Festival Garis Imajiner Sarana Uri-uri Budaya

Sleman – Dinas Kebudayaan Sleman kembali menggelar festival budaya bertajuk Festival Garis Imajiner. Festival yang rencananya diadakan dari 21-23 September ini resmi dibuka pada Kamis (21/9).

Penyelenggaraan Festival Garis Imajiner ini dipusatkan di Bantara Sungai Code Bawah Jembatan Baru UGM, mengingat lokasi ini dianggap sebagai titik bertemunya garis imajiner antara Laut Selatan, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tugu Jogja dan Gunung Merapi.

Dalam Festival Garis Imajiner terdapat 3 bentuk kesenian yang akan ditampilkan. Pertama, Kirab Megangampak Hangrangin atau pawai seni budaya. “Yang melibatkan 38 grup kesenian dan bregada,” terang Aji Wulantara, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman. Dalam pawai ini, Aji menambahkan bahwa Dinas Kebudayaan Sleman menggandeng Polres Sleman untuk ikut memeriahkan pawai melalui pawai kebangsaan.

Pawai dimulai dari tiga titik, yakni dari Hotel Tentrem untuk zona selatan, dari Pasar Kutu untuk zona barat, dan dari Jalan Monjali untuk zona utara. “Semua peserta akan bertemu di Jembatan Sardjito atau jembatan baru UGM,” tutur Aji Selasa (19/9) di Ruang Bidang Humas Pemkab Sleman.

Selain Kirab Megangampak Hangrangin, ada agenda Sleman Hanengsemi, yakni pergelaran seni budaya tradisional kerakyatan dengan 21 grup yang berpartisipasi. Selanjutnya adalah Mataram Mangarsi atau pementasan tiga genre bentuk seni yang berbeda dalam satu rangkaian cerita. Tiga genre tersebut adalah sendratari, kethoprak, dan wayang kulit.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang hadir dalam pembukaan acara ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pelaku seni. Sebab, kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dapat menjadi upaya untuk nguri-uri (melestarikan-red) budaya juga untuk mengenang kembali sejarah masa lalu yakni kisah perjalanan Panembahan Senopati, yang dapat menjadi teladan dan diambil hikmah dari kepemimpinan para pendahulu.

Ke depannya, Sri Muslimatun berharap acara ini dapat dikemas menjadi agenda acara yang lebih menarik lagi.




Merti Dusun Biru Tampilkan Seni Tari Juga Musik

Gamping – Merti Dusun Biru, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping tahun 2017 dibuka pada Sabtu (9/9) pukul WIB di Lapangan Trihanggo. Camat Gamping Abu Bakar, ., membuka acara Merti Dusun dengan memukul gamelan (bendhe-red).

Pembukaan ini dihadiri oleh 500 orang warga Padukuhan Biru, Camat Gamping, jajaran Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17 Gamping, para tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat Desa Trihanggo, dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda.

Di hari pertama ini, pertunjukan diisi oleh tari-tarian dan B-Plus Band yang mendendangkan lagu-lagu group band legendaris Koes Plus. Ditampilkan juga sendratari (seni drama, dan tari-red) dari Sanggar Tari Biru Manunggal RW 30 berjudul Tetenger yang mengisahkan tentang asal-usul berdirinya Padukuhan Biru. Sendratari ini disutradarai oleh Barep Supriyanto.

Pertunjukan seni malam ini diakhiri dengan tampilnya Gejog Lesung dan Ketoprak Lesung “Sri Rejeki” pimpinan Susanto Raharjo yang tahun 2017 ini meraih juara 1 Lomba Gejog Lesung se-Provinsi DIY yang dilaksanakan di Pajangan Bantul.

Bertemakan “Menuju Kampung Wisata Seni dan Budaya”, agenda Merti Dusun Biru ini akan dilaksanakan hingga 7 Oktober 2017.