Pemkab Tingkatkan Kualitas Sarana Pengairan
Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus meningkatkan kualitas sarana pengairan dengan melakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana pengairan berupa sungai dan sempadan sungai, bendung, embung, dan daerah irigasi.
“Kualitas bendung dengan kategori sederhana telah ditingkatkan menjadi bendung teknis atau permanen sehingga jumlahnya meningkat dari 954 buah pada tahun 2010 menjadi 959 buah tahun 2014,” kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Aji Wulantara SH kepada wartawan, Minggu (12/4).
Menurut Aji, secara kualitas, kondisi bendung permanen meningkat dari 63,28 persen menjadi 73,76 persen. Irigasi juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi pertanian, dan di wilayah Kabupaten Sleman apalagi pertanian masih menjadi sektor tumpuan. Masyarakat yang bekerja pada sektor tersebut mencapai 23,56 persen. Oleh karena itu kegiatan gerakan irigasi bersih di Sleman perlu terus dilakukan dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga irigasi bagi pertanian.
“Selain itu masyarakat juga harus memahami bahwa sampah yang dibuang di saluran irigasi akan memiliki dampak yang buruk bagi pertanian. Oleh karena selain mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran irigasi, juga mengedukasi masyarakat tentang pemilahan dan manajemen persampahan sehingga sampah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Aji.
Diakui, saat ini banyak perilaku manusia yang mengancam keberadaan air. Pencemaran terjadi dimana-mana, tidak terkecuali air irigasi. Banyak petani yang merasa resah karena pencemaran telah berdampak buruk pada sistem pertanian mereka.
“Pencemaran ini terjadi karena banyaknya polutan yang masuk ke areal pertanian melalui jaringan irigasi. Polutan tersebut umumnya berupa limbah industri, limbah pasar, dan juga limbah rumah tangga baik padat (sampah) maupun cair,” tambah Aji.