Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.

 




Jalan Sehat Jadi Wadah Silaturahmi Warga Trihanggo

Gamping – Dalam rangka memperingati HUT ke-72 RI, Pemerintah Desa Trihanggo bersama Karang Taruna Taruna Bakti mengadakan event jalan sehat susur dusun pada Minggu (27/8).

Sebelum jalan sehat dimulai, Ketua Karang Taruna Taruna Bakti, Heritanto menyampaikan laporan kegiatan. Dilanjutkan sambutan dari Sekretaris Kecamatan Gamping, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, . dan Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, SE.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Trihanggo menyampaikan bahwa rasa kekeluargaan dan persatuan warga masih tetap terjalin dengan baik. Kegiatan yang diikuti oleh warga Desa Trihanggo ini menurutnya juga bisa menjadi wadah silaturahmi antar warga.

Jalan sehat kali ini menampilkan Orkes Melayu Nabila sebagai hiburan dan menyediakan doorprize berupa kulkas, TV LCD, sepeda, dispenser, setrika, dan hadiah menarik lainnya.

Selain jalan sehat, dalam kesempatan tersebut juga berlangsung Lomba Mewarnai Siswa PAUD-TK dan siswa SD kelas 1-3 untuk memperebutkan trofi Pemerintah Desa Trihanggo, KTTB Trihanggo, uang pembinaan, serta piagam. Pun, terdapat lomba menggambar dengan tema semangat Pancasila untuk siswa SD kelas 4-6 yang memperebutkan trofi DPRD Sleman, uang pembinaan, dan piagam.




Lebaran Ajang Jaling Silaturahmi dan Kebersamaan

Sleman – Sholat Idul Fitri 1438 H di lapangan Denggung Sleman terasa lebih menarik karena menghadirkan Imam dan Khotib yakni Hakim Agung dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Ahmad Muktiarto, SH,, Minggu (25/6).

Hadir dalam Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung, antara lain Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi beserta istri Hj. Kustini Sri Purnomo, dan para pejabat Pemkab Sleman.

Dalam khotbahnya, Ahmad Muktiarto menyampaikan, dua larangan Allah SWT yang sampai saat ini masih sering dilakukan manusia, yaitu berjudi dan meminum khamr (minuman keras).

Kedua larangan tersebut dilarang karena dapat mengakibatkan permusuhan dan kebencian, lupa mengingat Allah dan mengerjakan sembahyang, kehilangan fungsi akal yang merusak generasi muda, bahkan kematian.

Segala bentuk perjudian telah menjadikan korban banyak umat manusia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Rakyat yang tadinya kaya menjadi bangkrut, rakyat yang sudah miskin menjadi semakin hanyut dalam kemiskinan, rumah tangga yang tadinya rukun menjadi hancur berantakan.

Untuk itulah Ahmad Muktiarto mengajak pemerintah, cendekiawan, alim ulama, mubaligh, dan segenap komponen bangsa bersatu memberantas perjudian.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo saat dijumpai usai melakukan Sholat Idul Fitri menyampaikan harapannya kepada Allah SWT, semoga amal ibadah yang telah dilaksanakan dapat diterima Allah SWT, dan kita dapat kembali ke fitrah dengan menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan.

Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung Sleman Bupati Sleman beserta Ibu, Wakil Bupati Sleman, dan Sekda Sleman secara bersamaan melakukan Open House di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman untuk melakukan silaturahmi dengan saling memaafkan dengan Ketua DPRD, Muspida, Kapolres Sleman, Kepala SKPD, Camat, serta masyarakat.




Bupati dan Jajaran pejabat Silaturahmi ke Kyai dan Alim Ulama Kabupaten Sleman

IMG_9064Sleman – Bupati dan Wakil Bupati Sleman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah mengadakan silaturahmi di tiga tempat kediaman Kyai dan Alim Ulama,  Selasa (19/7). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengawali silaturahmi di kediaman KH Abdul Chaliq Muchtar di Perum Banteng, Sinduharjo, Ngaglik.

Pada kesempatan tersebut  Abdul Chaliq berpesan pada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sleman perlu adanya revolusi dalam pembangunan. Menurutnya ada tiga revolusi yang diperlukan yaitu revolusi sistem regulasi untuk membangun pola pikir baru, kedua adalah revolusi Manajeman birokrasi antar lembaga untuk membangun pola sikap terpadu, dan ketiga adalah revolusi strategi eksekusi untuk membangun pola tindakan yang maju.

“Membangun Indonesia yang berkemajuan dengan cara membiasakan kebenaran, bukan dengan cara membenarkan kebiasaan,” ungkapnya.

Kunjungan silaturahmi kedua dilanjutkan di kediaman Ketua MUI Sleman, Drs KH Ma’mum M Muroi LML Klabanan Sinduharjo Ngaglik. Dalam Kesempatan tersebut KH Ma’mum mengungkapkan keprihatinanya pada kondisi kehalalan daging ayam potong dipasaran. KH Ma’mun berharap jajaran Pemkab Sleman melakukan sidak terkait dengan pemotongan ayam agar daging ayam yang beredar dipasaran dapat terjamin kehalalannya.

