Dialog Membangun Toleransi Umat Beragama

Turi – Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman mengadakan sarasehan di Desa Bangunkerto dengan tema Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Berbangsa, Bermasyarakat, dan Bernegara. Acara diselenggarakan pada Selasa (13/3) di Gedung Serba Guna Desa Bangunkerto.

Diadakannya acara ini bertujuan untuk memupuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Pun, untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya toleransi dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa bermasyarakat dan bernegara.

Acara sarasehan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, kepala dukuh se-Desa Bangunkerto. Hadir juga Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf, Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dan perwakilan dari Badan Kesbangpol Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf mengucapkan selamat datang dan terimakasih banyak kepada Badan Kesbangpol yang telah mengadakan acara sarasehan di Desa Bangunkerto. Anas berharap dengan adanya sarasehan tersebut akan bisa menambah wawasan bagi peserta dalam menjaga kerukunan dan kehidupan di masyarakat Bangunkerto.

Sedangkan, Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dalam sambutannya juga berharap semua masyarakat dan pemeluk agama harus terus memupuk toleransi dan rasa saling menghargai antar umat beragama.

Begitu juga semua masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Turi untuk terus memupuk kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga ketentraman dan kedamaian akan selalu tercipta. Selain itu, Abdul juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita bohong yang akhir-akhir ini marak beredar khususnya di media sosial. Karenanya, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat harus ikut  meredam dan menangkal berita hoax tersebut agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. (Harman)




Film Sebagai Wahana Komunikasi Antarbudaya dan Pembangun Karakter Bangsa

Turi – Dinas Kebudayaan Sleman mengadakan Sarasehan Film tahun 2017, Rabu (22/11) mulai pukul WIB di Dalem Notoraharjan. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantoro, yang secara langsung membuka acara tersebut.

Acara ini juga diikuti oleh Ketua Desa Budaya se-Kabupaten Sleman, pendamping desa budaya, dan perwakilan kecamatan di desa budaya tersebut. Sedangkan sebagai pembicara, Lilik Kustanto (ISI Yogyakarta), Lucia Ratnaningdyah Setyowati (ISI Yogyakarta), Suwatno Pringgowidakdo (UNY), dan Marzuki (UNY).

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman berharap melalui sarasehan ini, semua pengiat dan pelaku budaya bisa selalu menjaga dan menjunjung tinggi budaya yang ada di daerah masing masing. Aji juga merasa prihatin dengan film saat ini yang tidak mengangkat budaya yang ada di Indonesia.

“Sangat sedikit film yang melibatkan ragam budaya di Indonesia, sebagai contoh film yang mengangkat kebudayaan kita yaitu, Laskar Pelangi yang dalam naratifnya mengandung kebudayaan,” tutur Aji.

Film-film dengan budaya Indonesia ini diungkapkan Aji sebenarnya bisa membendung budaya asing yang sangat mudah dan cepat masuk ke Indonesia.

Dalam kesempatan ini, juga dikenalkan cara mebuat narasi dan cara menilai sebuah film. Ke depannya setiap desa budaya diharapkan bisa membuat film budaya yang memuat karakter kebudayaan dan adat-istiadat setempat untuk pembelajaran anak-anak sekolah sehingga kebudayaan Indonesia tidak punah. (Harman)