Bank Sleman Bagi Sembako Bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kalasan

DSC_0006brSleman – Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat kurang mampu, Bank Sleman dalam rangkaian kegiatan HUT ke-35 tahun 2016, melaksanakan kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat kurang beruntung. Hal itu disampaikan Dirut Bank Sleman, Muh Sigit SE MSi disela-sela  pembagian sembako yang diadakan di Balai desa Tamanmartani Kalasan, Rabu (19/10) dalam bentuk kegiatan Bank Sleman Peduli.

Menurut Sigit untuk tahun ini pembagian sembako dilaksanakan langsung ke desa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Kantor Bank Sleman. Hal itu dimaksudkan untuk dapat langsung ke sasaran dan dapat menjangkau  ke lingkungan yang jauh dari Kantor Bank Sleman.

Menurut Sigit, tahun mendatang kegiatan yang sama akan digilir ke desa yang lain. Sembako yang dibagikan mencapai 100 paket dan diterima langsung masyarakat disaksikan Camat Kalasan dan Kades Tamanmartani serta Direktur Bank Sleman Ir Yustinus Mahatma.

Untuk bulan depan Bank Sleman juga akan melakukan kegiatan sunatan massal namun saat ini sudah terpenuhi sejumlah 100 anak dan bagi masyarakat bisa mendaftarkan putranya untuk mengikuti kegiatan sunatan massal pada tahun berikutnya karena kegiatan secara rutin dilaksanakan setiap tahun.

Sementara  Kades Tamanmartani Gandang Harjanata menyampaikan terima kasihnya kepada Bank Sleman yang telah peduli kepada masyarakat di Tamanmaartani. Kegiatan ini akan sangat membantu pemerintah desa yang juga telah melaksanakan kegiatan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Disampaikan saat ini sekitar 16 ribu penduduknya masih ada sekitar 2000  warga miskin dan dari jumlah itu 917 orang benar-benar membutuhkan bantuan semua pihak.

Pemeritnah telah berupaya melalui program one hundred one day dengan target Rp 400 ribu perhari bagi warga yang benar-benar tidak bisa makan sehari-harinya. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong warga, baik karang taruna, kumpulan pengajian ibu-ibu, paroki maupun gereja. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjalin kerukunan antar umat beragama di wilayah Tamanmartani.

Kegitan lainnya dengan pembinaan serta bantuan peralatan dan modal kepada bakul sayur, bakul nasi kucingan, tukang sol sepatu dan saat ini membina untuk usaha cuci sepatu.




Harga BBM Turun, Sembako Tak Terpengaruh‬

Sleman – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai hari Selasa (5/1) tidak serta merta berpengaruh pada penurunan harga komoditas bahan pokok makanan (sembako) di Sleman. Seperti diungkapkan beberapa pedagang di Pasar Sleman.

Para pedagang memang mengetahui harga BBM turun namun untuk harga jual kebutuhan pokok masih cukup tinggi.

“Ya saya tahu mulai hari ini harga BBM turun, tapi saya tidak berani menurunkan harga jual dagangan saya karena kalau diturunkan saya malah rugi,” kata Ny Wajin pedagang kebutuhan pokok di Pasar Sleman, Selasa (5/1).

Menurutnya, harga jual akan diturunkan kalau dari distributor juga turun. Namun demikian Wajin merasa senang jika pemerintah menurunkan harga BBM.

“Kalau sudah turun ya harapannya jangan naik lagi,” katanya.

Belum merasakan dampak penurunan BBM juga diakui Wasiyo, salah seorang PKL di Jalan Kaliurang KM 13 Sleman. Wasiyo yang membuka usaha warung makan ini mengatakan jika penurunannya baru sehari belum terasa dampaknya. Berbeda kalau BBM naik, pasti akan langsung diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok dan dalinnya.

“Saya tadi belanja kebutuhan pokok seperti telur, daging ayam dan beras harganya masih sama dan cukup tinggi,” kata wasiyo.

Untuk harga telur mencapai Rp 25 ribu per kg, daging ayam harganya Rp 32 ribu per kg dan beras Rp per kg. Munurut Wasiyo, dari melihat harga tersebut baginya tidak ada untung lebih dari penurunan BBM sebab kebutuhan yang dibeli untuk dijual harganya tetap tinggi.




TPID Sleman Jamin Infrastruktur Distribusi Sembako Baik

Sleman – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, memastikan infrastruktur untuk distribusi bahan kebutuhan pokok selama Puasa dan Lebaran 2015 dalam kondisi baik hingga ke daerahpelosok.

“Kondisi infrastruktur untuk distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnnya saat ini dalam kondisi baik, minimal hingga tingkat desa,” kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, kemarin.

Menurut Sunartono, dengan adanya jaminan tersebut maka dipastikan pula distribusi bahan kebutuhan pokok lancar hingga pelosok Sleman.

“Dengan lancarnya distribusi bahan kebutuhan pokok hingga ke pelosok maka masyarakat juga akan semakin mudah untuk menjangkaunya. Selain itu infrastruktur yang baik juga akan membantu dalam produksi bahan kebutuhan pokok,” kata Sunartono.

Ditambahkan pula bahwa untuk ketersediaan dan kecukupan bahan pokok dari pantauan yang dilakukan khususnya terhadap sembilan bahan pokok, saat ini masih mencukupi, khususnya beras.

“Saat ini di lumbung-lumbung desa masih terdapat 159,564 ton beras, padahal kebutuhan cuma sekitar ton, belum yang ada di Bulog. Persediaan beras ini dapat dikatakan surplus, bahkan untuk lima bulan ke depan,” katanya.

Sunartono mengatakan, kondisi tersebut juga termasuk untuk komoditas daging sapi, daging ayam, telur dan cabai merah masih cukup.

“Saat ini persediaan daging sapi, daging ayam, telur dan cabai merah masih sangat cukup, dan terdistribusi hingga tingkat desa,”  tutur Sunartono.

Jika kemudian ada sesuatu di lapangan terkait dengan ketersediaan bahan pangan maupun kenaikan harga yang drastis, Pemkab siap melakukan operasi pasar. Selain ketercukupan dan ketersediaan kebutuhan pokok, Pemkab  juga memantau keamanan pangan baik yang beredar di pasar tradisional maupun swalayan.

“Fokus keamanan pangan ini, kami berkoordinasi dengan Balai POM, Dinkes Sleman, Diserindagkop dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Pantauan keamanan dari bahan makanan tambahan yangberbahaya, pewarna kimia. Bahan olahan seperti formalin, borax serta barang-barang hasil olahan pabrikan dan industri rumah tangga (IRT) yang kedaluarsa, berjamur dan kemasan rusak,” tambah Sunartono.