Turi Dukung Penerapan Jam Belajar Masyarakat

Turi – Pada Selasa (12/9) di Kecamatan Turi diselenggarakan sosialisasi tentang Jam Belajar Masyarakat (JBM). Adapun peserta yang hadir ada 30 orang dari Desa, UPT Pendidikan, PKK Desa, Babinkamtibmas, Koramil, dan Perwakilan Sekolah.

Materi tentang JBM disampaikan oleh Amiruddin Najib. Di sini dijelaskan tentang kota pelajar, perkembangan generasi dan pendidikan, manfaat JBM, konsep dasar JBM, perbandingan pelaksanaan JBM dengan daerah lain, siapa saja yang terlibat di JBM, tokoh pendidikan Indonesia, dan proses pelaksanaan JBM.

Dalam sambutannya Camat Turi, Siti Anggraeni tak lupa menyampaikan mengenai peranan orang tua, peran dari pendamping, komitmen warga, dan fasilitas

Siti juga menghimbau agar desa-desa di Turi dapat membuat peraturan terkait JBM sehingga nantinya warga dan pemerintah bisa bergerak secara bersama-sama mensosialisasikan JBM ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab.




Tidak Ikut Ujian, Empat Siswa SD di Sleman Terancam Tidak Lulus

Sleman – Sebanyak empat orang siswa dari beberapa sekolah berbeda di Sleman  terancam tidak lulus Ujian Sekolah (US) 2016. Pasalnya, keempat siswa SD tersebut tidak menghadiri ujian selama dua hari berturut-turut tanpa keterangan apapun.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan ketidakhadiran empat siswa dalam US 2016 yang berlangsung 16-18 Mei 2016 ini.

Menurut Arif, Dari siswa di 522 sekolah penyelenggara yang terdaftar sebagai peserta ujian, empat siswa diketahui tidak hadir pada ujian hari pertama dan kedua.

“Kalau tanpa keterangan, tentu tidak bisa ikut ujian susulan. Harus mengulang sekolah atau ikut kejar paket,” kata Arif, Rabu (18/5).

Adapun ujian susulan rencananya akan digelar pada Senin (23/5) mendatang. Pihaknya masih meneliti alasan sebenarnya keempat siswa tersebut tak hadir dalam ujian.

Arif memerinci, berdasarkan data dari posko pemantauan Ujian Nasional Disdikpora Sleman , 4 tidak hadir tanpa keterangan, sakit 10.

“Di luar empat siswa yang tidak hadir tanpa keterangan, siswa berhalangan hadir dengan keterangan izin karena sakit 10 anak,” kata Arif.

Meski begitu, Arif menyebut bahwa secara umum pelaksanaan ujian tersebuit cukup lancar. Posko tidak menerima laporan permasalahan terkait lembar naskah soal maupun lembar jawab.

“Harapan kami, ujian berlangsung sukses dan prestasi anak didik meningkat. Juga sukses penyelenggaraan UN dengan hasil yang jujur,” tambah Arif.




270 Siswa SD dan SMP Terima Bantuan Lembaga Orang Tua Asuh DIY

Sleman – Sebanyak 270 siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Sleman menerima bantuan dari Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) DIY, penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (30/9).Dana bantuan L-OTA DIY  tersebut berasal dari Pamella Supermarket bagi 60 siswa SD/MI dengan alokasi  bantuan sebesar Rp ,- per siswa sehingga bantuan dari Pamella Supermareket sebesar Rp 7,2 juta.

Sedang dari PT Sari Husada Generasi Mahardika untuk 200 siswa SD/MI  dan 10 siswa SMP/MTs, masing-masing siswa SD/MI juga menerima bantuan Rp. , sedang untuk tingkat SMP/Mts sebesar Rp ,-, hingga total bantuan dari PT Sari Husada sebesar Rp 25,8 juta.

Pada kesempatan tersebut Gatot menyampaikan bahwa Pemberian bantuan L-OTA ini merupakan salah satu wujud kepedulian bersama terhadap kesinambungan pendidikan anak-anak. Terlebih lagi pada saat ini masih banyak anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan­nya karena masalah biaya.

“Di Kabupaten Sleman, jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2014 untuk jenjang SD/MI sebanyak 42 anak. Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 18 dan jenjang SMA/ SMK sejumlah 54 siswa,” kata Gatot.

