Pentas Seni Religius Ramaikan Perpisahan KKN UPY

Turi – Sabtu (17/3) bertempat di Gedung Pertemuan Dusun Wonosari, pemuda Dusun Wonosari bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mengadakan acara pentas seni bertemakan religious. Acara ini diadakan dalam rangka perpisahan mahasiswa KKN UPY yang selama satu bulan telah melaksanakan KKN di Dusun Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Acara yang berlangsung dari pukul WIB hingga pukul WIB ini merupakan bentuk aspresiasi warga masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa yang melakukan KKN karena telah mengikuti semua kegiatan yang ada di Dusun Wonosari dengan sangat baik. Di samping itu, para mahasiswa juga telah memberikan berbagai macam pelatihan kepada masyarakat Dusun Wonosari dengan gratis, di antaranya pelatihan membuat keset, pelatian cara membuat kerupuk, dan bimbingan teknis desa wisata. Pun, memberikan pendampingan dan bimbingan kepada anak-anak, di antaranya bimbingan belajar, mengaji, dan ibadah salat. Sedangkan untuk kegiatan fisik, mahasiswa UPY juga membantu pengecatan taman, kerja bakti membuat pendopo, serta kerja bakti bersama ibu-ibu setiap hari Minggu.

Pentas seni anak religius dipilih untuk memeriahkan acara perpisahan karena mahasiswa UPY adalah calon guru yang nantinya akan mendidik anak. Oleh karena itu, perlu ditanamkan keimanan sejak dini pada anak.

Adapun jenis kesenian yang ditampilkan yaitu, hadroh anak dari Dusun Plosokuning, fashion show busana muslim, dan drama keluarga muslim. Semua bisa dilaksanakan berkat adanya kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN UPY dengan masyarakat serta pemuda di Dusun Wonosari.

Dalam sambutannya, Dukuh Wonosari, Tarminanto mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa KKN UPY karena telah mengikuti kegiatan dan sudah banyak membantu masyarakat. “Mudah mudahan dapat berguna bagi kemajuan Dusun Wonosari,” ucap Tarminanto. (Harman)




Lestarikan Kesenian Religius Agar Tak Kalah dari Seni Modern

Turi – Bertepatan dengan malam pergantian tahun baru, masyarakat Dusun Ngumbul Bangunkerto Turi mengadakan pentas perdana Kesenian Religius Kobro Siswo (WIRAMA MUDA) Minggu (31/12) di Halaman Masjid Dusun Ngumbul, Bangunkerto, Turi.

Dalam acara ini juga berlangsung peresmian dan pengukuhan kesenian Kobro Siswo Dusun Ngumbul Bangunkerto.

Adapun tujuan diadakannya peresmian Kesenian Religius Kobro Siswo Dusun Ngumbul adalah untuk melestarikan, mencintai, dan menumbuh kembangkan kesenian religius yang sudah ada sejak dulu supaya tidak punah tergerus oleh seni modern. Hal ini sesuai dan sejalan dengan program dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Kesenian Religius Kobro Siswo (WIRAMA MUDA) ini sudah mendapatkan NIK (Nomor Indok Kesenian) Paguyupan Seni Religius (PASER) Kabupaten Sleman namun perlu mendaftarkan diri di Dinas Kebudayaan Sleman agar ke depannya bisa memeroleh pembinaan juga izin pentas di event-event yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Sleman, seperti di acara Hari Jadi Kabupaten Sleman, pentas budaya, dan pementasan di tempat wisata.

Adapun anggota Kesenian Religius Kobro Siswo terdiri dari masyarakat Dusun Ngumbul yang berjumlah kurang lebih 60 orang, baik anak-anak maupun dewasa yang diketuai oleh Margono.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Paguyupan Seni Religius (PASER) Kabupaten Sleman yang diwakili Mardiyana dan Ketua Desa Budaya Bangunkerto, Suharman, Kasi Pelayanan Masyarakat yang diwakili Dwi Winarno, juga tamu undangan lainnya. (Harman)