Turi Seleksi Ratusan Siswa SD dalam Olimpiade Olahraga

Turi – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman melalui UPT Kecamatan Turi menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Dasar (SD) tingkat Kecamatan Turi, Selasa (13/2).

Olimpiade yang sudah dimulai sejak tanggal 10 Februari 2018 ini bertujuan untuk menyeleksi dan mencari bibit-bibit unggul olahragawan dari segala cabang olahraga yang ada di Kecamatan Turi sehingga nantinya bisa maju ke tingkat Kabupaten pada tanggal 20 Maret 2018.

Adapun kegiatan masyarakat ini diikuti oleh semua sekolah dasar se-Kecamatan Turi dengan mempertandingkan 11 macam cabang olahraga antara lain, bola voli, sepak bola, bulutangkis, catur, renang, tenis meja, dan lain sebagainya.

Sebagai penanggung jawab pelaksanaan O2SN adalah semua guru olahraga SD di Kecamatan Turi. Untuk tempat pelaksanaan cabang sepak bola di Lapangan Bangunkerto, cabang bulutangkis dan taekwondo di Gedung Olahraga Bangunkerto.

Sebelum pertandingan dimulai terlebih dahulu diadakan undian semua cabang olahraga yang diikuti oleh ratusan siswa SD baik putra maupun putri. (Harman)




Ngaglik Turut Serta di Pekan Olahraga Kecamatan

Ngaglik – Sungguh bangga apabila masyarakat sudah menyadari pentingnya olahraga baik untuk berprestasi karena profesionalismenya atau hanya sekadar menjaga kebugaran tubu. Sebab, olahraga itu memiliki manfaat yang baik dan berguna untuk kesehatan tubuh.

Untuk itu pihak Kecamatan Ngaglik berinisiatif mengadakan PORKEC (Pekan Olah Raga tingkat Kecamatan) Ngaglik yang diikuti seluruh desa se-Kecamatan Ngaglik, antara lain Desa Sardonoharjo, Desa Sinduharjo, Desa Minomartani, Desa Donoharjo, Desa Sukoharjo, dan Desa Sariharjo pada Senin, (23/10).

Camat Ngaglik, Drs. Subagyo mengharapkan dengan diadakan PORKEC ini, dapat mencari bibit unggul cabang olahraga yang diikuti dan dipersiapkan PORKAB (Pekan Olahraga tingkat Kabupaten) dan sampai PORDA (Pekan Olahraga Daerah) DIY.

Subagyo juga mengucapkan terima kasih kepada para Kepala Desa se-Ngaglik yang telah mengirim kontingennya untuk partisipasi dalam PORKEC Ngaglik ini.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan, antara lain bola voli, catur, tenis meja, badminton, dan masih banyak lagi disesuaikan dengan kondisi Kecamatan Ngaglik. (Suripto)

 




12 Tim Ikuti Sepak Bola Pelajar

Tendang BolaSleman – Sebanyak 12 tim ikut sepak bola pelajar SMP, SMA dan SMK tingkat Kabupaten Sleman. Kejuaraan tersebut secara resmi dubuka di Stadion Tridadi Sleman, Senin (16/11) dan dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Drs Iswoyo Hadiwarno mewakili Bupati Sleman. Hadir pada acara tersebut Ketua Koni, Pengurus PSSI, Kadinas Pendididkan, Guru olah raga dan peserta lomba.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan pertandingan sepakbola pelajar tersebut diikuti oleh 6 Tim dari SMA/SMK  dan 6 Tim dari SMP. Untuk pertandingan Tim SMA/SMK di stadion Tridadi Sleman dan untuk Tim SMP bertempat di Lapangan Pendowoharjo, Sleman.

Pertandingan diselenggarakan setengah kompetisi, serta sudah diawali pertandingan pada tanggal 15 November 2015, Tim SMK Muh Moyudan VS SMK Diponegoro Depok dimenangkan SMK Diponegoro dari Depok 2-0.

Menurut Arif, tujuan pertandingan  sepak bola pelajar  SMP/SMA/SMK  ini untuk menyeleksi tim sepak bola Kabupaten Sleman baik SMP maupun SMA/SMK  untuk  mewakili kejuaraan tingkat Provinsi DIY. Sekaligus mencari bibit  atlet sepak bola yang handal serta  ajang silaturahmi  pelajar pemain sepak bola.

Sementara Iswoyo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olah raga ini seyogyanya merupakan media bagi para peserta untuk dapat menyalurkan dan menggali bakat serta potensi yang dimiliki serta menjadi ajang penempaan mental. Kegiatan ini juga menjadi media seleksi dan pembentukan calon-calon atlet khususnya pada bidang sepakbola, sekaligus menjadi media mempererat silahturahmi dan persaudaraan antar siswa sekolah di Kabupaten Sleman.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan saja, namun juga adanya kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna mempraktekkan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh guna menambah pengalaman dan mema­tangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih,” kata Iswoyo.

Dengan seringnya mengikuti berbagai kejuaraan maka men­tal para atlet akan terlatih dalam menghadapi berbagai tekan­an, baik dari lawan maupun para suporternya. Sehingga akan membentuk  mental yang kuat dan tangguh, maka seorang atlet akan le­bih fokus dalam menghadapi strategi lawan dan pertandingannya. Iswoyo mengharapkan kepada para pemain sepakbola agar dapat mempersembahkan performa terbaiknya dalam kejuara ini.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat membuka peluang kesempatan yang lebih besar kedepannya. Dan  menghimbau kepada adik-adik peserta kejuaraan sepak bola tingkat Kabupaten Sleman untuk dapat menjaga nama baik sekolah masing-masing, mengingat adik-adik sekalian merupakan duta sekolah, bertandinglah secara sportif dan maksimal,” pesan Iswoyo.