Oleh karena itu lanjut Gatot, melalui bantuan anak asuh L-OTA tentunya dapat membantu mengurangi angka siswa putus sekolah.

Selain itu melalui bantuan ini, diharapkan anak-anak teruta­ma dari kalangan kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan yang layak, bahkan dapat menempuh pendidikan sampai jenjang yang tertinggi. Sedang  kepada anak-anak penerima bantuan, Gatot minta agar bantuan tersebut sebagai motivasi untuk terus giat belajar.

“Tunjukkanlah terimakasih kalian dengan meraih prestasi di berbagai bidang. Jangan pernah putus asa dan teruslah berusaha. Ingatlah akan nasehat : dimana ada kemauan disitu pasti terbuka jalan. Jadi tinggal bagaimana kita berusaha sekuat tenaga mengejar cita-cita,” tutur  Gatot.

Sedangkan Kepala Bagian Kesra  Drs Hery Sutopo mengatakan bahwa mulai bulan September  diadakan pendataan anak dari keluarga miskin di wilayah Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut surat dari L-OTA DIY.

Dan setelah penyerahan bantuan tersebut akan diadakan monitoring untuk bantuan anak asuh di Kabupaten Sleman baik oleh Tim Monitoring L-OTA DIY maupun dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sementara itu pembina L-OTA DIY Wahyuntono Kusumo Broto menyampaikan bahwa bantuan beasiswa tersebut bukan untuk membeli pulsa, namun untuk biaya sekolah. Lebih lanjut disampaikan bahwa penerima bantuan beasiswa warga kurang mampu di Kabupaten Sleman kedepan semakin berkurang. Artinya anak di Sleman sudah mampu membiayai sekolah.




200 Siswa SD Ikut Lomba Lukis

Lomba LukisSleman – Sebanyak 200 siswa SD yang merupakan perwakilan dari 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman mengikuti Lomba Lukis. Lomba tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi anak Sekolah Dasar melalui seni dan budaya, menumbuhkembangkan sikap peduli terhadap seni dan budaya bangsa, memperkenalkan ikan sejak usia dini dan mengetahui manfaatnya bagi kesehatan dan kecerdasan, serta pengenalan produk hasil perikanan kepada masyarakat melalui lomba lukis.

Lomba terbagi dalam dua kategori yaitu kategori A untuk siswa Sekolah Dasar Klas I-III, kategori B untuk siswa Sekolah Dasar klas IV-VI. Lomba lukis itu sendiri dilaksanakan di KPI Mina Taruna Garongan Wonokerto Turi, Selasa (22/9).  Bertindak sebagai juri dalam lomba lukis tersebut P4TK Sani dan Budaya Jogja.

Para masing-masing kategori akan mendapatkan  hadiah berupa  juara I mendapat Trophy Bupati dan 1 buah sepeda lipat, juara II Trophy Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman dan 1 buah sepeda MTB, juara III Trophy Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan 1 buah meja belajar.

Sedang kategori B juara I mendapat Trophy bupati sleman dan 1 buah sepeda lipat, juara II trophy Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kabupaten sleman dan 1 buah sepada MTB, dan juara III Trophy Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan 1 buah meja belajar.

Sementara  Sekretaris  Dinas Pertanian, Perikanan dan Kabupaten Sleman, Ir Dwi Anta Suidibya MT menyampaikan bahwa lomba lukis tersebut lomba lukis untuk tingkat SD tersebut sebagai salah satu upaya dalam mengkampanyekan gemar makan ikan. Disamping itu juga untuk mengembangkan bakat di bidang seni dan budaya bagi anak-anak sejah usia dini, karena dengan bakat tersebut bisa menjadi faktor keberhasilan dimasa datang.

Setelah melalui penjurian maka untuk lomba lukis tingkat SD Kategori A juara I Labdawara Nirbana SD Suryo III Sleman, Juara II Afifah Zahrani  SD Klenggung Tempel, Juara III Maulana Farel Neal,  SDN Sleman I Sedang kategori B sebagai juara I   Mifka Alivia D SDN Klenggung Tempel, Juara II Laila Farha Paini SD Muh Kronggahan, Gamping dan Juara III Amelia Syahla A SDN Bener Gamping.