Sleman – Sebanyak 270 siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Sleman menerima bantuan dari Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) DIY, penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (30/9).Dana bantuan L-OTA DIY tersebut berasal dari Pamella Supermarket bagi 60 siswa SD/MI dengan alokasi bantuan sebesar Rp ,- per siswa sehingga bantuan dari Pamella Supermareket sebesar Rp 7,2 juta.
Sedang dari PT Sari Husada Generasi Mahardika untuk 200 siswa SD/MI dan 10 siswa SMP/MTs, masing-masing siswa SD/MI juga menerima bantuan Rp. , sedang untuk tingkat SMP/Mts sebesar Rp ,-, hingga total bantuan dari PT Sari Husada sebesar Rp 25,8 juta.
Pada kesempatan tersebut Gatot menyampaikan bahwa Pemberian bantuan L-OTA ini merupakan salah satu wujud kepedulian bersama terhadap kesinambungan pendidikan anak-anak. Terlebih lagi pada saat ini masih banyak anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya.
“Di Kabupaten Sleman, jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2014 untuk jenjang SD/MI sebanyak 42 anak. Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 18 dan jenjang SMA/ SMK sejumlah 54 siswa,” kata Gatot.
Oleh karena itu lanjut Gatot, melalui bantuan anak asuh L-OTA tentunya dapat membantu mengurangi angka siswa putus sekolah.
Selain itu melalui bantuan ini, diharapkan anak-anak terutama dari kalangan kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan yang layak, bahkan dapat menempuh pendidikan sampai jenjang yang tertinggi. Sedang kepada anak-anak penerima bantuan, Gatot minta agar bantuan tersebut sebagai motivasi untuk terus giat belajar.
“Tunjukkanlah terimakasih kalian dengan meraih prestasi di berbagai bidang. Jangan pernah putus asa dan teruslah berusaha. Ingatlah akan nasehat : dimana ada kemauan disitu pasti terbuka jalan. Jadi tinggal bagaimana kita berusaha sekuat tenaga mengejar cita-cita,” tutur Gatot.
Sedangkan Kepala Bagian Kesra Drs Hery Sutopo mengatakan bahwa mulai bulan September diadakan pendataan anak dari keluarga miskin di wilayah Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut surat dari L-OTA DIY.
Dan setelah penyerahan bantuan tersebut akan diadakan monitoring untuk bantuan anak asuh di Kabupaten Sleman baik oleh Tim Monitoring L-OTA DIY maupun dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Sementara itu pembina L-OTA DIY Wahyuntono Kusumo Broto menyampaikan bahwa bantuan beasiswa tersebut bukan untuk membeli pulsa, namun untuk biaya sekolah. Lebih lanjut disampaikan bahwa penerima bantuan beasiswa warga kurang mampu di Kabupaten Sleman kedepan semakin berkurang. Artinya anak di Sleman sudah mampu membiayai sekolah.