Animasi Jadi Unggulan Sleman

Sektor animasi, film dan video menjadi unggulan Sleman dalam Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Selain animasi, sektor lain yang menjadi unggulan Sleman adalah Bambu dan Seni Pertunjukan.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dra. Suyamsih, memaparkan bahwa atmosfer industri film, animasi dan video sangat kuat di Sleman. “Pelaku di sektor industri ini tidak hanya berkarya tetapi juga mampu meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, regional bahkan dunia. Hal ini kemudian membuat SDM film dan animasi di Sleman banyak dicari di tingkat nasional dan bahkan internasional,” papar Suyamsih di hadapan Tim Asesor Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia di Hotel Grand Mercure Jakarta Selasa (23/5).

Di wilayah Sleman saat ini terdapat 9 studio animasi, 16 komunitas, 16 lembaga pendidikan di berbagai tingkat dengan jurusan animasi, 20-an rumah produksi film, 5 bioskop film dan 3 televisi lokal. Salah satu yang menonjol adalah rumah produksi MSV Pictures yang beralamat di Universitas AMIKOM. Salah satu film animasinya yang berjudul Battle Of Surabaya berhasil menyabet berbagai penghargaan internasional seperti Gold Winner Remi Award Houston 2016, Winner Best Animation Noida Int Film Fest, Grandprize Winner Sicaf Seoul 2016, Holland Animation Official Selection 2016, Nice Int Official Selection 2017, Athens Animfest Official Selection 2016.

Selain itu, sektor animasi, film dan video memiliki daya ungkit yang tinggi sekali karena mampu menjadi daya ungkit bagi industri konvensional lain seperti pariwisata, manufaktur, boneka, cinderamata dan subsektor ekonomi kreatif lain seperti para pembuat game dan aplikasi, periklanan, fashion, dan penata musik.

Di Sleman, kolaborasi dalam ekosistem sinergi antar aktor telah terjalin. Saat ini di Sleman terdapat Komunitas Sleman Kreatif yang beranggotakan para pelaku industri film, animasi dan video, komunitas, akademisi dan unsur pemerintah. Kultur gotong royong sudah terjalin dimana mereka telah terbiasa saling mendukung dan melengkapi dalam pengerjaan proyek serta festival.

Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia digalang oleh Bekraf untuk memetakan potensi dan permasalahan ekonomi kreatif di daerah. Peran dari pelaku utama seperti pemerintah, akademisi, komunitas dan pelaku bisnis sangat dituntut dalam penilaian ini. Bagi pemerintah Sleman sendiri, hasil pemetaan potensi dan permasalahan ini dijadikan bahan untuk membangun dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif.




Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan Tampilkan Potensi UMKM

Pj Bupati Tinjau Potensi UKM SlemanSleman – Sunday Morning Minggu Pahingan yang diselenggaraakan Pemerintah Kecamatan Sleman dan KIM Sleman untuk yang pertama kalinya secara resmi telah dibuka  Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi, Minggu (7 /2) ditandai dengan pelepasan balon. Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan  digelar di Parkir utara Lapangan Denggung Sleman.

Gatot menyampaikan bahwa kegiatan Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan yang di motori oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Sleman, serta jajaran Kecamatan Sleman ini, dapat menjadi sarana ekspose potensi baik berupa produk UMKM serta potensi budaya yang ada di Kecamatan Sleman.

Untuk itu Gatot berharap terselenggaranya kegiatan ini dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pelaku usaha dan UMKM untuk dapat mengembangkan usaha, menjadi media untuk mendekatkan produsen dan konsumen, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana publikasi tapi juga menjadi media selling bagi para pelaku usaha dan UMKM.

Disampaikan bahwa Kabupaten Sleman memiliki keberagaman potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, baik dari potensi pariwisata, potensi budaya, potensi produk-produk UKM, pertanian dan masih banyak lagi. Untuk itu Gatot juga berharap agar  memberdayakan segala potensi yang ada di Kabupaten Sleman untuk dapat menjadi modal dalam peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Sleman.

Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan menjadi salah satu upaya dalam mensupport potensi yang ada di Kabu­paten Sleman khususnya di Kecamatan Sleman, untuk dapat lebih berkembang khususnya dalam bidang UMKM sekaligus menjadi sarana publikasi dan informasi atas kekayaan budaya yang ada di Kecamatan Sleman bahkan di Kabu­paten Sleman.

“Kepada para pelaku UKM yang ikut memeriahkan kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin,” kata Gatot.

Melalui kegiatan ini, para pelaku UKM dapat saling bertukar informasi, dapat belajar, dan yang lebih penting, dapat mengembangkan jejaring usaha. Hal ini, sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha, jika ingin terus eksis dalam kancah Masyarakar Ekonomi ASEAN. Sedangkan Camat Sleman Drs Iriansyah menyampaikan bahwa potensi Kecamatan Sleman yang cukup banyak yaitu terdapat 700 indsutri kecil dan 81 kelompok kesenian.

Lebih lanjut disampaikan bahwa  Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan tersebut akan berlangsung selama 8 kali pada tahun 2016 tersebut. Diharapkan  dengan Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan tersebut  bisa memperkenalkan produk usaha kecil dan kesenian yang berada di Kecamatan Sleman, juga menyiapkan UMKM/industri kecil untuk ikut dalam persaingan pasar bebas MEA.

Sementara itu Ketua panitia Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan, Agus Nur Widaydi melaporkan bahwa tujuan kegiatan tersebut  untuk mempromosikan baik hasil produk dari pengusaha kecil (UMKM) maupun kelompok seni yang ada di Kecamatan Sleman. Sedang peserta Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan tersebut  para usaha mikro kecil menengah yang berada di wilayah kecamatan Sleman dan kelompok kesenian yang berada di wilayah Kecamatan Sleman.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa dalam kegiatan tersebut juga diadakan lomba mewarnai dan lomba lukis tingkat TK dan SD. Dalam lomba lukis klas I-3 dengan tema Indahnya Sleman, dan untuk klas IV-VI dengan tema Pasar Tradisional. Para juara akan mendapatkan Piala dan uang pembinaan.