Terkait dengan masukan KH Ma’mun, Bupati  Sri Purnomo akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Dinas Pasar dan instansi terkait. Kunjungan silaturahmi ditutup di kediaman Alm KH Zamakhsyari Ponpes Mursyidulhadi Plosokuning, Minomartani. Rombongan diterima oleh istri  Alm KH Zamakhsyari beserta pengurus ponpes.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa maksud kunjungan silaturahmi dilakukan adalah agar  kedekatan jajaran pemerintah di Kabupaten Sleman dengan Kyai dan Alim Ulama di Sleman semakin terjalin dengan baik serta dapat meningkatkan Ukuwah Islamiyah. Silaturahmi yang dilakukan menurut Sri Purnomo dibagi menjadi du area yaitu area Sleman timur dan Sleman Barat.  Untuk area Sleman Barat dilaksanakan pada hari Kamis (20/7).




Kapolda DIY Silaturahmi Dengan Muspida Sleman

Sleman – Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat SH MHum didampingi Pati Polda DIY melakukan kunjungan silaturahmi kepada Muspida Kabupaten Sleman di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (24/5).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI selaku tuan rumah, Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Kejari Sleman, Kaapolres Sleman, wakil ketua DPRD sleman dan jajaran Pemkab Sleman.

Maksud kunjungannnya silaturahmi di Kabupaten Sleman tersebut dalam rangka memperkenalkan diri atas ketugasan di Polda DIY, dengan harapan agar bisa bekeraja sama dengan baik dalam menciptakan kamtibmas di Kabupaten Sleman.

Disampaikan pula bahwa  tugas barunya di Polda DIY sudah dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti pembunuhaan di UGM, kasus penyayatan diyogyakarta dan masih banyak kasus-kasus yang lain, seperti tawuran suporter yang baru saja terjadi di jalan magelang dengan menimbulkan satu korban tewas.

Yang jelas Kapolda bangga ternyata Muspida sSeman kompak dan ternyata Sleman istimewa, berkaitan dengan kegiatan yang sudah positif dalam mewujudkan kamtipnas.

Disampaikan pula agar kedepan Muspida Kabupaten Sleman lebih kompak lagi termasuk camat, Kapolsek, Danramil dan agar membuang ego sektoral masing-masing.

Kedepan agar bahu membahu menjaga negara kesatuan RI, kapolda mengajak untuk berbuat toto titi tentrem kerto raharjo yang akan menjadi suatu yang gemah ripah loh jinawi. Tanpa adanya ketentraman dan ketertiban maka investor akan sulit datang di Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kapolda menegaskan terkait peredaran miras bagi pelaku dan pengoplos akan ditindak tegas dan akan diberi sanksi berat agar kedepan kamtipnas lebih terjaga terlebih dalam menghadapi bulan ramadhan termasuk salon-salon yang tidak berijin terlebih salon plus akan ditertibkan dan bagi pelanggar akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sedangkan Sri Purnomo menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan moment yang penting bagi Pemkab Sleman untuk menjalin silaturahmi dan komitmen bersama demi terjaminnya keamanan dan ketertiban di wilayah DIY yang menjadi salah satu kunci penentu keberhasilan pembangunan demi meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan silaturahmi tersebut harapkan dapat menjadi ajang mempererat persaudaraan serta menjalin dan mempererat tali silaturahmi antara Polda DIY dan seluruh aparat pemerintahan di Kabupaten Sleman.

Dengan demikian dapat mengharmoniskan hubungan kerja serta meningkatkan kinerja dan pelayanan aparat dalam upaya menegakkan regulasi dan penyelenggaraan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa kondisi demografis Kabupaten Sleman yang menjadi rujukan pendidikan di DIY yang mendorong tingginya angka urbanisasi tentunya membutuhkan perhatian khusus. Pesatnya arus globalisasi dan perkembangan kota juga secara tidak langsung mempengaruhi urgensi pendidikan karakter khususnya bagi generasi muda.

Terlepas dari fakta bahwa urbanisasi juga memberikan dampak positif bagi perkotaan seperti halnya perluasan lapangan pekerjaan, pertumbuhan perekonomian dan lainnya. Namun tren ini juga diikuti dengan meningkatnya angka kriminalitas, alih fungsi lahan dan kesenjangan ekonomi.

Dampak negatif inilah yang perlu kita waspadai mengingat pentingnya mempertahankan jati diri Sleman sebagai kabupaten yang aman dan nyaman bagi warganya.

Oleh karena itu, Sri Purnomo berharap melalui forum silaturahmi tersebut dapat menggugah seluruh hadirin yang hadir bahwa keamanan bukan menjadi tanggung jawab instansi kepolisian saja namun menjadi kewajiban setiap elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat dan seluruh tenaga pendidik.

Kegiatan Forum Silaturahmi Kapolda DIY, Pemerintah Daerah, LSM, Tokoh  Agama Dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sleman merupakan sarana diskusi dan silaturahmi  yang mengedepankan peningkatan partisipasi semua unsur pimpinan  dalam menjaga dan meningkatkan ketertiban, kenyamanan dan keamanan menuju Kabupaten Sleman yang lebih kondusif.