadiri Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Romo Pastur, UPT Desa, Babinsa, dan Babinkamtipmas se-Kecamatan Turi.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Camat Turi, Siti Anggraeni Susila Prapti. Dalam penjelasannya, Siti menyampaikan agar masyarakat Turi selalu waspada, menjaga kerukunan antar umat beragama, rasa persatuan dan kesatuan, serta terus melestarikan gotong royong sehingga kondisi Turi yang tentram, aman, dan damai dapat dipertahankan.

Selanjutnya, Kapolsek Turi, AKP Robi Y, mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk duduk bersama menjaga Turi selalu aman, tentram, dan damai sehingga umat beragama dalam menjalankan ibadahnya dapat dengan tenang, aman, dan tidak ada rasa khawatir atau takut.

Acara kemudian diisi oleh Danramil Turi, yang meminta agar kondisi yang sudah tentram ini selalu dijaga. “Tidak lupa mari kita musyawarahkan agar kondisi ini tetap kondusif,” tuturnya.

Adapun acara dilanjutkan dengan menampung masukan dari para peserta di antaranya dari Romo Paroki Somohitan Romo Koko Puji yang menyampaikan bahwa kerja sama yang sudah terjalin perlu ditingkatkan sehingga moral masyarakat semakin baik dan agar orang beragama sesuai dengan hati nuraninya sendiri.

Dari , menuturkan jika di Turi tidak ada SARA namun perlu mengkhawatirkan isu yang berkembang di media sosial, lalu Halimin dari KUA yang menekankan agar masyarakat perlu waspadai pada pembenturan agama. Sementara, Suharno memberi ide terkait patroli bersama yang perlu ditingkatkan. Masukan tersebut kemudian dibahas bersama dan diambil jalan keluarnya untuk ditindak lanjuti. (Suharno)




Tanamkan Nilai Pancasila Untuk Ciptakan Keharmonisan Masyarakat

Turi –  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Senin (12/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polsek Turi, jajaran Koramil Turi, Satpol PP Kecamatan Turi, Kepala Desa se-Kecamatan Turi, Karangtaruna, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama se-Kecamatan Turi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari Badan Kesbangpol DIY Rendradi dan Surono yang sekaligus sebagai narasumber, serta Camat Turi ibu Siti Angraeni,

Dalam sambutannya, Camat Turi menyambut baik kegiatan ini, mengingat di wilayah Turi ini sudah semakin ramai. Siti berharap dengan adanya kegiatan ini akan menambah pemahaman masyarakat tentang Pancasila dan kebangsaan sehingga akan tercipta masyarakat yang harmonis, saling menghormati dan menghargai, serta tidak membedakan ras, suku, dan agama.

Sedangkan narasumber Surono memberikan materi mengenai Pancasila dalam beragama. Surono mengatakan bahwa semua umat yang beragama dan menjalankan ajarannya dengan baik dan benar sudah pasti berpancasila. Sebab, dalam Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti semua masyarakat yang mengakui adanya Tuhan sudah menjalankan Pancasila sehingga sudah seharusnya saling menghormati antara pemeluk agama

Terlebih jika semua masyarakat memahami dasar negara Pancasila maka tidak akan ada lagi sentimen antar umat, tidak ada lagi tindakan-tindakan yang berbau SARA, dan berharap kepada semua tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh agama untuk selalu saling menjaga dan mengingatkan dan ikut memberikan pemahaman kepada semua masyarakat. (Harman)