Gebyar PAUD, Tunjukkan Kemampuan Menari Siswa PAUD dan TK

Gamping – Rabu (2/5) pukul WIB, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) menyelenggarakan Gebyar PAUD Pentas Seni Anak dalam rangka Gamping Gegayengan.

Acara ini dihadiri oleh Camat Gamping Abu Bakar, bersama Sekcam Rasyid Ratnadi, didampingi Ketua IGTK Gamping Emy Nuryanti, serta ratusan orangtua masing-masing siswa.

Ketua HIMPAUDI Gamping, Sofiana Sari sebagai penanggung jawab kegiatan ini mengemukakan bahwa gebyar PAUD kali ini menampilkan siswa-siswi di bidang seni tari dan menyanyi.  Di antaranya, TK ABA Gejawan Balecatur menampilkan tari caping ayu, Kelompok Belajar Nayla Nogotirto menampilkan tari Kunanta, TK Tunas Harapan I Trihanggo dengan tari Gegolo, Pos PAUD Mekar Harapan Balecatur dengan tari Rentang Tangan, TK ABA Delingsari Ambarketawang menampilkan tari Indung, TK Al Islah Banyuraden dengan tari Rampak, Pos PAUD Lare Angon Panggungan menarikan tari Menthog, Tempat Penitipan Anak BAI Ambarketawang menyanyikan lagu Guruku Tersayang, Pos PAUD Kembang Trihanggo menarikan tari Mbok Jamu, TK ABA Karang Tengah Nogotirto menampilkan tari Goyang-Goyang serta KB Sehat Ceria Banyuraden menyuguhkan tari Blekdidot.

Sofiana menuturkan bahwa ajang ini bisa dimanfaatkan oleh siswa-siswi PAUD dan TK untuk mempertontonkan hasil latihan mereka kepada warga masyarakat Gamping. Selain itu untuk melatih mental dan keberanian anak-anak berinteraksi dengan penonton. (Adnan Nurtjahjo)




Lestarikan Kesenian Religius Agar Tak Kalah dari Seni Modern

Turi – Bertepatan dengan malam pergantian tahun baru, masyarakat Dusun Ngumbul Bangunkerto Turi mengadakan pentas perdana Kesenian Religius Kobro Siswo (WIRAMA MUDA) Minggu (31/12) di Halaman Masjid Dusun Ngumbul, Bangunkerto, Turi.

Dalam acara ini juga berlangsung peresmian dan pengukuhan kesenian Kobro Siswo Dusun Ngumbul Bangunkerto.

Adapun tujuan diadakannya peresmian Kesenian Religius Kobro Siswo Dusun Ngumbul adalah untuk melestarikan, mencintai, dan menumbuh kembangkan kesenian religius yang sudah ada sejak dulu supaya tidak punah tergerus oleh seni modern. Hal ini sesuai dan sejalan dengan program dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Kesenian Religius Kobro Siswo (WIRAMA MUDA) ini sudah mendapatkan NIK (Nomor Indok Kesenian) Paguyupan Seni Religius (PASER) Kabupaten Sleman namun perlu mendaftarkan diri di Dinas Kebudayaan Sleman agar ke depannya bisa memeroleh pembinaan juga izin pentas di event-event yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Sleman, seperti di acara Hari Jadi Kabupaten Sleman, pentas budaya, dan pementasan di tempat wisata.

Adapun anggota Kesenian Religius Kobro Siswo terdiri dari masyarakat Dusun Ngumbul yang berjumlah kurang lebih 60 orang, baik anak-anak maupun dewasa yang diketuai oleh Margono.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Paguyupan Seni Religius (PASER) Kabupaten Sleman yang diwakili Mardiyana dan Ketua Desa Budaya Bangunkerto, Suharman, Kasi Pelayanan Masyarakat yang diwakili Dwi Winarno, juga tamu undangan lainnya. (Harman)